INSPIRASI TRADER INDONESIA

VPS Hosting
Showing posts with label teknikal analisis. Show all posts
Showing posts with label teknikal analisis. Show all posts

RAHASIA SUKSES TRADER TEKHNIKAL

Dalam pelajaran trading yang disimpulkan dari kisah horor si tuan serakah, telah dipahami bahwa profesi dan latar belakang trader tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan di dunia trading. Prinsip itu pun berlaku bagi keahlian analisa seorang trader.

Hanya karena analisa teknikal berakar dari perhitungan matematis, bukan berarti setiap ahli matematika bisa selalu menjadi trader teknikal terbaik. Kenyataannya, mereka yang menganut analisa teknikal datang dari beragam latar belakang, dengan pola kebiasaan dan gaya trading yang tak kalah bervariasinya. Ada yang berkali-kali membuka posisi dalam sehari, tapi ada pula yang tak membuka posisi apapun meski sudah memantau chart selama berjam-jam.

Apapun gaya para trader teknikal sukses, ternyata ada 10 rahasia sukses trader teknikal yang selalu mereka terapkan. Kesepuluh kiat itu dirangkum dalam edisi kedua "Technical Analysis for Dummies", buku karangan Barbara Rockefeller. Apa sajakah rahasia sukses trader yang diungkapkan dalam buku tersebut?

1. Abaikan Kata Orang, Fokus Hanya Pada Chart

Esensi analisa teknikal adalah menggunakan pengamatan harga di chart sebagai basis pengambilan keputusan buy atau sell. Sebagai teknikalis sejati, Anda tak perlu pusing-pusing memikirkan apa kata para ahli tentang peluang di chart Anda. Bagaimanapun juga, grafik trading harusnya diatur sesuai setup teknikal Anda sendiri, sehingga tak ada gunanya memperhatikan opini orang lain yang setup chart-nya tidak sama dengan kepunyaan Anda.

Lebih dari sekedar mengabaikan simpang siur analisa dari orang lain, trader teknikal juga tidak banyak memperhitungkan pengaruh dari faktor fundamental. "Chart harga sudah mengandung semua informasi yang perlu digunakan seorang trader teknikal. Event besar berdampak tinggi biasanya mengalahkan teknikal dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu. Bagi trader teknikal, cara terbaik menghadapi momen seperti itu adalah exit dan tunggu," ungkap Barbara Rockefeller.

2. Berteman Dengan Trend

Perlu dipahami, definisi trend bagi setiap trader bisa berbeda-beda. Menurut Barbara, ada trader yang mengidentifikasi sebuah trend dari pergerakan 6 candlestick di time frame 10 menit, ada pula trader yang baru mengkonfirmasi trend dari pergerakan ratusan candlestick di time frame mingguan.

Apapun cara Anda mengenali trend, tanamkan pemahaman bahwa trend bukanlah sesuatu yang patut dimusuhi. Trader teknikal bertindak sesuai apa yang didapatkan dari analisa chart, bukan berdasarkan prediksi yang belum ada basisnya. Apabila trend harga masih terus menguat, trader teknikal tak akan gegabah melawan trend. Inilah rahasia sukses trader yang sebenarnya sudah menjadi pengetahuan umum, tapi jarang direalisasikan, karena banyak trader terlalu fokus pada peluang reversal yang kadang terlalu "dipaksakan".

3. Tak Ragu Menutup Posisi

Pernahkah Anda mendengar istilah "buy and hold"? Di zaman dulu, teknik beli dan tahan mungkin difavoritkan karena dianggap bisa memaksimalkan keuntungan trading. Tapi di masa sekarang, cara seperti itu kurang realistis diterapkan, terutama bagi trader jangka pendek atau mereka yang bemodal cekak.

Kenyataannya, terus-menerus membiarkan posisi ter-floating tanpa rencana exit yang jelas sangatlah tidak disarankan dalam trading forex. Selain membutuhkan upaya maksimum karena Anda perlu siaga memantau chart, teknik seperti itu kurang terintegrasi dengan sistem manajemen risiko.

Dalam hal ini, rahasia sukses trader teknikal terletak pada kesiapan mereka untuk menutup posisi trading, baik yang sudah profit maupun loss. Prinsipnya, jika sudah profit sesuai target maka jangan ragu untuk close, dan apabila loss sudah mencapai batas toleransi risiko, maka segeralah tutup posisi.

4. Bertanggung Jawab Terhadap Trading Sendiri

"Dalam pengambilan posisi trading yang benar, tidak ada yang namanya hasil tak terencana atau sekedar keberuntungan," ujar Barbara Rockefeller. Menurutnya, setiap trader teknikal haruslah sudah merencanakan semuanya di awal dan dapat mempertanggungjawabkan setiap perolehan trading, entah itu loss ataupun profit. Dengan cara itulah trader dapat dikatakan telah berhasil menerapkan kedisiplinan.

Jika trader tak dapat bertanggung jawab, itu artinya ia tidak trading berdasarkan rencana trading yang disusunnya sendiri. Apakah itu disebabkan oleh dorongan emosi trading, atau justru dikarenakan mengikuti saran orang lain, gagal konsisten terhadap trading plan sendiri akan berakibat fatal pada masa depan seorang trader.

Bagi trader teknikal yang cenderung berpikiran sistematis, seharusnya tidaklah sulit untuk senantiasa menerapkan trading plan. Namun kadang kala, faktor emosi masih sering mendominasi mereka yang masih awam. Dalam hal ini, rahasia sukses trader untuk mengantisipasi hal itu adalah, berprinsip pada ide yang senada dengan ucapan Barbara Rockefeller di awal bab ini.

5. Menghindari Euforia Dan Rasa Putus Asa

Kiat ini merupakan salah satu tips ampuh memberantas rasa ingin mangkir dari trading plan. Mengapa? Karena emosi trading yang merusak kedisiplinan seringkali disebabkan oleh euforia ketika mendapat profit beruntun, atau perasaan putus asa setelah sering loss.

Sebagai trader teknikal, Anda tak semestinya membiarkan emosi-emosi tersebut mengubah cara trading yang sudah direncanakan sedari awal. Sebanyak apapun keuntungan yang didapat dari profit beruntun, atau sebesar apapun kerugian yang diderita akibat loss, jangan terpancing "memperbaikinya" dengan mengubah cara trading sesuka hati. Jika memang perlu diadakan perbaikan, maka lakukan setelah melalui proses evaluasi trading yang rasional.

6. Tidak Terobsesi Membuktikan Diri

Membuktikan kebenaran analisa sudah menjadi penyakit umum di kalangan trader. Jika ingin sukses dan bertahan lama di dunia trading, hindari penyakit itu sebisa mungkin. Kekurangan ini mendorong seorang trader untuk menyangkal sifat alamiahnya sebagai manusia; bahwa setiap orang pasti pernah salah.

Alhasil, ia akan sulit menerima kerugian karena menganggap analisanya selalu benar. Ketika posisinya sudah merugi, trader tersebut akan bersikeras untuk mempertahankan tradingnya, dengan alasan harga sebentar lagi akan berbalik. Jika sudah seperti itu, ia sudah lupa bahwa memprediksi pergerakan harga tak bisa sekedar bermodalkan "harapan". Oleh karena itu, rahasia sukses trader dalam hal ini masih berkaitan dengan psikologi trading. Tanggalkan ego jika ingin berhasil menjadi trader, sebab untuk profit tidak harus selalu benar.

7. Bisa Mempertahankan Konsistensi

Menjadi trader teknikal yang sukses tak hanya berfokus pada kemampuan melakukan analisa, tapi juga mengenali arti penting pengelolaan risiko. Untuk apa bisa membuktikan kebenaran analisa jika tak bisa profit secara konsisten? Kualitas seperti itu hanya diperlukan oleh analis, bukan seorang trader.

Menurut Barbara Rockefeller, ada 3 alasan mengapa trader teknikal gagal mempertahankan konsistensi keuntungan, di antaranya adalah:

    Tidak pernah menggunakan stop loss.
    Sering menggeser stop loss berdasarkan sinyal indikator yang belum di-backtest.
    Terlalu percaya diri dan menganggap market akan bergerak sesuai perkiraan sendiri.

Jadi apabila Anda ingin meningkatkan konsistensi trading, menghindari 3 tindakan di atas bisa menjadi permulaan yang baik.

8. Memahami Kaidah Backtest Indikator

Hanya karena suatu indikator berfungsi dengan baik pada data historis, bukan berarti tool tersebut akan selalu menyajikan hasil serupa di masa depan. Barbara menekankan bahwa seorang trader teknikal yang baik selalu menggunakan persepsi realistis saat melakukan backtest.

Sekalipun hasil backtest Anda mengatakan jika indikator tersebut bisa membawa presentase profit 80%, jangan terlalu berpatokan pada angka tersebut, karena perhitungan itu hanya didasarkan pada harga di masa lalu. Para trader teknikal profesional mengukur keberhasilan sistem bukan dari kesesuaiannya terhadap hasil backtest, tapi pada tingkat profitabilitas secara keseluruhan. Jika rasio profit-loss akhirnya masih melebihi 1:1, maka kinerja suatu indikator belum layak dikatakan gagal.

9. Realistis Dalam Menentukan Position Sizing

Rahasia sukses trader yang satu ini berpedoman pada apa yang ada di chart, sesuai prinsip teknikalis pada umumnya. Manfaat menggunakan indikator dalam analisa teknikal bisa digunakan untuk mengukur peluang keberhasilan, sehingga dari sini trader dapat menyesuaikan position sizing-nya secara ideal

Katakanlah Anda berencana entry trading dengan stochastic dan konfirmasi price action. Apabila sinyal hanya muncul dari stochastic, tentu Anda akan ragu untuk mengambil posisi besar. Sementara jika sinyal stochastic turut dikonfirmasi oleh price action, maka hal itu akan semakin meningkatkan peluang keberhasilan, sehingga dapat menjadi landasan Anda untuk memperbesar ukuran trading.

10. Melakukan Diversifikasi

Rahasia sukses trader yang satu ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan memiliki 2 artian, yaitu:

    Diversifikasi indikator: "Anda dapat meningkatkan probabilitas trading dengan menggunakan konfirmasi indikator-indikator dari jenis yang berlainan (misalnya: indikator trend dengan oscillator, support resistance dengan price action, dsb.). Sebaliknya, Anda tak akan mendapat probabilitas meyakinkan jika berkonsultasi pada 2 indikator dari golongan yang sama," kata Barbara Rockefeller.

    Trader wanita yang gemar bermain dengan bar dan candlestick ini menggunakan indikator Momentum dan RSI sebagai contoh. Menurutnya, jika kedua indikator itu digunakan bersamaan, tak ada informasi tambahan yang diperoleh trader. "Perluas cakrawala Anda dengan mencari konsep indikator lain, daripada memaksa indikator-indikator itu untuk memberikan parameter yang Anda inginkan," imbuhnya.

    Diversifikasi aset: Sebagai trader forex, Anda dapat mulai dengan bertrading pada pair-pair yang berbeda. Ilmu korelasi pair bisa dimanfaatkan untuk mencari pasangan mata uang mana saja yang berpotensi dalam strategi diversifikasi Anda.


Kiat Menerapkan Rahasia Sukses Trader Teknikal

Secara keseluruhan, berbagai tips di atas meruncing pada suatu kesimpulan, di mana pemahaman terhadap hal-hal di luar perhitungan teknikal menjadi intinya. Jadi persoalan menjadi trader teknikal sukses tak hanya berfokus pada indikator mana yang digunakan, tapi juga pengelolaan emosi dan risiko yang baik.



Sumber: seputarforex.com
Share:

Apakah Trading Forex Sama Saja Dengan Judi Online?


Sebelumnya, apakah Anda sudah mengerti apa itu definisi dari kata "Judi"?

"Judi adalah sesuatu yang menjanjikan kemenangan dan kekayaan. Tetapi dalam kenyataannya kemenangan dan kekayaan itu palsu." - Roma Irama

Untuk lebih lengkapnya Anda bisa dengerin lagunya "JUDI". Hehehee

Ada juga dari sumber lain yaitu Ensiklopedia Indonesia, disebutkan bahwa judi  adalah; 

”Suatu kegiatan pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan, permainan atau kejadian yang hasilnya tidak dapat diduga sebelumnya “.

Tentu saja bagi seorang Trader (Forex) yang mempertaruhkan uangnya dalam trading yang dianggapnya sebuah permainan, tanpa ada hasil yang dapat diduga, maka seorang Trader tersebut bisa jadi telah melakukan perjudian.



Kenapa bisa seperti itu?

Coba lihat pemahaman beberapa orang mengenai Trading Forex ini.

TRADING = BERJUDI
BROKER = BANDAR
TRADER = PENJUDI
JUDI = KADANG MENANG, KADANG KALAH
JUDI = SEKALINYA MENANG, MENANG BANYAK
JUDI = SEKALINYA KALAH, KALAH BANYAK (BANGKRUT)

Dilihat dari pemahaman diatas, Trading rasanya seperti judi bola. Karena kita belum memiliki ilmu dan analisis yang baik untuk trading, maka trading kita akan seperti memilih pemenang antara Manchester United VS Chelsea. Karena itu kalo tanpa ilmu, tentu saja seorang Trader akan terkesan sama saja dengan seorang yang melakukan Judi Online.

Salah satu hal yang membuat Forex menjadi sebuah perjudian adalah dari dalam diri trader itu sendiri. Mereka yang berjudi adalah mereka yang mempertaruhkan uangnya di pasar forex dan mengharapkan keuntungan dengan hanya menggantungkan pada faktor keberuntungan.

Misal pada pertandingan Manchester United VS Chelsea. Apakah pertandingan sepak bola sama halnya dengan judi? Tentu tidak bukan. Tapi beberapa orang menjadikannya perjudian di dalam pertandingan sepak bola itu dengan mempertaruhkan uanganya pada pemenang.


Mari kita pahami lagi mengenai apa itu judi dan trading, apa perbedaanya, dan apa yang membuat trading terkesan menjadi judi.

Pertaruhan
Dalam judi tentu saja selalu ada pertaruhan, namun sesungguhnya ini berbeda dengan trading yang ada di forex. Yang kita lakukan pada Trading Forex adalah perilaku jual-beli (Buy atau Sell). Bukan dengan sengaja melakukan taruhan dengan pihak lain.

Broker = Bandar?
Broker Forex hanyalah sebuah perantara dalam dunia trading. Broker dapat menerima keuntungan dari komisi, baik saat trader itu untung maupun rugi. Broker Forex tentu saja akan tetap menerima komisi atas penyediaan platform trading dan administrasi lainnya dalam bentuk komisi ataupun spreads. Jadi broker itu bukan bandar yang mendapatkan keuntungan dari trader yang kalah.

Faktor Keberuntungan
Kondisi market sebenarnya selalu bisa di prediksi menggunakan sebuah bidang ilmu yang biasa para trader Indonesia sebut dengan analisa fundamental dan analisa teknikal. Keberhasilan trader sangat bergantung pada kemampuan nya dalam menganalisa. Tentu saja bukan bergantung pada faktor keberuntungan, seperti layaknya judi online.

Ada pula dalam ijtihad pada hukum Islam ada 2 pendapat yang biasanya berakhir dengan perbedaan.

1. Pendapat I mengatakan bahwa segala sesuatu itu boleh dikerjakan, asalkan tidak ada dalil yang melarang. 
2. Pendapat II mengatakan bahwa segala sesuatu itu tidak boleh dikerjakan, boleh dikerjakan kalau ada dalil yang membolehkan.

Jadi Trading ini boleh dikerjakan atau tidak?

Tentu saja jika hal ini diperdepatkan tentu saja tidak akan selesai sampai kedua belah pihak yang memperdepatkannya menemui kesepakatan.



Saya sendiri tentu menganggapnya trading forex adalah sebuah bisnis halal yang dalam pengembangannya diperlukan pengendalian diri, kemampuan pengelolaan uang dan kemampuan analisis yang baik.

Apapun pendapat Anda mengenai trading ini judi atau bukan, yang penting kita awali semuanya dengan bacaan basmallah. Kita berdoa agar rejeki yang kita terima dari forex adalah halal. Dan kemudian jangan lupa kalo 2,5% harta milik kita adalah milik anak yatim dan fakir miskin. Karena itu jangan lupa untuk selalu membayar zakat.
Share:

Teknis Analisa Dollar: Donald Trump dan The Mighty Dollar


Donald Trump sangat berpotensi membawa bank sentral, untuk mendukung pasar sementara dollar Amerika (USD). Namun, sejatinya membuat Trader bingung untuk menganalisis pasar. Karena dollar Amerika memang mulai melemah pada Yen Jepang dan EUR.


Grafik di atas menunjukkan pendakian tajam DXY dari posisi terendah kemarin malam.


Ya, melanjutkan post tadi, ini adalah Teknis Analisa Dollar hari ini. hehe

Poin:
- Teknis Strategi Dollar: Trend Naik Terguncang
- Penguatan Dollar Setelah Pidato Trump
- Pilihan Market Menjelaskan Kelemahan Awal DXY (Dollar Index Spot), dan Sekarang Mulai Menguat





Share:

CARA MENGGUNAKAN INDIKATOR MOVING AVERAGE

Cara Menggunakan INDIKATOR Moving Averages di Forex

Menggunakan indikator moving average untuk menilai arah tren termasuk  model analisa tertua dari analisis teknis dan tetap menjadi salah satu indikator yang paling umum digunakan. Manfaat utama yang disediakan oleh moving average adalah untuk mengurangi  "noise" (fluktuasi nilai) yang membuatnya sulit untuk secara akurat menginterpretasikan data nilai tukar real-time. Moving average "memuluskan" fluktuasi ini, sehingga memudahkan Anda untuk mengidentifikasi dan mengotentikasi tren harga pasar potensial dari fluktuasi naik-turun tingkat normal untuk semua pasangan mata uang.

Semua trader mencari dan berusaha menemukan tren saat mempelajari data harga. Trader juga berusaha untuk mengidentifikasi titik pembalikan tren untuk trading yang menguntungkan. Buy atau Sell, indikator Moving average dapat membantu dalam kedua hal. Moving average boleh juga dikonfirmasikan dengan jenis lain dari analisis teknis - terutama Bollinger Bands dan  Stochastic.

PELAJARAN : moving average

Keuntungan Menggunakan Moving Averages:


Moving average lebih mudah untuk meneliti trend yang terjadi dengan setiap periode.
Harga bergerak dan update -mengikuti harga bergerak.



Periode  20 Moving Average
Periode 20-Moving Average ke Real-Time:Semakin besar tingkat volatilitas harga, semakin besar kelihatan sinyal "palsu"  yang dihasilkan. Ini disebabkan fluktuasi harga... makanya moving average dalam penggunaannya harus ditemani dengan alat lain untuk mengurangi sinyal palsu ini. Terpenting untuk memahami setiap periode salah satunya ya dengan cara mengamati saat harga bergerak dan perhatikan karakternya.




Jika Anda ingin menggunakan MA moving Average ini lebih baik, anda kumpulkan informasi berkenaan dengan indikator ini dan pelajari hingga tuntas tas taaas...


sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html

Share:

APA ITU ANALISIS TEKNIKAL?

testimoni

Sedikit kita bahas analisis teknikal.  Apa itu Analisis Teknikal? Analisis teknikal mencoba untuk menganalisa pergerakan harga di masa depan dengan memeriksa data pasar masa lalu. Kebanyakan trader menggunakan analisa teknis untuk mendapatkan "gambaran besar" pada sejarah harga.. Sebagian besar analis teknis membuat asumsi kunci: Semua fundamental pasar yang tercermin dalam data harga. Jadi kadang, faktor fundamental pasar lainnya tidak perlu dipelajari. Sejarah bisa terulang, sering biasa, pola yang dapat diprediksi. Pola-pola ini, yang dihasilkan oleh pergerakan harga, yang disebut sinyal. Tujuan Seorang analis teknis adalah untuk mengungkap sinyal pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu. Harga bergerak dalam tren. Analis teknikal percaya fluktuasi harga yang tidak acak dan tidak dapat diprediksi. Setelah trend dibentuk, biasanya akan berlanjut untuk suatu periode tertentu. Masuk dan keluar - pada waktu yang tepat bagi tradermengandalkan grafik harga, grafik volume dan representasi matematika lainnya dari data pasar (disebut studi) untuk menemukan entri yang ideal dan exit point untuk perdagangan.

Beberapa studi membantu mengidentifikasi tren, sementara yang lain membantu menentukan kekuatan dan keberlanjutan bahwa tren dari waktu ke waktu. Analisis teknis dapat menambahkan disiplin dan meminimalkan emosi dalam rencana trading Anda.

Sementara tidak ada sistem yang sempurna, analisis teknis hanya membantu Anda melihat rencana trading Anda lebih objektif dan tanpa perasaan. Grafik harga jenis Bar chart Jenis yang paling umum digunakan di luar negeri,  Setiap bar merupakan periode waktu - "periode" sesingkat 1 menit atau selama periode tertentu. Seiring waktu, grafik candleistik dapat menunjukkan pola harga yang berbeda. Charts Candlestick , masing-masing candlestick menunjukkan tinggi, rendah, pembukaan dan harga penutupan untuk periode waktu yang diwakilinya. Pola candlestick lebih memiliki efek visual yang mereka kembangkan.

Ada yang senang terhadap penggunakan indikator. Kekuatan Indikator kekuatan menggambarkan intensitas dari opini pasar pada harga tertentu dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume atau open interest adalah bahan dasar dari indikator kekuatan.  "Volatilitas" mengacu pada besarnya sehari-hari fluktuasi harga, apa pun tren arah mereka. Perubahan volatilitas cenderung mengantisipasi perubahan harga. (Contoh: Bollinger Bands) . Indikator siklus menentukan waktu pola pasar tertentu. (Contoh: Elliott Wave) Dukungan / Resistance Support dan resistance menggambarkan tingkat harga di mana pasar berulang kali naik atau turun.. Fenomena ini disebabkan pasokan dasar dan permintaan. (Contoh: Trend Garis) Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren karena berlangsung dari waktu ke waktu. Momentum adalah tertinggi ketika tren dimulai dan terendah ketika tren berubah. Ketika harga dan momentum menyimpang, itu menunjukkan kelemahan. Jika harga ekstrim terjadi dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (Contoh: Stochastic, MACD, RSI)

Demikian sekilas info.  jika anda belum memiliki buka MTS silahkan klink link berikut:
www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

SERBA SALAH DENGAN INDIKATOR

Anda pernah menyadari hal ini, saya yakin.. serba salah dengan penggunaan indikator. Apalagi jika sebelumnya sebagai pengagum indikator.. suatu saat menghadapi market berbeda, malah nyumpah-nyumpahin indikator...! Sebagai indikator sampah... Hehehehe...

Ya memang sih indikator itu gak 100% tepat dan kadang malah bikin sesat, pergerakan indikator itu tercipta karena  pergerakan pasar bukan sebaliknya. Ini sudah menjadi rahasia umum, cuma bagi pemula yang belum tahu kan bisa mendewa-dewakan indikator bahkan rela beli indikator... mahal.Ya maklum, namanya saja belum ngerti ya Mas...!

Jika murni berpatokan pada indikator yang ada misal MA, stochastik, RSI, support resistance dll, nanti yang terjadi muncul juga..pernyataan kecewa: "Padahal sudah RSI dan stochastik sudah oversold... sudah melewati support 3... koq masih terus nih harga berlari, mana floating sudah banyak begini....! Hix hix hix hix,... Ini ungkapan-ungkapan standar trader pemula hehehehehe

Yah, jadi serba salah...: tidak menggunakan indikator bingung menentukan posisi... menggunakan indikator juga salah... OP masih gak ada yang bener...!

Okey, sekarang ganti indikator.... Dicobalah indikator baru ini... hasil berburu satu malam penuh... khakhakhakhakhaa.... Sudah ganti indikator....Dipasang, sekarang  indikator sudah memberikan signal bahwa harga akan naik, hati sudah yakin kalau harga juga akan naik, temannya yang disebelah sudah OP duluan, dan dengan semua pertimbangan kita pun ikut OP, eee,,, tiba-tiba harga berbalik meluncur. Awalnya masih santai karena minusnya masih kecil. Nggak lama setelah itu kita sudah mulai ragu, karena harga terus turun. Membuang minus psikologi kita nggak terima, mau dibiarkan koq ya sekarang indikatornya bergerak berbalik...... Sekarang sinyalnya menjadi turun. Serba salah lagi...! Pikiran mulai mencoba menenangkan diri, "ah, paling bentar lagi naik, ah ini cuma lagi retrace sebentar, harga lagi cari angin.... dll), singkatnya OP kita salah dan loss.

Ternyata, Indikator tidak menjamin arah pergerakan. Tambah bingung lagi kan?

Lagi bingung, masuk grup belajar forex, hemm... ada yang posting indikator baru... khakhakhakhaa... Jika Anda belum paham benar tentang indikator itu, tancap gas untuk cepat mencari tahu; download dan tanya-tanya seputar indikator itu dan penggunaannya. Praktekkan... belum habis dipraktekkan, sudah ketemu dengan indikator baru lagi.. maklum,, karena rajin belajar jadi tekun buka web-web belajar forex.... bertemu dengan strategi dan indikator baru... indikator edisi yang lama ditinggal dulu.. khakhakhakha

Begitu seterusnya sampai Anda capek lalu berganti bab belajar: sekarang belajar candle pattern. Ya ya ya... bagus.  Dari begitu banyaknya system yang beredar, system ini memang dapat digunakan sebagai referensi karena sangat simple dan cukup bagus juga sih... Cuma menurut saya system ini mempunyai kelemahan sbb :
1. Kita harus full time melihat pergerakan pola candle.
2. Tidak setiap saat pola candle terbentuk, artinya kita harus sabar melihat untuk OP (menunggu pola candle yang benar2 tepat)

Dalam menanti pola-pola candle itu muncul, nah.. sekarang tangannya yang gak kuat untuk OP. Kelamaan menunggu pola candle terbentuk hehehehe..padahal sudah tidak sabar ingin OP. Bagaimana coba, maunya apa sih kalau sudah begini?

Okey, mungkin kelemahan itu bisa dibantah... tidak apa-apa. Mungkin Anda sudah paham dalam penggunaan time frame. TF yang anda gunakan jika anda menggunakan TF H1 untuk memantau,maka anda hanya perlu mamantau 1 jam sekali...jika anda menggunakan TF H4, maka hanya perlu memantau 4 jam sekali..dan sebagainya. Jadi okey, tidak perlu melototi chart. Tetapi  statement yang ke 2 tentang "Tidak setiap saat pola candle terbentuk, artinya kita harus sabar melihat untuk OP (menunggu pola candle yang benar2 tepat)." itu benar banget.. Tidak setiap pola terbentuk kita masuk..kita hanya masuk saat Candle berada pada Trendline atau pada titik support atau resistence. Saya suka model begini...! Nah, ini kan PR baru buat Anda jika sudah capek dengan indikator... Anda perlu pelajari tentang trendline dan support resistance untuk melengkapi belajar candlestick.  Selain indikator, CandleStick harus menjadi salah satu tools dalam trading system Anda..!

Nah, sekarang sudah meningkat kepada candlestick plus chart pattern, trendline dan support resistance... baru berfikir, " Apakah pengetahuan dan kepercayaan terhadap indikator menjadi sia-sia?" Ya gak laaah... Proses belajar dan memahami beberapa indikator juga merupakan tahapan dalam belajar menjadi trader yang baik. Bahkan menurut saya, pemahaman tentang indikator juga masih perlu koq... kan tidak selamanya indikator itu jelek, jeleknya kan saat Anda loss saja... Anda yang njelek-jelekin indikator khakhakhakahakha... Kalau indikatornya sih tetep bagus.. bikinnya saja sulit, pasti gak satu hari jadi.. Iya kan? Biar tidak berprasangka buruk tentang indikator; anggap saja candlestick juga indikator.

Anda masih ingin informasi yang membuat Anda tambah bingung? khakhakahkahkaha

Okey, dari tadi kita sudah bahas tentang analisa technikal... bagaimana para fundamentalis? Oh ya kalau trader amalisa technikal biasanya disebut para chartist. Mereka percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan. Tuh kan? beda lagi... khakhakhakhakhaaa....!

Maunya apa ini? Tadi sudah dibuat serba salah dengan indikator, sekarang adanya fundamental yang termasuk bagian dari analisa terhadap forex itu sendiri...dan pola trading menjadi berubah.


Tenang saja, secara technikal Anda pun bisa meraup profit koq hehehe. Para chartist, melalui chart inilah mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Jika Anda telah mampu mengetahui 4 hal tersebut, tentu saja keuntungan besar segera akan mengalir deras ke kocek Anda koq.


Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus menerus di asah.

Bagaimana para fundamentalis? YA sama saja memiliki peluang... Cuma saja Butuh waktu untuk memperoleh informasi, seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang dan lebih cocok diterapkan pada long term.

Pokoknya: Tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang peranan penting disini.
Share:

Strategi Trading Yang Mudah dan Sederhana (Probabilitas Tinggi Dalam Profit)


Pernahkah Anda menemukan diri Anda pada "posisi yang salah dari perdagangan"? Anda buy dia turun, Anda sell dia naik, Anda tinggal sempat profit tetapi begitu Anda kembali di depan chart, eh sudah minus lagi dan Take Profit belum tersentuh. Banyak trader mengalami hal ini, dan pemula akan selalu mengalami hal ini. Ya ya ya…Salah satu masalah yang mereka miliki adalah dalam menentukan arah tren itu benar. Dan, menentukan trend ini macam-macam. Namun buatlah yang mudah dan sederhana.

Penggunaan Garis trend
Trendline adalah garis pembatas yang menghubungkan dua atau lebih bagian bawah berturut-turut (menggambarkan kekuatan bullish) atau garis pembatas yang menghubungkan dua atau lebih berturut-turut puncak (menggambarkan kekuatan bearish). Sebuah trendline dapat ditarik di sepanjang bagian atas downtrend, atau di sepanjang bagian bawah uptrend.

Sideway (Rentang Pasar Bound) terjadi ketika kenaikan harga berhenti di tingkat yang sama dari kenaikan sebelumnya, dan ketika harga menurun berhenti di tingkat yang sama dari penurunan sebelumnya.

Dalam sebuah tren menurun, setiap penurunan harga turun ke tingkat yang lebih rendah dari penurunan sebelumnya dan menghentikan kenaikan harga masing-masing pada tingkat yang lebih rendah dari kenaikan sebelumnya. Tren penurunan juga dikenal sebagai downtrend.

Trend muncul saat harga akan ke atas atau ke bawah selama periode waktu tertentu. Dalam tren yang meningkat, setiap kenaikan harga mencapai tingkat yang lebih tinggi daripada kenaikan harga sebelumnya dan menghentikan penurunan masing-masing pada tingkat yang lebih tinggi dari penurunan sebelumnya. Tren ini juga dikenal sebagai uptrend.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Garis Trend

1. Kerangka waktu yang lebih Panjang. Jika TF lebih panjang, garis trenline yang lebih valid . Contohnya sebuah trendline jangka waktu bulanan akan lebih valid dari jangka waktu seminggu.

2. Kekuatan Trendline. Semakin panjang trendline, akan lebih valid. Trendline yg menunjukkan pola utama periode yang lebih lama, lebih penting daripada garis trend yg pendek.

3. Trendline dengan Jumlah Hit. Harga lebih sering bertemu garis tren, garis tren akan lebih valid. Sebuah garis tren yang terkena 3 kali dengan harga sinyal lebih valid dari garis tren yang hanya menerima 2 hits.

4. Sudut trendline.  Semakin curam garis tren, artinya semakin cepat aksi dari sekelompok trader. Sebuah garis trend yang memiliki sudut 60 derajat menunjukkan aksi lebih cepat dari sekelompok trader dari 45 derajat trendline.

5. Jumlah Volume Perdagangan terhadap arah pergerakan harga. Volume perdagangan yang lebih besar yang bergerak dalam arah yang sama dari garis tren, trendline lebih valid. Jika harga bergerak ke arah garis tren dengan volume yang lebih besar, itu menegaskan tren. Jika harga menarik kembali ke garis tren dengan volume yang lebih kecil, juga menegaskan tren.

Maka bisa dibuat semacam garis Chanel Trend ... Untuk lebih menegaskan pembacaan tren.

Penggunaan Indikator

Menggunakan indicator sah-sah saja… Yg penting Anda merasa nyaman.. Ok sepakat?

Indikator yang memberitahu Anda arah trend pada chart, tidak ada aturan yang baku. Setiap Time Frame juga mengimajinasikan gambaran tren yang berbeda, tetapi setidaknya Anda harus memiliki imajinasi tren ini dalam sebuah indikator.  Ada yang disebut periode 50 Simple Moving Average (SMA). Setiap paket charting akan memiliki rata-rata bergerak yang sederhana dalam kemasannya. Oleh karena itu semua itu harus Anda lakukan yakni mengisi jumlah periode yang Anda inginkan (yaitu 50).

Entri "Indikator" adalah Stochastics Slow dengan pengaturan 14,3,3. Ini mungkin bukan pengaturan default, tetapi sekali lagi, setingan ini dapat dimasukkan ke dalam parameter ketika Anda memuat indikator ini. Ya, daripada bingung Anda bertanya-tanya periode yang tepat berapa ya..? hehehehe… (maaf pemula kesindir) ya serahkan saja kepada yang memiliki ide.

Indikator trend (50 SMA) akan menunjukkan "jangka menengah" arah trend pada time frame pilihan Anda. Saya sarankan menggunakan setidaknya 1 jam atau 4 jam grafik dengan indikator ini. Anda bahkan dapat menggunakan daily chart jika Anda seorang trader jangka panjang (long term). Tidak direkomendasikan  ketika Anda menggunakan frame waktu di bawah 1 jam (60 menit). Sekali lagi, karena ini dalam rangka mengidentifikasi tren.

Pastikan untuk menggunakan Frame Probabilitas Waktu Tinggi!

Fokus pada 1 jam atau 4 jam grafik, biar tidak ribed. Perhatikan dan imajinasikan pergerakan candle,  grafik dan indicator Anda untuk menemukan arah trend yang jelas.

Ketika tren tidak jelas (seperti ketika perdagangan sideways, menyeberang ke atas dan ke bawah SMA, ini sering terjadi). Namun bagaimana menentukan market sideway dalam penggunaannya di indicator?

Trader pemula memang sering bingung kondisi ini, belum bisa membedakan tren yang jelas dan tren tidak jelas.  Ketika indicator sudah menyatakan, “ini tren baru”, begitu Anda masuk posisi malah menjadi sideway. Minus lagi….akhirnya cut loss. Sudah di cut loss, harga berbalik menuju TP Anda yang baru saja close bersama cut loss Anda. Nyengir-nyengir dan mengumpat market.  Padahal Anda sudah sesuai apa yang diajarkan tentang tren. Apanya yang salah?  Lalu Anda pikir ini indikatornya yang salah, lalu Anda tinggalkan…! Bertemu lagi dengan cara menganalisa tren yang lain, strategi baru dengan indikator baru. Apa yang terjadi kemudian? Sampai kiamat pun, indikator atau ‘analisa’ buatan manusia terhadap forex adalah sifatnya “TIDAK SELALU BENAR”. Maka wajar dong, diikuti kadang benar dan kadang error. Cuma jika berpindah indicator, Anda akan memulai hal baru yang perlu penyesuaian lagi, padahal ujung-ujungnya sama > “TIDAK SELALU BENAR”. Kalau begitu, mengapa kita mesti begitu repot sama indicator dan strategi? Mengapa pikiran  kita begitu terkuras untuk mencari-cari strategi yang hollygrail sempurna dan selalu benar. Yang sebenarnya itu tidak pernah ada. Apapun strategi, system didalamnya terletak sebuah kelemahan, sayangnya kelemahan ini ‘sangar’ yakni “TIDAK SELALU BENAR”. Selalu ada kualitas error di urat-urat syaraf sebuah system tersebut hehehehe… Lalu banyak trader “menenangkan diri” dengan berbagai istilah; candle batal, system error, perlu banyak belajar lagi, belum rejeki dll.

“Lalu bagaimana? Aku jadi tambah bingung dan pesimis…!”

Hahahahahahhaa….

Pertama, menyadari hal ini bahwa makhluk ajaib yang bernama forex itu mengerikan seperti gadis zombie! (tambah pesimis.. hihihiii)
Hohohoho… jangan Bro..! Karena forex juga bisa menjadi seperti putri cantik jelita nan rupawan yang rajin kasih duit sama Anda. (semakin pesimis> kenyataannya selama ini yang terjadi sebaliknya, gadis cantik ini malah morotin duit gue!”)

Kedua, Peluangnya adalah pada probabilitas.
Buatlah  system, atau gunakan system yang probabilitas profit lebih tinggi.

“Meski ‘TIDAK SELALU BENAR’” ?

“Ya”

“Kalau loss bagaimana?”

“Ya, gak apa Pak… kan ‘TIDAK SELALU BENAR’.  Kebenaran kan hanya milik Tuhan..! Sekarang, misal Anda tidak mau loss, lalu mempertahankan diri dengan open posisi Anda. Karena Anda tidak mau loss, maka tidak mau cut loss dong (karena harus profit)… sementara harga terus menjauhi open posisi kita. Anda biarkan dan biarkan, alhasil adalah MC. Karena Anda tidak diberi kesempatan profit pun meski Cuma 1 pip. Tuh kan… maunya benar, malah yang terjadi sangat tidak benar nasibnya bagi modal Anda.”

“Jadi harus saya cut loss, jika sudah keluar dari system saya?”

“Ya cut loss, mosok laptopnya yang harus dibanting?”

“Beri contoh tentang strategi yang probabilitsnya tinggi Kang Ninjaa!”

Hahahahahahahahaa…. “Wani piro?”

Ketiga, konsistensi.
Baiknya kita konsistensi terhadap strategi. Buat rule-rule system dan taati secara konsisten. Masukkan didalamnya sinyal-sinyal Open Posisi maupun sinyal cut loss. Lakukan dengan kejam jika Anda harus menjadi algojo forex. Jadilah Si Raja Tega! Lakukan trading dengan penuh kesabaran, jadilah ‘kyai forex yang ahli sabar’
Lakukan trading dengan disiplin, jadilah jendral forex yang nasionalismenya terhadap forex tidak diragukan lagi.

Apapun strateginya sebenarnya tidak menjadi masalah, karena yang menjadi masalah adalah penerapan terhadap sebuah system itu telah dilakukan secara konsisten atau tidak.
Misalkan saja, ini hanya salah satu saja dari strategi menentukan tren, menurut saya probabilitasnya tinggi juga:

Anda seting pair EURUSD TF H1, pasang SMA 8 high dan SMA 8 low, kemudian masukkan lagi SMA 50. Bisa ditambahkan indicator lain missal MACD 5, 13,1 . Sekali lagi ini hanya sebuah contoh sederhana saja melihat tren dan bisa diikuti. Jika kedua SMA (high-low) diatas SMA 50 dan MACD diatas 0 maka kondisi ini menunjukan tren up. Atau sebaliknya, maka kondisi ini adalah tren down.  Kemudian menjadi meyakinkan lagi jika pada TF H4 juga memberi sinyal yang sama.

Kalau belum tercipta kondisi up tren atau down tren namanya “sideway”. Jika mau konsisten OP berdasarkan tren yang jelas, ya jangan OP dulu. 

“Peluang OP bagaimana?”

Pokoknya padukan rule-rule yang saya jelaskan tentang MA, MACD, Stochastic dan trenline. Ini cukup…sangat cukup!!! Anda hanya butuh eksplorasi saja terhadap system ini. Anda harus konsisten dan  Anda harus kreatif dan inovatif  dan rajin membuat trenline.  Mau cari lagi yang kayak apa yang  Anda mau? Yang profitable? Sistem ini saja juga sudah profitable. Probabilits profitable….. Mencari system lain pun sama persoalannya… Terdapat hukum-hukum: Ada OP, ada TP dan ada SL. Jika ada system yang tidak ada  pembatasan risiko money management namanya bunuh diri melalui forex. Apapun system itu…Terlebih  Jika menjanjikan 100 % profit dengan jaminan, itu namanya bulshit setan! Jika pun bisa, tidak akan langgeng karena menyalahi hukum alam trading hehehehe.

Yang Anda butuhkan adalah pengembangan strategi yang lebih baik dan menentukan style trading yang tepat sesuai karakteristik Anda sendiri. Anda harus sabar karena ada proses, perlu jam terbang dan sebagainya. “Dan sebagainya” inilah yang  akan Anda dapatkan dalam pengalaman Anda sebagai seorang trader. Hal ini yang mencetak karakter trading Anda.

“ Bagaimana menentukan SL-nya?”

Analisa dan imajinasikan… Anda bisa menambah indikator lain semacam outo pivot atau lainnya untuk dimasukkan ke dalam system Anda yang fungsinya untuk memasang SL. Atau kalau menggunakan moving average saja ya tinggal melihat posisi MA. Ambil posisi-posisi MA yang berlawanan. Berkreasilah dan inovatif jangan dituntun terus, gak  akan mandiri-mandiri. Praktek dan praktek, kembangkan dirimu….Lakukan uji coba- uji coba. Misal trend melihat time frame yang lebih panjang, kemudian untuk  entry-nya Anda melihat sinyal rule di TF M15 dan OP searah dengan tren yang terjadi. Dan masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan ini tugas Anda.  Jadilah diri Anda master buat diri sendiri..!

“Bagaimana jika dipadukan dengan stochastic, Kang Ninjaa… tadi Anda sempat sebut-sebut sctochastic 14,3,3?”

Berikut adalah cara menggunakan strateginya!

Setelah kita memiliki tren yang jelas, up  atau downtrend, maka kita menunggu sinyal masuk di arah trend itu. Selain strategi yang saya sebutkan diatas atau jika menggunakan indikator lain semisal stochastic maka perlu perhatikan:

Kapan Anda mendapatkan sinyal Stochastic membeli atau menjual?

Sinyal buy datang ketika SMA 50 yang mengarah ke atas dan dua baris Stochastic pergi ke (atau di bawah) tingkat/level 20 (garis bawah horizontal pada grafik) dan kemudian menyeberang satu sama lain dan berpaling ke atas.

Sinyal  sell  terjadi ketika SMA 50 mengarah jelas ke bawah dan  garis Stochastic pergi ke atau di atas level 80 (garis horizontal atas) dan kemudian menyeberang satu sama lain dan ujung kepala ke bawah.

Kuncinya open posisi adalah  HANYA jika memasuki sinyal yang ada di arah bahwa SMA 50 yang menunjuk sinyal dan tidak bertentangan dengan indicator yang buat konfirmasi. . Jadi mari kita satukan semua secara bersama-sama. Jika konfirmasi telah didapat, lakuakn transaksi dengan hasil profit atau pun tidak profit (kena SL). Atau bisa juga Anda konfirmasikan dengan high low daily, jika memungkinkan untuk tidak menggunakan SL, karena target daily telah terpenuhi Anda pun bisa mensiasati dengan strategi averaging daripada penggunaan SL. Asal Anda juga perhitungan terhadap money manajement trading Anda.

Menyatukan semuanya! Forex terlalu kompleks untuk dijelaskan dan dipahami sepintas.

Begini saja, kalimat yang mudah dipahami dan sederhana:
Jika, misalnya, di sisi kiri dari grafik kita akan memiliki kecenderungan yang jelas mengarah ke atas, itu akan ditunjukkan oleh kemiringan ke atas khas dari SMA 50. Oleh karena itu, kita hanya akan mengambil sinyal buy Stochastic.

Kemudian bayangkan pasangan masuk ke dalam kisaran sideways (tidak ada trend didefinisikan) dalam hal ini kita tidak akan mengambil perdagangan. Kita juga bisa menunggu tren lain muncul atau kita hanya bisa pergi ke lain grafik dengan arah tren yang berbeda. Tapi katakanlah kita hanya akan menunggu tren lain muncul.

Katakanlah kita melihat bahwa di sisi kanan dari grafik ini arah trend berubah jelas menurun. Oleh karena itu, kita hanya harus melihat untuk memasuki sinyal menjual Stochastic.

Menggunakan strategi sederhana ini, Anda tidak akan memiliki masalah menentukan arah trend yang tepat (yang mana trader pemula sering bingung) dan Anda tidak akan memiliki masalah mengetahui kapan strategi memberitahu Anda sinyal untuk mengambil membeli atau menjual  dan Anda akan tahu mana sinyal probabilitas tinggi dengan menyaring sinyal dalam  arah trend (sebagaimana didefinisikan oleh SMA 50).

Berikutnya  adalah cara untuk Mengelola Risiko Anda di Perdagangan!

Pastikan untuk menempatkan stop loss (atau entry order berlawanan) di sisi berlawanan dari moving average. Dengan kata lain, jika moving average  yang menunjuk ke atas dan Anda membeli, maka stop loss Anda perlu berada di bawah moving . Jika moving average adalah menunjuk ke bawah dan Anda memasukkan perdagangan menjual, maka Anda sebaiknya  berhenti dari perdagangan Anda (atau entry order berlawanan) berada di atas moving average.

Mulailah dari perdagangan dengan volume yang kecil. Jika Anda harus kena stop loss, tidak akan menyita pikiran Anda karena stress. Anda tetap santai dan menikmati trading Anda. Silahkan buat aturan MM sendiri dalam trading Anda. Anda yang lebih tahu tentang keuangan Anda dan yang siap diresikokan.

Anda  dapat mengambil keuntungan ketika pasangan telah diperdagangkan jauh dari titik entry Anda.  Anda bisa menerapkan konsep trailing stop atau SL + 1, atau ketika tren jelas berubah ke arah yang berlawanan. Skenario ini akan menjadi yang terbaik untuk pemula.

Akhirnya,
Penjelasan ini memberikan informasi yang baik: PERTAMA,  menentukan arah trend pada time frame yang yang lebih lama dan kemudian KEDUA memberitahu Anda kapan harus masuk dan kapan harus keluar, KETIGA Anda mengetahui ketidakjelasan arah trend  pada market sideway.  KEEMPAT, Anda tahu bahwa strategi ini “‘TIDAK SELALU BENAR’

Kabbboooooooooorrrrrr……!!!!!

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

TRADING SEDERHANA TAPI PROFIT DENGAN MACD


Trader forex banyak yang belum tahu bagaimana menggunakan indikator MACD. Maklum, terlalu banyak yang dipelajari di forex. MACD (Moving Average Convergence Divergence-indikator) adalah indicator trend yang digunakan untuk salah satu analisis teknis. Ini dikembangkan oleh Gerald Appel. Banyak trader  tidak tahu bagaimana menggunakan MACD dengan benar. Ini adalah salah satu indikator yang paling dapat diandalkan. Indikator MACD dapat digunakan untuk mengukur kekuatan pergerakan harga serta menentukan arah tren. Garis MACD dihitung dengan mengambil perbedaan antara rata-rata lebih panjang-pendek dan periode-periode bergerak eksponensial. Ini adalah interaksi dari kedua moving average yang memberikan indikasi pergerakan.

Seiring waktu, dua moving average  terus konvergen divergen . Rata-rata eksponensial digunakan karena mereka merespon lebih cepat terhadap perubahan harga, karena lebih berat ditempatkan pada harga yang paling terbaru dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Garis fast MACD dihitung dengan mengambil perbedaan antara dua Moving Averages eksponensial (EMA) -  12 dan 26 EMA periode. Garis sinyal MACD adalah EMA dari garis MACD fast (yang biasanya menggunakan periode EMA 9 dari garis MACD fast). Sebuah sinyal jual dihasilkan ketika MACD melintasi di bawah garis sinyal, dan sinyal posisi beli   ketika MACD melintasi di atas garis sinyal. Selain itu, lokasi-lokasi crossover dalam kaitannya dengan garis nol dapat  membantu dalam menentukan titik beli dan jual. Sinyal bullish lebih signifikan ketika persimpangan dari garis MACD di atas garis sinyal berlangsung di bawah garis nol. Konfirmasi terjadi ketika kedua garis melewati di atas garis nol.

Anda dapat melakukan percobaan dengan periode yang digunakan untuk MACD. Selain default (12, 26, 9) yang awalnya diusulkan oleh Appel, Anda dapat mencoba untuk periode yang lebih pendek lebih  kerangka waktu perdagangan. MACD juga menunjukkan jika pasar overbought atau oversold. Ketika itu overbought, juga berisiko untuk melanjutkan trend..karena bisa jadi trend begitu strong. Sering juga terjadi retrace, pembalikan sementara…  dan ketika oversold, demikian juga. Ketika pasar overbought, Bulls (pembeli) dapat mulai mengumpulkan profit mereka (mereka menjual) setiap saat sehingga harga turun dan ketika pasar oversold, Bears (penjual) dapat mulai membeli setiap saat sehingga harga dapat naik. Jadi, jika melawan MACD juga berbahaya. Bagaimana baiknya? Bisa kita padukan dengan indicator-indikator lain. Saya sendiri lebih suka jika  keadaan oversold dan overbought, memilih strategi counter trend, menggunakan jurus averaging dimulai pada saat-saat kondisi seperti itu, NO LOCK! Yang penting, pengaturan  MM dijaga dengan baik, misal ketahanan 10000 pip untuk  awal OP untuk strategi averaging yang dilandasi dengan MACD overbought atau oversold. Sedang averagingnya bisa menggunakan  15-20 step dengan lot yang  dinaikkan missal multipler 1.0. TP selalu sesuaikan begitu profit, equity bertambah close all. Mudah kan?

Jika posisi belum overbought atau oversold, dan sudah mengambil posisi, Anda bisa mengamankan dulu dengan lock. Untuk membuka lock sabar menunggu sinyal berikutnya, syukur sabar menunggu overbought oversold, baru membuka lock dan mulai strategi averaging dikeluarkan untuk mengatasi masalah floating dan mengakhiri penderitaan. Begitu  plus.. close all.

Anda bisa ikuti petunjuk saya nih…! Pasang dulu MACD. Kemudian drag indicator moving average ke area MACD, pada set up bisa pilih EMA 8 dan EMA 18 (di drag satu persatu) pada aplikasi to pilih: First Indicator Data. Chart time frame H1. Maka hasilnya akan seperti ini:


Anda bisa trade dengan posisi mengikuti cross EMA yang ada pada MACD, sambil melihat posisi MACD. Padukan keduanya. Untuk OP perhatikan indikator-indikator yang konfirmasi. Untuk indikator di chart bisa pula dipasang EMA 14, OP lebih baik ketika harga lebih dekat dengan posisi EMA 14.

Anda dapat membuat keuntungan besar ketika Anda menggunakan MACD sebagai konfirmasi perdagangan forex Anda. Artinya, Anda harus menggunakannya dalam kombinasi dengan indikator lain yang dapat dipercaya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Kalau Anda punya setingan lain dan ingin menyempurnakan ini ya silahkan saja..

Yang penting bisa untuk membuat profit dan Anda nyaman dengan system yang Anda pakai. Itu kuncinya..!

Semoga cara trading sederhana ini bisa memperbaiki nasib Anda yang berkali-kali loss melulu..! Aamiin.

Caranya?? Klik disini.

Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
tag: #Cara profit dengan indikator MACD #Cara menggunakan indikator MACD #Cara menganalisa dengan MACD
Share:

PARABOLIC SAR

Menentukan Open Posisi (Buy/Sell) dan Stop Loss Menggunakan Parabolic SAR


Sebelum saya membahas penggunaan indicator Parabolic SAR untuk menentukan Open Posisi dan menentukan Stop Loss nya alangkah baiknya kita mengetahui Sejarah dari Parabolic SAR. Sebagai Penghormatan kita terhadap orang yang telah membuat indicator ini. MR. Grin
Pada tahun 1978 Dalam bukunya “New Concepts in Technical Trading”, J Welles Wilder memperkenalkan Parabolic SAR (biasa disingkat penyebutannya hanya dengan SAR saja) bersama dengan RSI sebagai salah satu indikator utama dalam bertrading. SAR sendiri merupakan kependekan dari Stop And Reverse yang kurang lebih diartikan sebagai indikator penentu titik Stop Loss dalam trading. Dalam perkembangannya dikemudian hari, Parabolic SAR menjadi salah satu indikator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market) bersama dengan fasilitas yang bernama Trailing Distance yang banyak disediakan pada berbagai platform forex trading.

SAR


Titik SAR selalu berada di arah yang berlawanan dengan pergerakan harga, jika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR akan berada di bawah dan sebaliknya jika harga bergerak turun maka titik SAR akan berada di atas Chart. Kegunaan dari Parabolic SAR sama persis dengan Moving Average atau trend indicator lainnya. Hanya saja Indicator Parabolic SAR diciptakan untuk mengeliminir kekurangan dari indicator MA yaitu sifatnya yang membentuk kurva sehingga sering terjadi mis interpretasi. Dengan Parabolic SAR yang berupa titik, trend naik atau turun menjadi terlihat kelihatan lebih pasti dan tidak lagi menimbulkan salah tafsir.


Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada di bawah dari pergerakan harga. Dan sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada di atas dari pergerakan harga.

keistimewaan SAR PARABOLIC


Ketika Trend Naik Maka titik SAR akan berada di bawah Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Buy. Saran saya ketika Trend naik jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Sell di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.


Ambil posisi Buy ketika titik SAR telah muncul, dan gunakanlah indicator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut. Kalau aku sih menggunakan Stochastic untuk mengkonfirmasi sinyal dari SAR. Jadi caranya seperti ini, Jika titk sar telah muncul di bawah chart dan indicator stochastic telah bersilangan dan mengarah keatas maka kita dapat mengambil posisi Buy.
Parabolic SAR juga memiliki keistimewaan lain yaitu titik SAR tersebut dapat di jadikan area untuk memasang StopLoss. Jadi StopLoss di pasang di titik SAR pertama. Dan kita bisa menaikan stop los ketika harga terus naik untuk melindungi Profit. Atau kita bsa menggunakan trailing Stop.
Down Trend
Ketika Trend Turun Maka titik SAR akan berada di atas Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Sell. Saran saya ketika Trend Turun jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Buy, di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.


Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html

Share:

INDIKATOR UNTUK REVERSAL

Jika Anda trading Forex, anda perlu tahu tentang pembalikan tren Forex, karena tentu saja, jika Anda mengikuti tren, Anda perlu tahu kapan untuk mengambil keuntungan. Jika Anda adalah trader yang ingin masuk ke sebuah tren baru, Anda perlu tahu bagaimana tren baru yang potensial dengan perimbangan risiko tertentu. Ya Anda membutuhkan indikator untuk reversal.

Indikator terbaik untuk pembalikan tren, apa ya? indikator untuk reversal....

Ada sebenarnya beberapa indikator tren pembalikan terbaik, jika digunakan dengan cara yang tepat akan membantu Anda mendapatkan sinyal trading dengan akurasi yang lebih besar.

Bagan Pembalikan pada pola candle

Anda dapat melihat grafik formasi bottoms and double tops, triple tops, head and shoulders, tops and bottoms and rounding tops and bottoms.

Candlestick Charts

Ada banyak formasi candlestick yang dapat menunjukkan pembalikan grafik dan salah satu yang paling populer adalah "the hanging man" dark cloud cover” “Harami” and “Harami Cross”. Alasan mengapa formasi grafik candlestick begitu baik dalam hal mendeteksi sinyal reversal adalah hubungan antara open, high, low and close dan hal ini mencerminkan sebuah ungkapan psikologi pedagang. Ada beberapa formasi candlestick yang memperingatkan bahwa tren akan terjadi pembalikan. Silahkan dipelajari lebih lanjut dan tanyakan pada mbah GOOGLE.

Apabila dengan indikator:

Stochastic

Stokastik ini telah ada sejak akhir tahun lima puluhan dan dirancang oleh George Lane dan tetap menjadi salah satu indikator terbaik untuk pembalikan tren. Stokastik mengukur kecepatan harga dari setiap pasangan mata uang. Cara untuk menggunakan stokastik adalah untuk melihat perbedaan dari indikator stokastik dari tren harga yang dapat memperingatkan dari pembalikan harga. Stokastik pada dasarnya sangat mudah digunakan:

Ketika Stochastic berada di atas 80 atau di bawah 20, pembalikan biasanya sangat dekat atau hampir. Anda kemudian perlu untuk melihat divergensi bullish atau bearish terhadap tren yang berlaku dan melihat untuk mengambil posisi di crossover. Dari semua indikator pembalikan tren dapat Anda gunakan indikator ini, tentu saja dipadukan dengan indikator laiin yang sesuai untuk konfirm.

Relative Strength Index


Relative Strength Index RSI menunjukkan seberapa kuat harga adalah dengan membandingkan downward and upward Indikator berasal dari J.W. Wilder dan pertama kali ditampilkan dalam buku klasiknya " “New Concepts in Technical Trading” " yang pertama kali diterbitkan kembali pada tahun 1978, tetapi masih tetap menjadi salah satu indikator yang paling populer saat ini dengan para pedagang FX. Cara untuk menggunakan indikator sederhana:

RSI dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat jenuh beli ketika bergerak di atas 70, dan tingkat oversold ketika bergerak di bawah ini di bawah 30 dan ini memperingatkan langkah counter trend. Kita bisa mengatur kembali setingan yakni berada di atas 80 dan di bawah 20. Di level-level itu terjadi overbought dan oversold.

Bollinger Bands

Bollinger Bands memberikan ukuran Standar deviasi yang memberikan indikasi dari volatilitas dari setiap pasangan mata uang, dengan mengukur seberapa luas harga saat ini dari harga rata-rata.

Semakin besar perbedaan antara harga real time dan harga rata-rata jangka panjang, semakin tinggi standar deviasi atau volatilitas dari pasangan mata uang. Lalu mengapa ini begitu penting?

Dalam setiap pasangan mata uang, nilai pasar cenderung naik perlahan-lahan selama jangka panjang. Harga mungkin menjadi stabil dalam jangka pendek, tetapi jangka pendek memiliki lonjakan harga yang bergerak menjauh dari rata-rata. Semua lonjakan harga cenderung memudar dan harga biasanya akan datang kembali untuk lebih lama di rata-rata yang bergerak panjang. Ketika harga lonjakan keras terhadap band luar atau melebihi garis band, Anda dapat mulai mencari sinyal dimana pembalikan tren kembali ke harga rata-rata.

Anda bisa menggunakan indikator pembalikan/reversal lain dalam Strategi Trading Anda

Indikator pembalikan tren, semua bisa menjadi efektif dalam melihat puncak harga atau harga di bawah, Anda perlu meyakinkan indikator untuk bekerja ke dalam strategi secara keseluruhan, dengan aturan yang Anda memiliki keyakinan masuk. Juga perlu diingat, apapun indikator yang anda menggunakan tidak akan dapat diandalkan sepanjang waktu dan tidak ada yang terbaik dalam indikator pembalikan.

Jika Anda menggunakan indikator pembalikan diatas dalam cara yang tepat, Anda segera akan menemukan diri Anda trading dengan peluang kesuksesan yang lebih baik dengan sinyal trading Anda. Ini akan membantu Anda untuk mengunci keuntungan sebelum tren berakhir tapi tentu saja yang perlu Anda pertimbangkan adalah faktor resiko.

Untuk membuat akun Fxclearing, silahkan klik disini!
Semoga bermanfaat!

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

TENTANG INDI ADX

ADX INDI

Indikator ini untuk mengukur kuat/lemah suatu Trend, Uptren/Downtren
Indikator ini terdiri dari :
1. Garis ADX (Warna Hijau)
2. Garis D- (Warna Merah)
3. Garis D+ (Warna Biru)

Cara penggunaannya :
Garis ADX berada di daerah 0-20 = jangan ambil posisi, karena harga masih dalam tahap konsolidasi (posisi A pada gambar)

Garis ADX berada di daerah 20-30 = Siap-siap ambil posisi, karena didaerah ini harga mulai bergerak baik Uptren atau downtren (posisi B pada gambar)

Garis ADX berada di daerah 30-40 = Tren yang terjadi sedang KUAT, baik uptren maupun Downtren. (posisi C pada gambar)

Garis ADX berada di daerah 40-100 = Tren yang sedang KUAT, sebentar lagi akan berakhir (posisi D pada gambar
Sedangkan Garis D- dan D+ berguna untuk :
D+ memotong D- dari bawah, signal Uptrend
D- memotong D+ dari bawah, signal Downtrend
sEMOGA bERMANFAAT

By Hartono Forx Cadipa

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

Analisa Forex Hari Ini, Senin, 21 November 2011

Analisa Forex Hari Ini, Senin, 21 November 2011

Ini adalah analisa pergerakan harga dan bukan merupakan signal buy atau sell. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Semoga profit hari ini!

Euro/Usd

Selama harga masih di bawah 1.3550 kemungkinan harga akan menguji nilai 1.3441 atau bahkan 1.3400. Bila harga mampu break di 1.3550 kemungkinan akan sampai di 1.3608 atau bahkan 1.33650

Gbp/Usd

Selama harga masih di bawah 1.5808, Tampaknya Gbp/Usd akan bergerak di area 1.5729 bahkan 1.5693. Lakukan sell setinggi mungkin.

Sumber: http://www.fxkampung.com/analisa-forex-hari-ini/

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html

Share:

ANALISA HARI INI 8 NOVEMBER 2011

Analisis USDCHF.

USDCHF break di atas 0,8958 resistensi, menunjukkan bahwa uptrend dari 0,8569 telah kembali. Kemungkinan naik lebih lanjut masih mungkin dalam beberapa hari, dan target akan di 0,9150-0,9200. Support sekarang di garis uptrend pada 4-jam chart,Dalam perjalanan uptrend sempat menguji garis tren 0,8958. Dia hanya retrace dan kembali menuju uptrend-nya. Jika dia kembali down melampaui 0,8875 maka peluang besar untuk kembali menuju downtrend.

Analisis EURUSD.

EURUSD diperdagangkan dalam kisaran sempit antara 1,3609 dan 1,3872 selama beberapa hari. Peluang naik menuju 1,3950-1,4000 adalah daerah untuk mencapai puncak siklus berikutnya pada grafik 4-jam.

Kunci supportnya pada 1,3609, jika break di bawah tingkat ini, maka EURUSD bisa dikatakan memberi sinyal downtrend.

Analisis GBPUSD.

GBPUSD naik dari 1,5876 kemungkinan akan dimulainya kembali uptrend dari 1,5272. Selanjutnya untuk menguji resistensi tinggi sebelumnya 1,6165 diharapkan hari ini tercapai, break di atas tingkat ini bisa memicu kenaikan lagi menuju 1,6400. Support utama adalah pada 1,5876, hanya break di bawah tingkat ini dapat menunjukkan bahwa konsolidasi lebih panjang daripada uptrend yang sedang berlangsung.

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

MENGIDENTIFIKASI TREND

Salah satu alat yang paling sederhana untuk menentukan tren atau mengidentifikasi trend di pasar forex adalah menggambar trendline. Trendlines tidak hanya akan membantu Anda menetapkan arah trend, tetapi juga mengidentifikasi support dan resistance. Jadi, mengapa menggambar trendline harus
dilakukan? Ini menunjukkan tentang tindakan harga masa lalu dan juga memberikan Anda sebuah indikasi arah masa depan pasar.

Bagaimana Anda menggambar trendlines? Dalam trend naik, menghubungkan dua ujung tertinggi  dengan garis. Itu saja! Dan dalam downtrend, menghubungkan dua ujung terendah  dengan garis lurus. Sekarang, kemiringan trendline dapat bercerita banyak tentang kekuatan dari sebuah tren. Sebagai contoh, sebuah trendline curam menunjukkan sikap bullish ekstrim dari pembeli.

Sekarang, indikator teknis lain yang digunakan untuk mengukur arah dan kekuatan dari tren adalah Average Directional Index  (ADX). Nilai di atas 30 di ADX berarti tren yang kuat sementara dibawah 20 mengindikasikan rentang perdagangan atau tren tidak ada. Semakin tinggi nilai ADX di atas 30, berarti tren kuat.

Indikator lain yang populer yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kekuatan tren adalah Stochastic. Stochastic terdiri dari dua garis %K dan %D yang diplot pada skala 0 sampai 100. Angka diatas 80 berarti gerakan ke atas kuat dan pembacaan di bawah 20 merupakan gerakan ke
bawah yang kuat. Begitu Anda telah menentukan kekuatan tren, mengkonfirmasi kekuatan
tren dengan kemiringan Stochastic. Stochastic harus memiliki kemiringan tinggi-tinggi dalam kasus uptrend yang kuat dan sebaliknyadalam kasus downtrend yang kuat.

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah bahwa ketika price acion membentuk high low,  Stochastic juga membuat high  low. Hal ini menunjukkan tren yang kuat yang paling mungkin untuk melanjutkan. Jika hal ini tidak terjadi, maka tren yang paling mungkin adalah berbalik. Anda juga dapat menggunakan MACD (Moving Average Convergence Divergence) membantu mengidentifikasi trend ini. Sebelum mengidentifikasi tren,  sangat penting untuk menentukan kerangka waktu yang sesuai dalam grafik. Oleh karena itu, jika kita berencana untuk mengidentifikasi tren intra-hari - kita akan melihat grafik intra-hari (menit ke jam), tidak pada yang mingguan atau bulanan. Jika kita ingin mengidentifikasi tren jangka panjang, grafik harus berisi pasar bergerak sejak bulan dan tahun yang lalu.

Untuk daytrader, pengalaman saya adalah menggunakan dari mulai M15, H1, H4, dan daily. Untuk melihat tren yang lebih panjang lagi gunakan weekly dan monthly. Disana, dengan trenline kita akan memahami trend sebenarnya, dan tren apa yang sedang memimpin saat ini. Sehingga, sebelum saya trading, kita sudah tahu, dan sudah menseting di otak kita, saya jam ini atau hari ini hanya akan mengambil posisi apa... buy atau sell saja. Minimal, kita akan melihat tren yang lebih panjangnya. Saya sih suka melihat trendline di H1 dan H4 saja, dan eksekusi pake M15 untuk menentukan dimana posisi yang tepat. Dan karena saya kadang menggunakan EACT - NTS, maka saya akan membuat trendline untuk dasar saya menghidupkan EA nya.

Dan seringkali trenline membantu menyelamatkan kita dari badai floating. Apalagi penggunaan EA martiangle. Hemmm... trenline sangat dibutuhkan untuk tujuan ini. Tinggal kita seting EA only buy atau only sell. Jadi EA akan bertindak sesuai yang kita rencanakan, lalu pekerjaan pasrahkan sama tuyul yang akan bekerja ini. Jika sudah bisa mengidentifikasi trend sebenarnya lebih enak jika kita menggunakan EA averaging. Caranya seperti itu yang saya sebutkan.


Jika Anda masih memilih untuk menggunakan alat teknis lain untuk mengidentifikasi tren, bisa menggunakan Moving Averages periode 200. Garis Moving Average akan bergerak bersama dengan tren pasar, tertinggal lebih atau kurang tergantung pada pengaturan periode MA-nya.  Jadi, jika MA  bergerak naik dan harga diatas MA- trend ke atas, jika MA bergerak turun dan harga dibawah MA - tren menurun. Jika dipadukan dengan trendline, dapat lebih mudah untuk mengidentifikasi karena trenline akan membantu menentukan titik terendah dan tertinggi saat Anda sedang mencari 'terminal kecil atau terminal besar" untuk harga, setelah terendah akan lebih rendah lagi / tertinggi dan akan lebih tinggi lagi.

Garis trend digunakan untuk menghubungkan terendah dengan lebih rendah / lebih tinggi, tertinggi atau terendah / tertinggi.  Kedua garis trend dan Moving Averages jauh lebih berguna untuk tujuan lain seperti mengidentifikasi zona support / resistance  dan rentang perdagangan.

Mari kita mendefinisikan tren - tren adalah program / kecenderungan atau arah dari pasar keuangan.

Ulangi: arah. Sekali lagi: ARAH.

Kemana arah pasar berjalan? -

Kembali ke apa yang saya sebutkan sebelumnya - bahwa Anda tidak harus menjadi pedagang yang berpengalaman, juga memiliki gelar MBA, untuk mengidentifikasi arah mana obyek bergerak. Ini adalah sesuai akal sehat.

Prinsip yang sama berlaku untuk tangga: ketika naik tangga, setiap tangga yang baru adalah pembentukan rendah lebih tinggi, tinggi dan lebih tinggi (rendah, rendah dan tertinggi lebih rendah ketika turun tangga).

Salah satu teknik untuk mengidentifikasi tren adalah untuk menggambar garis horizontal imajiner di tengah grafik. Jika garis dimulai dari bagian bawah dan berakhir di bagian atas - tren bullish. Sebaliknya untuk bearish: garis  mulai dari bagian atas, berakhir di bagian bawah - tren bearish.

Tapi bagaimana dengan sideway? Dalam kasus itu dimulai sekitar garis horizontal membagi grafik dan berakhir sekitar garis yang sama dan deviasi vertikal dari garis horisontal diabaikan - trend sideway. Ketika bergerak ke samping, pasar tidak membentuk serangkaian tertinggi lebih tinggi / rendah atau menurunkan nilai tertinggi / terendah - tapi orbit sekitar tingkat yang sama, yakni di (median) horisontal:

Apakah kita perlu garis trend dan alat-alat teknis lainnya untuk mengidentifikasi trend? Jelas tidak harus. Kita bahkan tidak harus menambahkan catatan pada grafik di mana tertinggi lebih tinggi / rendah atau menurunkan nilai tertinggi / terendah terbentuk. Kalau sudah terbiasa dengan mata telanjang pun kelihatan koq heehehehee... alatnya ya.. mata dan otak. Maka kadang trader bergaya naked trading, tetapi dia selalu profit. Kita heran, padahal dia cuma mengandalkan mata telanjang untuk melihat trend dan pengaturan di otak untuk mengatur MM nya, jadi ya Anda gak liat nempel di grafik... lha kan semua alat ada didalam dirinya.... hehehhee..


................................................................
http://ind.fxclearing.com/ib/327 klik untuk membuat id fxcl

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik www.tradersakti.com

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

CARA ORDER BUKU NINJAA TRADER

ORDER BUKU MTS

bERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

POSTING TERBARU

Blog Archive

TESTIMONI BUKU MTS

testimoni buku MTS

BUAT AKUN FXCLEARING



BUAT AKUN HOT FOREX

https://www.grouphf.com/?refid=164413

Blog Archive