Saya memiliki waktu yang cukup
banyak untuk bersama-sama kakek Green Heart, Seorang tua setengah baya yang
banyak memberikan inspirasi bagi saya untuk menekuni dunia bisnis di forex.
Kalau dilihat dari sisi umurnya mungkin tergolong "tua" untuk
menekuni forex. Namun, pengalaman, wawasan dan kemampuan dibidang forex inilah
yang membuat saya tertarik ingin diskusi dan sharing lebih lanjut tentang forex
ini. Saya beruntung, karena si kakek Green ini bersedia memenuhi permintaan
kami untuk tinggal bersama di padepokan kami untuk beberapa waktu.
"Kakek Green Heart, terus
terang kehadiran Kakek disini, membuat saya ingin memanfaatkan untuk berguru
kepada Anda!” kata saya pada pada beliau suatu saat. "Saya sangat sadar bahwa saya hanyalah
anak bawang dalam trading. Saya memandang Anda seperti seorang tokoh yang lebih
berbobot dalam dunia bisnis forex dan memiliki kapasitas ilmu yang dalam dan
mumpuni. Anda sudah membuktikan bahwa Anda telah mampu membuat tabungan
dari trading," kata saya
selanjutnya.
"Wekekekekkee...! Good Luck Nak
Ninjaa, saya bersedia menjadi mentor kamu, tetapi...tetapi... wani piro?
Wekekkekkekee...!" jawab kakek Green
Heart sambil ngakak.
" Hemmm.... Pokoknya, selama kakek disini, di basecamp ini,
kebutuhan sehari-hari kakek saya tanggung, tetapi sehari gak boleh lebih dari
$2,- hahahahaa..!"
"Sebenarnya ada yang lebih
penting dari sekedar duit, Nak Ninjaa. Saya tidak mempersoalkan berapa duit
yang akan kamu kasih ke saya. Saya juga tidak meminta bayaran, tetapi
pertanyaan saya sesungguhnya adalah wani
piro waktumu yang akan kamu luangkan untuk belajar forex ini. Wani piro kesabaranmu untuk kamu
investasikan kepada kesempatan untuk belajar. Wani piro kamu akan mempraktikkan hasil belajarmu. Kamu harus tahu,
belajar forex ini membutuhkan waktu dan kesabaran, juga praktik. Banyak trader
yang gagal juga walaupun sudah bertahun-tahun belajar forex. Namun ada
juga trader yang berjaya setelah belajar forex kurang dari setahun. Ada orang sanggup habis
ratusan dollar untuk menghadiri privat menekuni forex. Tapi
kalau betul-betul hendak belajar forex secara serius, cara terbaik adalah
mencari mentor yang sanggup mengajarkan kepadamu. Namun, apa tidak aneh,
seorang Ninjaa Trader masih mau berguru?"
"Siap! Saya semakin belajar
malah justru semakin merasa bodoh, Kek. Jadi inginnya selalu belajar karena
merasa banyak yang belum saya ketahui," jawab saya dengan nada serius.
“Termasuk saya, Kek...!” kata
Unyil Profitanto yang tiba-tiba gabung ikut ngobrol bersama. Ya, mas Unyil ini
sudah dua hari berada di basecamp dengan harapan dapat pencerahan dari kakek
Green Heart.
"Apa yang telah kamu kuasai
tentang trading, mas Unyil?" tanya kakek Green.
"Banyak kek, saya sudah
mempelajari sistem trading, strategi, psikologi trading, money management. Kang
Ninjaa yang mengajari saya," jawab Unyil penuh percaya diri.
"Kamu masih suka loss?"
tanya kakek Green lagi.
"Bukan hanya loss Kek,
tetapi juga sering MC... hahahahahaa!"
"Haiyah... MC koq bangga! Ya
ya ya... Memang, menguasai ilmu yang kamu sebutkan itu penting, tetapi mengapa
kamu masih sering loss dan MC? Karena kamu baru mempelajari semua itu tetapi belum
menguasai atau melakukan yang harus dilakukan.”
"Nah, itu Kek...! saya
banyak temannya... Hahahahahaa!" Mas Unyil ngakak.
"Wekekekekeke.... Ingat Mas
Unyil, strategi apa pun itu bukan kunci kejayaan. Kunci kejayaan adalah
menguasai ilmu dan take action terhadap ilmunya. Banyak trader sukses di
sekitar kita, mereka bisa. Hampir setiap sistem perdagangan mereka
menguntungkan. Mengapa? Karena mindset mereka telah terpola. Mereka telah
banyak belajar dari pengalaman tradingnya sendiri maupun orang lain.
Mereka sering melakukan trial and error untuk mengetahui sebuah sistem layak di
gunakan atau tidak. Mereka menerapkan money management dengan baik dalam
trading. Mereka melakukan pekerjaannya dengan baik sesuai rencana.
Seperti saya, kamu mungkin telah bersalah dalam hal ini di masa lalu. Mungkin
kamu melakukannya sekarang. Jika kamu belajar kepada mereka, pasti mereka akan
berbagi dengan kamu beberapa cara yang jauh lebih baik dan lebih efektif untuk
merancang sistem perdagangan yang menguntungkan. Mereka bisa menunjukkan kepada
kamu bagaimana proses perdagangan yang sukses.
Pernah saya mendapat cerita dari
Ninjaa Trader, katanya ada teman yang sukses di trading forex ini. Dulunya dia
seorang yang biasa saja; biasa telat setoran angsuran bank (maklum punya
hutang), biasa di rumah saja (maklum gak punya ongkos beli bensin buat
jalan-jalan). Namun sekarang mobil saja dua (katanya satu buat dirinya, yang
lain buat istrinya), rumah orang tuanya dibangun. Pendapatannya dari trading
sekarang.”
"Lalu kunci kesuksesannya
apa ,Kek?" tanya mas Unyil penasaran.
“Lho, tanya tuh, Ninjaa Trader!”
sahut Kakek Green Heart.
"Begini Mas Unyil, yang saya
tahu dia itu disiplin, sabar dan skill melakukan analisa dengan baik. Dia hanya
mencari dalam sehari hanya 10-20 pip dengan sistem compounding. Jika dalam
sehari itu telah memenuhi target, entah dia melihat pasar bagus sekalipun, dia
tidak akan open posisi. Lebih enjoy download MP3…! “ jawab saya menanggapi
pertanyaan mas Unyil.
"Hahahahahahaa... Dia bisa
sukses tanpa keserakahan, Om Ninjaa?"
"Wekekekekeke... saya harus
jujur padamu Mas Unyil, serakah itu relatif. Bagi trader tertentu, kalau dia
merasa bisa menganalisa secara tepat dan hal itu telah teruji dalam sistemnya,
maka kata mereka, 'hukumnya wajib serakah, asalkan tahu rambu-rambunya dan siap
resikonya! Tetapi ingat, hal ini sangat tidak dianjurkan karena menyesatkan
trader pemula!'" jawab saya tegas.
"Salah satu rambu-rambu itu
apa Om Ninjaa?" tanya mas Unyil lagi.
"Modal untuk tujuan itu
adalah hasil profit dan dilakukan oleh trader profesional (bukan pemula),"
jawab saya lagi.
"Saya masih pemula Om Ninjaa,
jadi?"
"Hahahahaa...! Dengerin nih
pendapat saya, “ kata kakek Green menyela pernyataan mas Unyil. “Perdagangan forex bukan philosopi
untuk mendapatkan kaya mendadak. Untuk berhasil kamu memerlukan gairah,
komitmen, dan keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang konsisten! Jika kamu
menyalahi rule dan rambu-rambu itu, yang akan kamu dapatkan adalah bencana.
Kamu butuh waktu untuk seperti mereka itu. Kamu butuh proses menggembleng
mental, butuh waktu untuk menerapkan kedisiplinan dan kesabaran. Sekarang,
design saja rencana untuk perdagangan yang membuat uang di forex. Kita mesti
disiplin dan menggunakan money management dengan ketat. Cobalah kamu melakukan
compounding dengan hasil tradingmu itu. Modal yang kecil dulu, nikmati prosesnya
menjadi seorang trader. Jangan ikut-ikutan seperti mereka, saatnya belum tiba.
Jika telah kamu dapatkan profit yang konsisten, suatu saat kamu akan tahu apa
yang harus kamu lakukan terhadap trading kamu itu. Percayalah pada orang tua
hahahahaa..!
Forex ini sebenarnya satu lahan
duit yang memerlukan kesabaran, displin yang amat tinggi, serta skill melakukan
analisa yg baik. Seorang trader professional bernama Mark Macrae
menyatakan bahwa 70% adalah psikologi, 30% adalah teknikal analisis. Seorang
trader yang baik memerlukan modal yang cukup. Sementara pengelolaan
risiko adalah penting dalam menjamin agar tidak memasuki market dengan kerugian
yang besar. Kemahiran dalam melakukan teknikal analisis adalah sesuatu yang
amat perlu untuk tujuan menganalisa pegerakan harga kedepan,” kata kakek Green
Heart menjelaskan panjang lebar.
"Oh, kalau begitu sebenarnya
trading forex itu bisa sebagai trading for a living, Kek?"
tanya mas Unyil lagi.
"Ya, lihat saja Theo
Francisco Toemion. Pria kelahiran Manado, 21
September 1956, bermula ia melamar ke Bank Indonesia
dan diterima di BI cabang Surabaya.
Kemudian Theo dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di
Jakarta. Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali
mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang
lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan
di sana ia
gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar forex di
Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari bank
sentral di Denmark
dan Belanda, menggeluti cadangan emas di Swis. Theo juga bermain trading forex
atas nama pribadi bukan BI.
Setelah 5 tahun bermukim di
Inggris, Theo sebenarnya ingin pulang ke tanah air, tetapi pemerintah Inggris
mengetahui reputasinya dan memberi izin tinggal tetap. Ia bisa bekerja apa
saja. Dan ketika benar-benar pulang ke Indonesia ia sekaligus minta izin
keluar dari BI untuk masuk ke London School of Economics (LSE). Maksudnya
sebagai batu loncatan untuk bekerja di Bank Dunia atau IMF. Tapi keasyikan
bermain forex membuatnya malas bersekolah.
Saat main trading, pertengahan
1980-an, modal dengkul masih berlaku. Modalnya dipinjami, tapi kalau untung
masuk kantung sendiri. Masa itu tak sulit mereguk untung lantaran pasar gampang
diterka. Dolar AS turun searah. Tapi sejak 1987, peluang
meraup keuntungan makin sulit. Selain pemain makin banyak, modal pun mulai
diatur. Saat itulah Bank Duta terpuruk karena permainan valas.
Soal kesempatan meraup untung memang
tak ada yang lebih cepat daripada main valas. 'Saya masih ingat, hanya dengan
mengangkat telepon dari vila
di Puncak sambil main gaple dan makan pisang goreng, bisa dapat US$ 60.000
semalam,' begitu katanya.
Telepon saat itu memang
diibaratkan cangkulnya buat cari makan. Juga berbagai perangkat komunikasi.
Baik untuk bertransaksi ke seluruh dunia, memantau pasar yang berjalan 24 jam
sehari, juga melihat kerugian dan keuntungan uangnya.
Theo tak terikat pada suatu
lembaga keuangan. Kalau mau main valas, ia sendiri yang menentukan.
Kemudian ia mendirikan perusahaan jasa konsultasi pasar uang Speed
Currency. Ia mempekerjakan 4 orang yang, selain mengolah analisis, juga
bertindak sebagai fund manager. 'Mereka jago-jago yang tak bisa dianggap remeh,
karena lewat tangannya sering terjadi transaksi miliaran dolar,' kata Theo
suatu saat.
Karena bekerja di rumah, Theo tak
terikat pada aturan dan jadwal kerja yang pasti. Ia adalah pegawai bagi dirinya
sendiri. Juga pegawai yang mengantar anak-anak ke sekolah, menemani mereka
bepergian, bahkan mendampingi saat mereka mau tidur."
"Begitu indahnya, para
trader yang sukses ya Kek. Bapak Theo ada tawaran pekerjaan bagus di Indonesia tapi
dia menolak dan lebih milih jadi seorang trader."
"Ya, mereka bisa. Mengapa
kita mengatakan tidak bisa? Kemauan dengan penuh kecintaan, maka penuh gelora
semangat untuk bisa mendapatkannya," tambah saya turut memberi motivasi
kepada mas Unyil.
"Ya, Om Ninjaa. Menjadi
pedoman bagi saya, ‘Pertama kali trading
saya banyak membaca artikel-artikel forex di internet, dan semua situs web
tentang forex mengatakan bahwa hampir semua trader pernah merasakan pahitnya
MC. Dan selama itu yang menjadi pegangan utama saya selama trading -Pokonya
jangan MC-, bagaimanapun caranya. Seolah-olah saya ingin masuk
dalam Guinners World Record sebagai trader yang tidak pernah merasakan MC
bahkan di demo sekalipun. Tetapi kenyataannya saya MC berlanjut!
Hahahahahaaa….. ! Akhirnya, yang jadi pegangan saya dalam trading bahwa
jika orang berkata bahwa tidak ada sistem trading yang sempurna maka saya akan
mengatakan bahwa masing-masing dari trader itulah yang akan membuat sistem itu
sempurna dengan gaya tradingnya, begitu Om Ninjaa!"
"Ya ya ya...!” Kakek Green
Heart manggut-manggut dan tidak bicara banyak, sepertinya mengantuk.
“Oke deh, Kek. Istirahat dulu. Biarlah
saya dan mas Unyil melanjutkan obrolan ini,” pinta saya kepada kakek Green
Heart.
"Siap, Nak Ninjaa! Silahkan
dilanjutkan!” jawab kakek Green Heart seraya meninggalkan kami berdua.
Sementara angin semilir menerpa
wajah dan tubuh laki-laki itu, dan akhirnya tak lama kemudian kakek Green Heart benar-benar
tertidur di sofa ruang tamu basecamp...! Saya dan mas Unyil masih asyik ngobrol
seputar forex.












huahahhahahahahaha
ReplyDeleteArtikel yang cukup memotivasi gan,, :)
ReplyDeleteMohon bimbinganya,baru belajar trading...
Salah satu tips terbaik untuk trading adalah memulai dengan jumlah dana kecil. Setelah profit konsisten baru tambah. Jumlah dana yang besar tidak menjamin trading lebih mudah. Sama saja. Jika Anda tidak bisa trading dengan baik, pakai uang sejuta, semilyar, setriliun tetap saja akan habis
ReplyDelete