INSPIRASI TRADER INDONESIA

VPS Hosting
Showing posts with label quotes Tatang Sunarta. Show all posts
Showing posts with label quotes Tatang Sunarta. Show all posts

BELAJAR DARI BISNIS McD

Produk bermutu. Pemasaran bagus. Penjualan sesuai target. Tapi kok rugi terus ya?

Jangan-jangan usaha Anda kurang satu lagi: Pengelolaan keuangan yang baik.

Aduuh.., itu kan rumit!

Enggak kok. Mengelola keuangan itu hanya mengatur tiga hal: investasi, modal, dan arus kas. Titik.

Oiya, sebelum lanjut. Pengelolaan keuangan keuangan itu beda dengan akuntansi ya. Akuntansi itu hanya soal pencatatan. Lalu, dari hasil pencatatan itu yang digunakan sebagai dasar dari mengelola keuangan.

Ada contoh menarik dari pengelolaan keuangan dan efeknya terhadap laba perusahaan.

Saat itu adalah awal berdirinya restoran cepat saji McDonald’s. Saat outlet McD baru berjumlah puluhan, Roy Kroc sang pemilik kebingungan: McD merugi. Padahal sepertinya tidak ada yang salah. Makanan laku keras. Permintaan kerja sama membuka gerai datang dari mana-mana.

Untuk menutup kerugian, Roy Kroc mengajukan hutang di bank. Malangnya, dia ditolak.

Sepulangnya dari bank, Kroc bertemu dengan seorang konsultan keuangan.
Konsultan ini menawarkan diri ingin membantu McD keluar dari masalah.
Walau pesimis, Kroc mengijinkan.

Setelah mereka mempelajari struktur keuangan dari McD, ketahuan letak salahnya.
Saat itu, jika ada investor yang ingin investasi membuka outlet baru, McD akan mencari sebuah lahan yang strategis, disewa, dan dibangun outlet.
Modal dari investor digunakan untuk menyewa lahan di tahun pertama, juga untuk membangun outlet.
Setelah outlet beroperasi, semua biaya operasional dan sewa lahan dibebankan ke revenue outlet.

Tiap outlet McD memiliki daya tarik yang luar biasa terhadap perkembangan wilayah sekitarnya. Muncul bisnis lain di sekeliling outlet McD. Akibatnya, harga pasaran lahan naik. Tentunya berujung ke meningkatkan biaya sewa lahan McD.
Hal ini terus menggerus laba McD: keberatan biaya sewa lahan.
Pendapatan sudah sulit untuk ditingkatkan. Kapasitas produksi sudah maksimal.

Lalu, apa solusinya?
Apakah McD harus pindah tempat untuk mendapat sewa lahan yang murah? Tidak bisa.
Itu artinya outlet harus membuka pasar baru. Mulai dari nol.
Investor tidak mau menambah investasi lagi.
Lagi pula, kalau ini dilakukan, McD akan semakin bergeser ke pinggir kota. Terus dan terus.

Mengetahui fakta ini, konsultan keuangan menyarankan McD untuk mengubah struktur investasi, modal, dan arus kas.
Modal yang tadinya hanya berasal dari investor outlet, kini ditambah lagi: bank. Sementara, investasi (pembelanjaan) dari modal tersebut juga diubah.

Begini skemanya. Setelah McD mendapat investor outlet dan sudah mendapat lahan, McD menemui bank dan berhutang untuk MEMBELI lahan tersebut.
McD MEMILIKI lahan, walau dengan cara dicicil.

Lahan itu kemudian dibangun outlet. Modalnya berasal dari investor.
Nah, outlet itu MENYEWA lahan kepada McD Corporate.

Uang sewa lahan itu digunakan oleh McD Corporate untuk mencicil hutang pembelian lahan di bank. Setelah sekian tahun, hutang lunas dan lahan itu seratus persen menjadi milik McD.
Tetapi, jangan lupa; outlet tetap membayar sewa lahan ke McD Corporate.

McD mendapat multiple revenue streams: sewa lahan dan keuntungan penjualan burger. Juga.., ya! Kenaikan harga lahan tiap tahunnya.

Dengan suksesnya skema ini, sampai-sampai mantan CFO dari McD -Harry J Sonneborn- bilang: kami sesungguhnya tidak bergerak di bidang bisnis makanan, melainkan di bisnis real estate. Properti.
Satu-satunya sebab kami menjual burger adalah: itu sumber pendapatan yang bagus dari para penyewa (tenants), agar mereka dapat membayar SEWA PROPERTI kepada kami.

Ya, ini hanyalah salah satu contoh bisnis didalam bisnis. Banyak sekali hal serupa dilakukan para pengusaha diberbagai lavel nya. Bahkan ada yang melakukannya dalam 3 dan 4 lavel diwaktu bersamaan.

Benar kata bang Roma Irama "Yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin". Kenapa demikian? Karena mereka yang kaya itu tau persis bagaimana seharusnya memperlakukan uang. #SelamatJumatMalam

SELAMAT  BELAJAR DARI BISNIS McD
Share:

TEORI KLASIK ILMU EKONOMI

Ilmu ekonomi dari guru senior om Tatang Sunarta

Teori klasik dalam membangun ekonomi rumah tangga adalah menambah cash flow atau uang masuk. Kalau suami bekerja misalnya, lalu di bantu istri berbisnis warung, itu membuat 1 rumah tangga dengan 2 macam pendapatan.

Lalu sang suami yang pegawai tersebut setiap weekend berjualan atau mengajar beladiri silat sehingga menambah pendapatan suami menjadi 2 sumber income. Kemudian dana terkumpul di belikan tanah untuk beternak ayam petelur. Dimana anak-anak bisa membantu setiap hari merawat dan beternak. 2 pendapatan suami, 1 dari istri satu lagi dari usaha ayam petelur, dan asset tanah buat kandang ayam yang bisa naik terus pendapatannya.

Ini adalah sebuah rumah tangga dengan 5 macam pendapatan atau multiple streaming of income. Dalam bahasa sederhana lain yg sering sy gunakan inilah leveling business. Pola ini bisa diaplikasikan dalam banyak dimensi: Keluarga, bisnis, bahkan negara.

Kalau di tambah dengan membeli reksa dana saham, di tambah rumah yang di tinggali ada kamar lebih di pakai juga buat penginapan di pasarkan melalui Air B&B maka keluarga ini benar-benar memanfaatkan setiap jengkal lahannya, setiap centi asetnya dan setiap sumber daya untuk bermanfaat at the fullest, mereka menjadi pemilik kemakmuran yang sustain.

Ketika uang mereka bertambah, mereka membeli lahan dan membangun kos-kosan. Bulanannya dan asset tanahnya membuat 2 pendapatan dari 1 aset.

Keluarga ini dalam keadaan ekonomi boom, mereka bisa terus invest dan menggulung terus kemakmurannya.

Dalam banyak kasus, Kalau hanya suami yang bekerja, istri ibu rumah tangga, hutang di warung banyak, rumah ngontrak, maka keluarga itu punya masalah atau di sebut “economic bust”.

Lalu keluarga yang rumah ngredit belum lunas, hutang banyak, dan pendapatanhanya bergantung pada pegawai kantoran tadi, nekat kredit mobil (padahal belum butuh2 bgt), nekat kredit motor mahal (demi gaya), klo belanja gesek credit card, dlsb.. Bisa jadi jebol sebentar lagi keluarga tersebut. Bakal terbukti kata pepatah “jatuh cinta pakai perasaan, mempertahankannya pakai penghasilan”. Be productive!! #SalamSefur
Share:

HOW TO SELL


Apa benar bahwa menjual produk lebih murah itu pasti efektif? Belum tentu!

Ada 5 Riset Psikologi Marketing untuk sebuah usaha bisa keluar dari kerumunan kompetitor, terutama soal harga produk.

1. Memasang Tabel Perbandingan Harga Tak Selalu Optimal

Survei membuktikan bahwa orang tak selalu membeli barang dengan harga termurah. Saat orang datang ke apotek ingin membeli obat penurun panas, yang dia lakukan bukan membeli obat yang paling murah, walaupun kandungan parasetamol misalnya dari obat A, obat B, dan obat C itu sama atau nyaris sama.

Menurut pakar psikologi marketing Itamar Simonson, pembeli justru menghindari produk yang paling murah, karena khawatir yang murah kualitasnya tak sebagus yang mahal.

“Harga tak pernah bohong.” Ya, kebanyakan orang sudah termakan pepatah ini.

Jadi, kalau kita berjualan dan memasang tulisan promosi: “Barang kami 30 persen lebih murah dari yang lain,” belum tentu ini akan membuat pembeli berbondong-bondong datang.

Simonson pernah melakukan riset dengan membuat program jualan CD album Pink Floyd berjudul “The Wall” di situs lelang eBay.
a. Satu CD dilelang mulai dari harga $ 0,9
b. Satu CD dilelang mulai dari harga $ 6,9

Hasilnya, mana yang menghasilkan penjualan lebih tinggi? Ya, buka yang harga $ 0,9 tapi $ 6,9.

Kadang menjual harga murah sering identik dengan murahan. Akibatnya, justru pembeli malas datang. Berilah value pada produk anda lalu pantaskanlah harganya.

2. Menjual “Waktu” Lebih Efektif Ketimbang “Uang”

Pernah dengar iklan seperti “Ini waktunya minum Coca Cola” atau “Ini waktunya ngopi”?

Benar, menjual “waktu” lebih menarik bagi pembeli ketimbang “harga murah dari produknya”

Jennifer Aaker, Professor Marketing di Stanford Graduate School of Business pernah melakukan riset yang terkenal dengan nama Lemonade Effect. Mereka menjual limun di dekat sekolah, dengan penjualnya 3 anak SD usia 6 tahun. Masing-masing meja jualan diberi tulisan yang berbeda:

a. Meja bertama ada tulisan, “Spend a little time and enjoy C&D’s lemonade” (luangkan sedikit waktu dan nikmati limun C&D)
b. Meja kedua ditulisi, “Spend a little money and enjoy C&D’s lemonade” (Hanya dengan sedikit uang dan nikmati limun C&D)
c. Meja ketiga ditulisi, “Enjoy C&D’s lemonade” (tulisan yang netral, nikmati limu C&D)

Yang pertama, fokus ke TIME
Yang kedua, fokus ke MONEY
Yang ketiga, mengaburkan keduanya, jadi orang hanya akan fokus ke produk

Ternyata yang paling laku adalah meja pertama.

3. The Power of Number 9

Tahukah anda bahwa ada angka-angka “keberuntungan”. Penulis buku Priceless, William Poundstone telah melakukan penelitian bahwa penjualan produk bisa naik 24 persen dibanding produk yang sama hanya karena penetapan harga yang tepat.

Ketika sebuah pakaian yang sama dijual dengan harga
a. $34
b. $39
c. $44

Mana yang paling laku? Riset yang diadakan oleh MIT dan University of Chicago menunjukkan bahwa yang paling laku adalah yang memakai angka 9. Sulit dijelaskan, tapi secara psikologi pembeli suka dengan angka 9

4. Konteks Marketing.
Robert Cialdini dalam bukunya Influence menulis bahwa konsumen sering dipengaruhi hal lain ketika memutuskan untuk membeli.

Misalnya ada yang berjualan apartemen harga Rp 1 miliar. Harga ini relative mahal ketimbang rata-rata apartemen yang dijual Rp 600-700 juta.

Namun, saat apartemen seharga Rp 1 miliar ini dijual bersandingan dengan apartemen suite yang seharga Rp 3 miliar, apartemen Rp 1 miliar itu terasa murah dan penjualannya terbukti naik.

5. Strategi Decoy Effect
Point ini kemarin sudah pernah saya tulis.

Intinya adalah memasang "harga umpan" untuk menaikkan produk dengan "harga target"

Sebuah usaha biasanya sulit untuk maju bila kapasitas owner nya jalan ditempat. Maka memperbesar kapasitas wawasan, pengetahuan, jaringan, dan pengalaman owner adalah salah satu cara bagaimana menjadikan sebuah usaha memiliki daya jelajah lebih. #SelamatHariSenin
Share:

DALAM BISNIS KECEPATAN ADALAH SEGALANYA


Dulu bisnis besar itu serupa tidak terkalahkan dan ditakuti, maka muncul anggapan bahwa bisnis besar pasti memakan dan mematikan yang kecil. Namun belakangan banyak bisnis dengan skala kecil yang justru perlahan mematikan yang besar.

Menurut saya, titik berat persaingan usaha saat ini (dibidang apapun) bukan lagi pada SIZE tapi lebih kepada SPEED. Yang bisa beradaptasi dan bergerak cepat maka bisa menjadi juara.

Jadi ini bertolak belakang dengan marketing nya Mak Erot, bahwa Size / ukuran adalah segalanya. Sekarang speed / kecepatan adalah segalanya.

Maka usaha juga seperti kehidupan. Untuk tetap seimbang kita harus terus bergerak maju. #SelamatAkhirPekan
Share:

KETIDAKPASTIAN MENUJU KEPASTIAN

KETIDAKPASTIAN MENUJU KEPASTIAN

by Tatang Sunarta

Padahal tak sampai sepuluh menit lalu dia menasehati saya, berhentilah merokok. Merokok bikin umur pendek. Saya cuma tersenyum, menuju lift, turun dan menyeberang ke kios rokok di seberang hotel.
"Tak lama bumi terasa berguncang hebat, kios rokok di depan saya runtuh diiringi bunyi gelegar luar biasa, hotel tujuh lantai di belakang saya juga runtuh. Dengan teman yang tadi menasehati saya masih ada (terkubur) di dalamnya", kata A, seorang "survivor" runtuhnya hotel Roa Roa di Jl Pattimura Palu pada wartawan.

Hidup memang hanya serangkaian proses ketidakpastian menuju sebuah kepastian. Sehat, sakit, celaka itu semua ketidakpastian belaka. Sedangkan kematian adalah kepastian.

Mendengar kisah A, saya teringat petuah Rasheed Olanguru, seorang Life Coach dari Inggris :

"Legacy is not what's left tommorow when you're gone. It's what you give, create, impact and contribute today while you're here that then happens to live on"

Terjemahan bebasnya kira-kira : Warisan bukanlah apa yang tersisa besok saat anda meninggal. Warisan adalah apa yang anda berikan, ciptakan, dampaknya dan kontribusikan hari ini saat anda masih hidup yang kemudian AKAN TERUS HIDUP.

Kita sibuk dalam mengejar ketidakpastian, kadang lupa bahwa kita sedang menuju kepastian. Dan saat kepastian itu tiba, kita lupa ...

Lupa bahwa kita meninggalkan generasi penerus yang juga hidup dalam ketidakpastian. Maka meninggalkan warisan nilai jauh lebih penting daripada sekedar meninggalkan warisan harta yang biasanya cuma dibuat berebut. #PrayForPalu

gambar: nasional.tempo.co
Share:

KISAH RUBAH DAN LANDAK


RUBAH DAN LANDAK

Isaiah Berlin, Pakar history of ides / sejarahnya ide, pernah menulis dalam esai terkenalnya "The Hedgehog and The Fox (si Landak dan si Rubah)".

Alkisah, ada seekor rubah "naksir" pada landak kecil. naksir untuk dimakan. Sepanjang hari dia mengitari sarang landak, menunggu satu kesempatan emas, saat landak lengah.

Cepat, tangkas, berkaki banyak dan kreatif-rubah kelihatannya pasti menang. Di sisi lain, landak adalah makhluk yang lebih serampangan, jalannya bergoyang-goyang, sederhana.

Berkali-kali Rubah mencoba menangkap landak, namun gagal.

Pada suatu hari, Rubah menanti dalam kesunyian liciknya. Landak, berjalan pelan dengan goyangannya yang khas dalam jalur Rubah. "Aha, kena kau sekarang",gumam Rubah. Dengan satu gerakan cergat, Rubah melompat ...

Sang Landak karena melihat ke atas, dan merasakan ada bahaya di atasnya. "Apakah Rubah kembali melakukan ini, apakah dia tak belajar selama ini",bisiknya pada diri sendiri sambil menggulung badannya menjadi bulatan kecil sempurna dengan bulu-bulu tajam mencuat ke segala arah.

Sang rubah yang berniat menerjang korbannya melihat pertahanan itu, membatalkan serangannya lagi untuk kesekian kali. Dia berlari kembali ke hutan, memikirkan strategi selanjutnya.

Landak hanya tahu satu cara mempertahankan dirinya dari aneka rupa strategi Rubah, yaitu dengan menggulung diri.

Dia seperti orang yang datang ke sebuah pelatihan, mendapatkan satu hal (ilmu) dan terus-menerus -secara konsisten-mempraktekkannya ilmu yang didapatkannya.

Sebaliknya Rubah, dia adalah orang yang rajin keluar masuk pelatihan, menyusun aneka rupa teori dan konsep... tapi pada pelaksanaannya hanya mengulangi hal/kesalahan yg sama...lagi dan lagi. Dan tak ada hasil.

Parabel kuno Yunani Rubah dan Landak di atas hanya mau bilang :"Rubah tahu banyak hal namun karenanya dia tumpul, tapi Landak mengetahui satu hal saja namun dia tajam".

Menukil filosofi kungfu "lebih baik melatih satu pukulan seribu kali, daripada melatih seribu pukulan satu kali"

----------------------

Disarikan dari Bab 5, Buku Good to Great - Jim Collins, 2014. Buku yg cukup berdaging yg saya lahap dalam 2 hari karena bagus. #InvestasiLeherKeAtas

Gambar: Deviantart
Share:

ANTARA UANG Rp 1000 DENGAN Rp 100.000


BY Tatang sunarta

"Kenapa status Bapak selalu duniawi dan ga pernah tentang dakwah?" Tanya seseorang.
Maka saya katakan, ibaratkan saya dan anda adalah dua lembar uang kertas. Saya Rp. 1.000,- dan anda Rp. 100.000,-. Ketika sama2 baru keluar dari Bank Indonesia lembaran kita sama2 licin. Lalu saya (Rp. 1.000,-) beredar di pasar. Dipakai oleh seorang istri untuk membeli tempe, kemudian sang pedagang Tempe meletakanku di kotak pembayaran WC umum sebrang pasar, krn untuk sehat dia harus Ber"hajad". Penjaga toilet yang bersyukur lalu mengambilku dan menaruhku pada sebuah kotak infaq saat sholat jumaat tiba. Dan anda, lembaran Rp. 100.000,-, mungkin tak sempat singgah ke kotak infaq masjid karena yg memilikimu pasti Sayang padamu. Buktinya, saya lebih banyak bertemu dan berganti pemilik dan punya dampak lebih massive meskipun dlm bentuk yg lusuh.
Kita memiliki jalannya sendiri untuk berdakwah. Saya ingin menjadi uang seribu yang beredar di banyak dompet 'orang kecil'. Membuka kemungkinan dia untuk menikmati tempe, buang hajad dengan lancar dan menyumbang di masjid. Tanpa harus menjadi engkau, Rp.100.000,-.
Biarkan aku lusuh dan kumal, ucapanku tak wangi. Tapi tetap berguna. Dengan caraku.
Share:

PERGANTIAN PEMAIN


By Tatang Sunarta

Kali ini saya bikin judul "Pergantian Pemain"

Sekitar tahun 1994 an, Pondok Gede Bekasi di kenal sebagai produsen ikan lele konsumsi terbesar saat itu. Sehingga jangan heran, di pusat kota Bekasi di bangun tugu dengan maskot patung ikan lele. Masyarakat sekitar Bekasi , khususnya Pondok gede, jati asih, cilangkap banyak yg berbudidaya lele intensif. Produksi puncaknya saat itu bisa 20 ton per hari, yg di kirim ke Jakarta.

Pak Camin adalah salah satu tokoh petani besarnya. Orang asli Betawi ini begitu tajir karena hasil lele. Walaupun pendidikannya hanya SD, trampil memelihara saat itu. Alam dan kondisi saat itu msh sangat bersahabat dengan usaha pak Camin. Asal ada kolam, pak samin di pastikan meraih keuntungan saat itu.

Kini kejayaan Pondok Gede sebagai penghasil lele tinggal nama. Petani2 besar lele dan jaya saat itu Pak Camin, dokter Harun, pak Kirman dll juga tinggal nama. Mereka sdh gulung tikar, berhenti di budidaya lele. Sebagian beralih profesi jadi pedagang. Pedagang2 lele pada awalnya bingung cari pasokan ikan lele setelah Pondok gede berhenti produksi.

Akhirnya muncul lah Parung dan Indramayu sebagai lumbung pemasok lele dg kapasitas produksi yg jauh lebih besar dr Pondok Gede. Saat ini bisa pasok lele 160 ton per hari ke pasar lele Jabodetabek. Pasar ikannya tidak hilang, bahkan meningkat. Yang terjadi adalah pergantian pemainnya.

Dalam segala segi kehidupan, pasti terjadi pergantian pemain. Presiden dan mentri2 juga selalu berganti. Pemain bola seperti klub2 terkenal MU, Barcelona juga akan selalu terjadi pergantian pemain. Dulu kita sangat kenal dg David Beckam, kini tinggal nama. Jadi pergantian pemain adalah hal yg pasti, hukum alam dan Tuhan.

Begitu juga dalam dunia usaha budidaya ikan, usaha pakan, pabrikan pakan. Di pastikan, alam dan pasar akan menyeleksi pada para pelaku2nya. Siap2 saja anda di gantikan orang lain karena anda merugi dan bangkrut. Atau sebaliknya, krn anda jago dan efisien harus menggantikan pemain kuat yg mulai merosot perlahan. Yakinlah bhw pasarnya itu tidak hilang, bahkan selalu meningkat.

Sebenarnya ciri pemain yg akan tergantikan itu mudah. Umumnya dia merasa sdh paling jago dan sangat sulit terima pendapat pihak lain. Susah di ajak berubah, untuk mengikuti kemajuan ilmu dan pengetahuan yg ada. Baik tentang kemajuan benih, kontruksi kolam, cara pemberian pakan, teknologi pakan sampai ilmu manajemen yg seharusnya di jalankan. Begitu ngotot dan merasa benar dengan menggunakan cara cara lama yg sdh usang dan berbahaya bagi usahanya. Alam dan pasar akan dengan mudahnya akan menenggelamkan orang yg tidak mau ikutin perubahan yg terjadi.

Jenis usaha budidaya ikan ini hanyalah analogi sederhana tentang sebuah bidang usaha yg juga terjadi dibidang usaha lainnya (apapun itu). Jadilah pemain yg cerdas dan jadilah pekerja keras krn tanpa kombinasi keduanya maka kita hanya menyimpan bom wkt yg bisa meledak kapanpun. Tentukan, apakah diri anda ingin menjadi pemain pengganti ATAU pemain yg digantikan?
#SiapaTauBermanfaat
Share:

INSPIRASI DARI ELON MUSK


By Tatang Sunarta


Elon Musk. Saat dia kecewa dengan kartu kredit dan bank dia menciptakan sistem pembayaran online, Paypal. Sistem itu kini menjadi salah satu yang sangat populer di dunia.

Saat dia kecewa dengan polusi mobil, Elon Musk menciptakan mobil listrik Tesla. Kala dia ingin jalan-jalan ke luar angkasa dan tak ada perusahaan yang menyediakan fasilitas itu untuk swasta, dia menciptakan SpaceX, yang kelas bisa membawa turis ke luar angkasa.

Jadilah Elon Musk. Karena inspirasi yang menjelma menjadi sebuah bisnis itu bisa datang darimana saja. Dari keresahan, dari keinginan, dari kemarahan, dll.

Ingat kan dengan hukum kekekalan energi?!. Bahwa energi itu tidak dapat dihilangkan, dia hanya bisa berpindah atau berubah bentuk.

Jadi ubah lah kekecewaan mu atas apapun jadi inspirasi. Convert-lah kegelisahan mu atas banyak hal menjadi inspirasi. Ganti lah kemarahan mu terhadap banyak hal menjadi inspirasi. Dan jadikan inspirasi tersebut menjadi ide usaha yang bisa menghasilkan. Dengan begitu kau sudah merubah energi negatif mu menjadi positif.

Inilah seklumit inspirasi dari Elon Musk, semoga bermanfaat.
Share:

CERITA PENJUAL BAKSO SUKSES

BY TATANG SUNARTA

Jangan pernah menyalahkan orang lain saat mereka memandang sebelah mata profesi kita (apapun itu selagi positif). Kenapa demikian? Karena bisa jadi diri kita adalah salah seorang dari penyumbang nilai negatif bukan positif.

Dalam sebuah kampung ada seorang penjual bakso yg sukses. Awalnya dia hanya mampu beli sepeda, lalu motor, dan lalu Mobil. Semua itu dia beli dari hasil jualan baksonya. Apa yg terjadi dikampung tersebut? Profesi menjadi tukang bakso menjadi trand dan sangat bergengsi karenanya. Begitulah awal mula munculnya central2 bisnis atau pengrajin sesuatu dlm satu daerah. Diawali dgn kesuksesan seseorang lalu kemudian diikuti yg lainnya. jadilah terkenal kampung tersebut dgn spesifikasinya.

Namun hal sebaliknya pun demikian. Saat ada seorang trader dlm sebuah kampung yg justru awalnya wkt masih kerja dikantor mampu membeli mobil namun setelah resign dan menjadi seorang trader alih2 bukan menambah jumlah Mobil tapi justru menjualnya. Tdk cukup berhenti disitu, selang beberapa waktu motornya pun dijual, tidak selang beberapa lama justru rumah yg dl mampu dibelinya justru digadaikan. Tak butuh waktu lama untuk rumah tersebut disita krn gagal bayar, alhasil hidup ngontrak bahkan hidup dari hutang dari satu warung ke warung lainnya. Setelah semua itu terjadi lalu anda meminta agar org lain memandang positif profesi anda? Hai kamu. ‪#‎IyaKamu‬. Banguuun!!! Sudah siang!!!!!

Jangan salah kan pasangan (suami / istri) atau orang tua atau siapapun itu, saat mereka meminta anda untuk berhenti melakukan suatu bisnis krn sangat terlihat anda bukan menuju ke kondisi membaik tapi sebaliknya. Mereka benar!!! Anda yg selalu melawan hati nurani demi sebuah logika yg salah!!! Ada anak yg harus sekolah, ada keluarga yg harus dinafkahi, ada org tua yg masih berhak mendapatkan titipan rezeki melalui tangan anda dimasa tua mereka. Jangan egois!!! Karena itu sy selalu menyarankan sadar dirilah dan tempatkan diri anda pada posisi yg benar. Realistis.

Logika saja. Tidak ada penjual bakso yg sdh rugi bertahun2, jual asset sana sini, gadai rumah dll tapi masih bertahan jualan bakso terus dan terus tanpa perbaikan. Itu namanya bertahan dalam posisi tenggelam. Kesuksesan dan kegagalan adalah MATEMATIKA yg bisa dihitung.

Seperti traffic light/lampu merah. Ada saat dimana harus maju, ada saat dimana harus berhenti, ada saat dimana harus berhati2. Krn itu saya membuat klasifikasi nasehat kapan harus berhenti (lampu merah), kapan harus hati2 (lampu kuning), dan kapan harus jalan terus (lampu hijau). Sikap anda jalan terus dgn kacamata kuda tanpa melihat kanan kiri akan membawa malapetaka dan kecelakaan yg menghancurkan.

Segeralah sadarkan diri kita masing2. Karena dlm dunia forex tidak ada yg mampu menolong kita selain diri kita sendiri. Bangun dan berubahlah atau pindah jalur dan mengulang perjalanan. Tidak ada noktah hitam dalam sebuah perjalanan kalau kita mampu untuk segera menghapusnya.

Jadikan lah diri kita bukti positif. Maka tanpa diminta orang sekitar akan memandang baik apa yg kita lakukan. Be realistic. Umur kita terlalu singkat klo hanya digunakan untuk menggambar mimpi tanpa pernah ada usaha untuk menggapainya. ‪#‎SalamSepur‬
Share:

Cerita Pagi Tatang Sunarta


By Tatang Sunarta

Dari dulu penghasilan saya dan istri sebagai professional di holding company yg kami pimpin sdh menjadi milik org tua kami masing2 secara otomatis krn akan langsung di auto debit. Yg sedihnya orang tua saya sama sekali tdk pernah peduli akan rekening itu. Jangankan mengambil hanya untuk nge-check saldonya aja blm pernah. Seingat saya hanya sekali uang itu pernah ditarik, itupun hanya 30jt IDR dan itupun untuk beli pupuk dan bibit padi krn pada tahun 2010 lalu sawah dikampung saya kena hama.

Beliau tdk mengambil uang tersebut bkn krn banyak uang. Tapi karena beliau tdk mau merepotkan anak2nya. Beliau berdua lbh memilih terus bekerja dgn turun kesawah mengelola padi2nya wlwpun diumur beliau berdua yg sdh tdk muda lagi. Selain itu budaya dikampung saya melarang setiap org tua untuk menerima hasil jerih payah anaknya yg sedang merantau, kecuali dia sdh pulang kampung dan kembali menetap dikampung. Padahal zaman sdh demikian berbeda jauh. Tapi begitu lah org tua. Mereka punya caranya sendiri untuk bahagia.

Emak dan abah sy hanya mau menggunakan uang saya untuk umroh setahun sekali. Padahal sy sdh menawarkan kapanpun beliau mau umroh/haji bisa bilang kesaya, ga mesti setahun sekali. Tapi beliau berdua tetap menolak. Sejujurnya hati siapa yg tdk sedih klo dlm posisi saya?! Tapi org tua punya caranya sendiri untuk bahagia. Dan saya ikut bahagia saat mereka berbahagia.

Sampai pagi tadi emak saya tlp menanyakan alamat kantor pajak provinsi. Saya kaget, krn tdk biasanya beliau mau berurusan dgn birokrasi terlebih perpajakan. Akhirnya pagi tadi sy buru2 brngkt dari Surabaya. Ternyata nominal rekening atas nama emak sy tersebut dicurigai dgn data profesi emak sy yg seorang petani tulen. Terlebih lagi cash flow yg mereka anggap 'mencurigakan'. Krn itu org pajak butuh konfirmasi melalui wawancara mengingat maraknya kejahatan yg berkembang skrg. Krn emak sy ga tau apa2 akhirnya sy dan kepala cabang bank penerbit rekening emak sy yg diwawancara. Hasilnya kami hanya diminta untuk melengkapi berkas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Sedangkan emak saya yg hanya duduk diruang kerja pimpinan pajak daerah hanya sesekali menghampiri dan bertanya "Aya naon sih!?" (ada apa sih?! -Sunday). Org tua selalu punya caranya sendiri untuk bahagia.

Hanya cerita pagi buat pemirsa...
Share:

APAKAH SUKSES DI FOREX KARENA BAKAT?


Menurut saya forex itu bisnis yang bisa dipelajari, jadi ga ada hubungannya dengan bakat. Kalo memang bakat2an darimana seseorang tahu bahwa dia berbakat di bidang forex?! Apa ukurannya?! Jadi bukan dgn bakat apa anda terlahir tapi sekuat apa usaha anda menekuni bidang tersebut.

Bakat itu seperti beberapa mata pisau, tinggal yang mana dan seberapa rajin iya diasah. Jadi semua orang (menurut saya) terlahir dgn bakat/potensi yg sama. Jadi klo ada yang sdh bangkrut + utangnya banyak gara2 forex jangan menyalahkan 'bakat' krn kesalahannya bukan disitu tapi kesalahannya ada di prilaku bisnisnya.

 Sekarang Anda pasti punya jawaban jika da pertanyaan: APAKAH SUKSES DI FOREX KARENA BAKAT?

‪#‎SalamSefur‬.
Share:

MENYAMBUT TAHUN BARU 2016

by Tatang Sunarta

Tahun 2016 sudah menanti, tahun 2015 segera berganti. Disaat semua orang sibuk membuat resolusi untuk tahun 2016 saya dan istri justru malah baru membuka kembali file resolusi tahun 2015 sebagai evaluasi sebelum membuat resolusi ditahun berikutnya. Bagi istri saya yang orang management penting adanya mengevaluasi resolusi yang sudah dibuat ditahun kemarin untuk perencanaan/resolusi ditahun berikutnya agar kita tau point2 mana yang sudah berhasil dan apa faktor keberhasilannya. Lalu point2 mana yang belum berhasil dan apa faktor2 kegagalannya. Itu penting untuk mengukur sesungguhnya langkah kita sudah sampai dimana.

Sibuk membuat resolusi ditahun depan itu baik, tapi tidak mengevaluasi resolusi yang sudah dibuat ditahun lalu juga tidak bijak, jangan2 kita semua cuma asik membuat resolusi demi resolusi / mimpi demi mimpi tanpa tau tangga2 untuk mencapainya. Alhasil, resolusi yang ada pada 10 tahun lalu masih ada dan tercatat dalam resolusi tahun ini tanpa pernah kita evaluasi faktor2nya.

Yuk... Sama2 kita mengevaluasi setiap resolusi kita masing2 ditahun ini lalu buatlah resolusi2 yang realistis ditahun depan. Rencanakanlah keberhasilan anda karena tidak ada keberhasilan tanpa perencanaan matang. Dalam sebuah petuah dikatakan “Gagal merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal” setelah semua perencanaan tahun kemarin dievaluasi dan point2nya / faktor2nya bisa kita tangkap dengan jelas maka rencanakanlah hal2 yang realistis ditahun berikutnya. Contoh, klo tahun ini kita masih naik sepeda maka diresolusi tahun depannya jangan menulis bahwa kita harus punya jet pribadi wlwpun tidak ada yang tidak mungkin tapi menulis hal2 yang realistis bisa membuat kita sadar bahwa ada tahapan ‘baby step’ dalam setiap keberhasilan. Tidak ada kata2 ‘ujug2’ kaya, yang sering terjadi itu ‘ujug2’ miskin. Jadi harus tetap realistis, dan Tuhan pemilik semesta ini berada diatas segalanya.

Mari sama2 kita jadikan tahun 2016 ini sebagai MOMENTUM (Silakan baca makna ‘momentum’ pada tulisan saya sebelumnya agar bisa dimaknai dgn benar) untuk kita semua berubah. Lupakan apa yang pernah terjadi, ambilah setiap pelajaran dari apa yang pernah kita lalu, lalu kemudian perbaiki dihari mendatang. Itu kunci kesuksesan bagi siapapun. Klo pola berbisnis anda ditahun kemarin tidak menguntungkan jangan coba hal serupa lagi karena anda hanya akan memutar kaset kusut. Rubah pola berbisnis anda untuk mencapai hasil yang lebih baik. Maka kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih sukses dan sukses namun demikian tetap ‘waras’, tetap hangat dengan keluarga, tetap setia dengan pasangan, tetap menjadi sosok orang tua yang dkt dengan anak2, tetap menjadi pimpinan yang hangat, dlsb..

Uang memang bukan segalanya tapi perlu diingat bahwa segalanya itu membutuhkan uang. Jadi mari kita semua bekerja lebih keras dan lebih cerdas. Nikmati setiap proses yang berjalan dan syukuri setiap pencapaian yang diraih. Hanya dengan begitu kita hidup kita seimbang dalam menggapai mimpi. Klo ada orang yang bilang “naik mobil yg harganya 200juta IDR itu rasanya sama dengan naik mobil yang harga 2M IDR” atau “Naik pesawat kelas ekonomi itu sama aja dengan naik yang kelas bisnis” itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena jelas sekali berbeda. Saya ingin mengutip postingan salah seorang kawan yg saya baca kemarin, tapi sy sudah scrooling down ga ketemu juga. Kurang lebih kata2nya demikian. (Klo hujan2 ada yang bilang begini “hujan2 gini enaknya makan bakso nih, berarti dia belum pernah ngerasain enaknya ciuman hujan2 sambil tidur2an dikamar”) Hehe. ?#?SalamSemfrul?..

Mari kita menyambut tahun baru 2016 dengan happy....
>....................................................................................

#Miliki buku MTS, agar Anda memiliki pencerahan untuk trading Anda..sehingga tahun 2016 adalah milik Anda...profit Anda dan kebebasan financial Anda....: link info:
http://blog.tradersakti.com/p/blog-page_18.html
Share:

MERASA PALING BENAR DAN PALING NGERTI ADALAH KEBODOHAN

 By Tatang Sunarta

Kenapa Banyak Hoax Bertebaran?
Dua puluh tahun lalu, McArthur Wheeler memutuskan merampok bank. Wheeler, warga Pitshburg US, yang kala itu umur 44 tahun dengan pede merampok bank dengan bekal utama perasan air lemon. Hipotesis Wheeler sederhana, air perasan lemon, bisa digunakan sebagai tinta yang tak terlihat (invisible ink). Jika perasan air lemon dituliskan pada sebuah kertas, maka tulisannya tak terbaca. Tulisan itu baru bisa dibaca kalau didekatkan dengan panas.

Nah, Wheeler melumuri kepalanya dengan perasan air lemon. Dalam benak Wheeler, wajahnya jadi tak terlihat jika dilumuri perasan air lemon. Sebagai percobaan, ia mengambil swafoto (selfie) dengan kamera Polaroid. Entah kameranya yang sedang rusak, atau sebab lain, tapi hasil foto itu tak bisa menampilkan wajah Wheeler. Wheeler makin yakin dan percaya absolut dengan resepnya. Walau dia tak paham dengan kimia, dia mantap merampok bank dengan perasan air lemon.

Di hari itu, Wheeler akhirnya merampok bank. Tanpa topeng apalagi penutup kepala. Tak hanya merampok satu bank, tapi dua sekalian. Wheeler bisa membawa banyak uang. Sekaligus terkenal. Sebab, kamera pengintai bank bisa merekam wajahnya. Selang beberapa jam usai beraksi, wajahnya sudah nongol di layar kaca, dengan jelas. Alhasil, wajah itu mudah dikenali sebagai McArthur Wheeler. Di hari yang sama, polisi bisa menangkap Wheeler dengan mudah.

Kebodohan Wheeler ini menarik dua peneliti psikologi sosial dari Cornell University; David Dunning dan Justin Kruger. Keduanya tertarik, apa yang menyebabkan Wheeler begitu percaya diri merampok bank hanya dengan melumuri wajahnya dengan air lemon. Apa yang membuatnya yakin sukses merampok bank, padahal tak punya pengetahuan tentang kimia?

Hasil penelitian mereka menunjukkan, dalam konteks psikologis, makin minim pengetahuan atau pengalaman seseorang di suatu bidang, justru makin tinggi rasa percaya diri. Bahkan level kepedeannya, melebihi para ahli. Orang-orang menengah, justru rasa percaya dirinya paling rendah. Para ahli, justru tak sepede dengan orang-orang minim pengetahuan ini. Fenomena ini dikenal dengan Dunning-Kruger effect.

Mereka yang minim pengetahuan, makin mendapat angin segar dan panggung yang lapang dengan adanya media sosial. Dengan mudah, kita bisa pungut pendapat ngawur dan hoax bertebaran di beranda media sosial. Salah satu contoh misalnya ada yang mengatakan, Yunani bangkrut karena di Athena, satu-satunya ibukota negara di Eropa, yang tak punya masjid. Penebar opini itu biasanya memang bukan mereka yang memiliki pengetahuan nanggung apalagi pakar tapi pemilik pengetahuan "jongkok".

Ini selaras dengan perkataan Charles Darwin; Kebodohan lebih banyak melahirkan rasa percaya diri, dibanding dengan pengetahuan. Merasa paling benar dan paling ngerti, adalah awal kebodohan ini. Ya, pada awalnya memang cuma karena perasaan.
‪#‎SalamDamaiSelaluUntukKitaSemua
 ...................
Monggo temen-temen yang ingin memperdalam lagi tentang forex, Anda bisa belajar dari buku MTS: kesempatan lagi discount:
http://blog.tradersakti.com/p/blog-page_18.html
Share:

PERBEDAAN LOSS DAN MARGIN CALL -Lanjutan

 By Tatang Sunarta


(Berikut adalah terusan tulisan dari tema “Perbedaan loss dan MC” yg sempat lupa saya teruskan kemarin)

Bagi temen2 yg belum baca postingan sebelumnya Anda bisa baca disini Klik
B. MC (Margin Call)
Setiap trader pasti sangat menghindari hal ini, karena ini adalah batas akhir dari sebuah peringatan tentang banyak hal. Salah analisa, ketidak disiplinan, tidak patuh kepada rule dll. MC memang menjadi momok besar bagi seorang trader forex, tapi wlwpun demikian tidak sedikit yang ‘tobat sambel’. Bagi saya yang penting diperhatikan dalam urusan MC ini adalah management keuangan secara keseluruhan. Tidak ‘mempertaruhkan’ semua isi dompet dan lain sebagainya adalah salah satu dari sekian banyak cara kita dalam melindungi nilai/uang dan bentuk real dari penggunaan management keuangan ditahap awal. Karena dari beberapa kesempatan bertemu dan berinteraksi oleh banyak temen2 trader yang aktif difacebook, bagi saya fenomena yang paling mengerikan adalah saat seorang trader sudah tidak lagi MENGHARGAI UANG. Sorry to say. Ini saya tulis bukan untuk menyinggung/menyindir siapapun. Ini saya dedikasikan terutama untuk diri saya pribadi agar menjadi remainder bahwa saya harus tidak melakukan hal tersebut karena sangat merugikan.

Dalam prihal MC bagi saya yang terpenting adalah management keuangan baik secara keseluruhan ataupun management keuangan ketika sudah menjadi balance dalam akun. Keduanya penting dilakukan. Management keuangan secara keseluruhan akan menjadi ‘pelampung’ agar saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kita tidak langsung tenggelam. Dan management balance dalam akun akan berdampak pada prilaku kita dihadapan market. tanpa keduanya itu dapat ‘mendekatkan kita pada Tuhan’. Karena biasanya orang klo habis dapet ‘apesnya’ langsung ingat ke Tuhan. Seperti para koruptor / penjahat yang ditangkap kemudian langsung pada menggunakan simbol2 keagamaan seperti peci / jilbab. Hehe

Saya jadi teringat curhatan seorang yang pernah menjumpai saya. Dari banyak hal yang diceritakan saya menangkap satu hal yang menggelitik. Kurang lebih summery nya begini “Saya (dia) itu klo habis loss galau-nya ga hilang2, tapi klo habis MC justru malah otomatis bisa tambah percaya diri. Jadi tau apa yang akan dilakukannya kedepan, jadi yakin atas analisanya dll”. Setelah itu biasanya ‘beliau’ langsung re-deposit dihari yang sama bahkan tidak perlu menunggu beberapa jam beliau sudah langsung bisa move on pasca MC. Padahal ketika akun sudah jadi dihari yang sama dia tidak menjadi pribadi yang baru yang lebih baik. Dia hanya mengulang kesalahannya yang BARU SAJA dilakukannya. Diwaktu bersamaan padahal beliau itu klo habis loss malah galau berkepanjangan dan sulit untuk bangkit. Klo hal ini terjadi juga pada diri kita coba deh berhenti sejenak sebelum semuanya terlambat. Evaluasi diri yang mendalam karena menurut hemat saya klo ini yang terjadi maka ini sudah pada taraf kronis tingkat provinsi. Hehe

Itulah kenapa penting sekali management dan evaluasi bagi saya pribadi. Karena dengan demikian kita jadi sadar peta, tidak buta arah, dan bisa mengetahui posisi diri kita apakah ada di zona berbahaya atau di zona nyaman. Tanpa itu semua sulit menentukan tolak ukurnya. Dan itu harus dilakukan karena ini bisnis bung. Sebagai contoh: klo dalam tata kelola akun mingguan saya diharuskan 4 kali deposit dalam satu bulan, lalu dalam perjalanan 1 bulan tersebut saya mengalami sekali MC bagi saya itu msh ok. Tapi klo sudah 2 kali ini sudah tdk sehat. Tapi klo 3 kali ini sudah berbahaya. Tapi klo sudah 4 kali ini berarti butuh piknik. Jadi mengukur, melakukan evaluasi, merenung, membuat management yang baik dll adalah hal mutlak yang harus dilakukan karena klo tidak dilakukan darimana kita tau tolak ukur kualitas diri kita dalam menjalankan bisnis ini?

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Habiskan jatah GAGALmu disaat muda”. Kita semua harus teliti membaca pepatah tersebut karena klo tidak kita bisa terjerumus krn salah tafsir. Dalam pribahasa tersebut yang harus dihabiskan jatah apanya? Ya, jatah GAGALnya dan bukan jatah MODALnya. Jadi gunakanlah management dalam melakukan bisnis ini karena itu harga mati. ‪#‎SalamSefur‬.
Share:

MENJAGA KONSISTENSI TERHADAP RULE

By Tatang Sunarta

+Pak selama ini saya trading mc terus, kadang-kadang profit tapi lbh sering loss-nya. Mulai dari modal 10 dolar sampe 2000 dolar semuanya abis. Sekarang saya lagi ngajuin pinjaman ke bank semoga aja dengan mulai dari modal gede saya bisa konsisten kayak pak tatang. Saya minta doanya pak.

-Saya termasuk orang yang berpendapat bahwa konsistensi itu bukan masalah jumlah modal. Konsistensi itu masalah prilaku, berapapun modalnya. Jadi menurut saya klo kita sudah memandang benar bisnis ini dengan menggunakan management dalam melakukannya dan disiplin ketika menjalankannya maka berapapun modalnya akan kita perlakukan dengan profesional. Management itu bisa membangun sesuatu mulai dari kecil menjadi besar. Tidak ada satu bisnis pun didunia ini yang tdk dimulai dari ‘ZERO’ sebesar apapun bisnis tersebut, yang membedakan adalah starting pointnya.

Konsistensi/Disiplin itu harus dilatih dan tidak bisa datang begitu saja karena secara psikologi manusia itu tdk stabil karena banyak faktor, karena itu kita harus berlatih. Konsistensi/disiplin itu tdk bisa datang begitu saja. Besaran modal menjadi hal yang relatif (menurut saya). Bagi beberapa orang modal 50.000USD itu kecil, tapi bagi sebagian lain itu besar. Jadi masalahnya sebenarnya ada di prilaku kita. Klo kita memperlakukan modal yang kecil dengan benar maka yang kecil bisa menjadi besar. Saya sering lihat kok teman2 yang suka upload gambar from 100USD to 10.000USD dlsb. Tapi kebalikannya, saat prilaku kita salah maka se-BESAR apapun modalnya maka akan habis tak bersisa.

Dalam dunia trading pendapat bahwa ‘klo modal besar akan bisa lebih disiplin’ itu tdk sepenuhnya salah tapi tidak bisa dibenarkan juga. Semuanya akan berpulang kepada PRILAKU pribadi kita dihadapan market. Adapun pendapat bahwa ‘klo modal besar dgn target yang lbh kecil itu lebih meringankan beban pesikologi’ saya sangat setuju. karena dalam kondisi tersebut pasti tekanan berkurang dan prilaku kita menjadi sehat dihadapan market. Jadi berapapun modal kita yang perlu diperhatikan adalah PRILAKU kita. Karena market tidak peduli siapa anda, berapa modal anda, kelahiran tahun berapa, seganteng apa anda dlsb.. yang dia tau bahwa dia akan melumat habis siapapun yang memPERLAKUKAN dirinya (market) dengan salah dan akan membayar mahal setiap PRILAKU yang benar terhadap dirinya (market). Jadi perbedaan antara orang profesional dengan yang kurang profesional ada di PRILAKU. Kejar2an terhadap market, tidak menggunakan management ketika menghadapi raksasa bernama market, tidak mengatur waktu istirahat dlsb itu salah satu indikasi bahwa ada prilaku kita yang salah yang mengakibatkan tekanan berlebih. Berbeda dengan orang2 yang profesional yang ‘terkesan’ acuh tak acuh terhadap market. Melakukan transaksi hanya dlm kondisi market yang dia mengerti saja. Setiap transaksi membatasi setiap keuntungan dan kerugian dll. Dkk.

Jadi apa yang perlu dilakukan klo modal kita kecil? Yang perlu dilakukan adalah menjaga konsistensi/disiplin terhadap rule yang sudah kita buat masing2. Saya lihat banyak kok teman2 yang berhasil menuju kesana. Tapi ini memang butuh kesabaran dan usaha yang lebih. Contohnya: Saya adalah orang yang gagal sarjana, karena sadar saya gagal sarjana dan punya kekurangan di starting point dengan teman2 lain yang sudah sarjana ketika dihadapkan oleh dunia kerja, maka saya sadar betul bahwa saya harus berusaha lebih keras dari para sarjana tersebut. jadi tidak perlu berkecil hati tapi juga jangan berbangga diri. Diri kita masing2lah yang tau akan kualitas pribadi kita. Dan jujur dengan diri sendiri menjadi kunci kesuksesan siapapun. Setiap kita punya kesempatan yang sama untuk sukses. ‪#‎SalamSefur‬. He

Share:

PERBEDAAN LOSS DAN MARGIN CALL


By Tatang Sunarta
Perbedaan antara LOSS dan MARGIN CALL (MC), tetapi kali ini saya akan bahas satu-satu dulu ya... Sabar... nanti bisa dilanjutkan koq.

LOSS

LOSS / KERUGIAN dalam sebuah bisnis adalah sebuah keniscayaan yang pasti terjadi, termasuk pada bisnis forex. jadi tidak perlu terus sibuk mencari sistem yang dapat membuat anda konsisten profit tanpa loss sedikitpun atau yang sering disebut dengan holy grail karena itu tdk akan pernah ada. Yang ada adalah pemahaman seseorang yang baik terhadap suatu disiplin ilmu / sistem trading / indicator yang dapat meminimalisir loss tersebut. Cuma itu. Jadi sebagai seorang trader forex kita harus mengadakan evaluasi secara periodik/berkala terhadap kinerja kerja kita baik itu dilakukan mingguan / bulanan. Tanpa evaluasi tersebut agaknya sulit untuk menentukan tolak ukur diri kita, kualitas trading kita, kualitas transaksi kita dlsb.. Jadi (Masih menurut saya) klo kita mau menjadi seorang yang profesional dibidang forex dan menganggap bahwa forex adalah sebuah bisnis seperti bisnis2 lainnya maka jgn Cuma fokus kepada pencapaian/target tanpa melakukan evaluasi. Contohnya: bulan ini saya mampu menghasilkan 500USD dari balance awal saya 1000USD. Bulan berikutnya saya minus 400USD dari balance awal saya 1000USD terus demikian tanpa ada evaluasi masing2 hasil dari kualitas trading kita dimasing2 bulan.

Mungkin ada yang menganggap bahwa ini “ribet” tapi bagi saya pribadi ini harus dilakukan, dan setelah sekali dua kali anda lakukan pasti ada yang berubah dari pola2 dan cara trading anda yang sebelumnya dan itu terjadi secara otomatis karena (menurut penelitian yg pernah saya baca) prilaku evaluasi dalam bisnis itu bukan sekedar menata kembali yang sdh terjadi untuk kemudian hari, tapi ada pembentukan pola otak yang tanpa disadari bekerja dibawah alam sadar kita yang hasilnya adalah perbaikan prilaku/arah kebijakan sebuah bisnis/perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya.

Mungkin juga sebagian orang menganggap hal itu (evaluasi) tdk perlu dilakukan krn trading itu yang penting menghasilkan dan akumulasi perbulannya tetap profit. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah hanya saja (masih menurut saya pribadi) pendapat itu juga tidak sepenuhnya dapat dibenarkan. Karena dlm dunia forex itu tdk ada siapapun yang dapat menjamin klo bulan ini anda profit lalu kemudian bulan depannya anda akan profit juga. Lalu apa kabarnya klo bulan ini anda profit 500USD lalu bulan depan anda loss 500USD juga? Anda akan teruskan pola tanpa evaluasi tersebut? klo jawabannya adalah “YES” berarti besar kemungkinan anda hanya akan TIMBUL TENGGELAM di dunia bisnis forex ini. Seakan maju tapi sesungguhnya jalan ditempat. Itulah kenapa perlu adanya evaluasi, agar setiap langkah, setiap kebijakan untuk malakukan transaksi, setiap penggunaan lot/size, setiap penggunaan waktu dll, dapat TERUKUR.

Dengan segalanya yang terukur dapat membuat kita tdk jumawa ketika profit lalu kemudian over confident. Dan tdk juga membuat kita ‘galau’ atau down akut ketika terjadi loss. Itu akan tetap menjaga kita menjadi trader yang logis dihadapan market. Lalu klo abis loss harus gimana? Izinkan saya mengutip salah satu lagu melayu “Ibarat air didaun keladi, walaupun tergenang tetapi tak meninggalkan bekas, pabila tersentuh dahannya bergoyang air pun tertumpah, tercurah habis tak tinggal lagi” Jadi klo habis loss harus sesegera mungkin dilupakan dan diperbaiki segala kesalahannya dan hrs tetap seperti ‘daun keladi’ yang tdk basah wlwpun sempat tergenang air dan tetap menjadi diri sendiri. klo sekali dua kali loss harus bersikap seperti ‘daun keladi’ juga yang dgn sedikit sentuhan didahannya maka air pun tertumah, tercurah habis tak tinggal lagi.

 tentang Margin Call (MC) menyusul klo ada waktu luang ya, ini sambil iseng perjalanan darat Bandung-Jakarta aja. Semoga ada manfaatnya. ‪#‎SalamSefur‬.

.......
Jika berminat dengan buku : Menjadi Trader Sakti, silahkan segera di order (mumpung ada discount di bulan ini..!)

Artikel ini Bersambung...! klik: http://blog.tradersakti.com/2015/12/perbedaan-loss-dan-margin-call-lanjutan.html
Share:

ISTIRAHAT ITU PERLU

by Tatang Sunarta

Berikut saya re-post alasan kenapa kita butuh 'piknik' / beristirahat sebentar / sejenak beribadah atau berdoa (sesuai kepercayaan masing2). sebagai bentuk 'menaruh beban' sebagai manusia biasa yg lemah. ISTIRAHAT itu perlu bagi mereka yang mengaku manusia hehehe

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira2 segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Taruhlah beban kita secara priodik. Dgn beribadah 5 Kali sehari (bagi yang Muslim). Atau seminggu sekali dgn piknik (wlwpun hanya ke kampung tetangga) ketika weekend. Krn dgn demikian akan membuat kita menjadi pribadi yang seimbang. ‪#‎SelamatHariSenin‬ ‪#‎SalamSefur‬.
Share:

BISNIS YANG PALING BAGUS SEKARANG?

by Tatang Sunarta

+Pak bisnis apa sih yang bagus buat sekarang ini? Saya mau trading sambil berbisnis aja dech biar bisa seimbang. Tolong sarannya ya pak..

-Klo mengutip kata2 Bob Sadino ‘bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan bukan sekedar difikirkan’. Tapi klo saya diminta untuk menyarankan bisnis apa yang baik untuk sekarang ini maka jawaban saya setiap bisnis baik asal dijalankan dgn profesional. Knp saya tdk mau menyebut sektor bisnisnya? Karena menurut prinsip saya bisnis itu serupa tanah yang beda tempat beda juga tanamannya. Atau seperti air, yang beda tempat beda juga ikannya. Karena potensi setiap daerah pasti berbeda2. Krn itu sy tdk bisa menyebut secara eksplisit bisnis apa yang baik untuk saat ini. Tapi mungkin saya bisa memberikan beberapa pola inspirasi bisnis yang bisa anda fikirkan dan aplikasikan didaerahnya masing2. Tentunya ini adalah hasil pengalaman saya yang tdk seberapa ini, jadi mohon ditambahkan klo ada yang berlebihan dan mohon maafkan klo ada kekurangannya.
Berikut adalah beberapa jenis pola inspirasi dari bisnis mengapa sektor bisnis tersebut bisa muncul:

1. Inovasi.
Karena keterbukaan informasi yang sedemikian rupa belakangan ini banyak sekali inovasi2 baru yang ditemukan oleh anak2 muda zaman sekarang. dalam sektor ini kita butuh tingkat kreatifitas tinggi karena kita harus menemukan celah2 bisnis baru diantara menjamurnya bisnis2 lainnya. Contoh saja. Tongsis (tongkat narsis). Orang yang berhasil berimajinasi dgn melihat kebutuhan pasar terhadap org yg selalu kesulitan untuk mem-foto dirinya sendiri kemudian punya ide membuat tongsis maka itu hebat menurut saya. Karena disaat orang lain sibuk meminta tolong orang lain untuk difotokan dia berhasil menemukan jalan keluarnya.

2. Copy paste.
Copas adalah salah satu jenis bisnis juga wlwpun memang kualitasnya tdk sehebat inovasi. Tapi ini juga menghasilkan selama melakukannya positif. Contoh. Dialun2 suatu daerah ada penyewaan becak2an kecil yang selalu ramai dipakai anak2 kecil sampai mereka rela mengantri. Melihat fenomena dikota A tentang ramainya penyewaan becak kecil tersebut maka si B berinisiatif untuk mengaplikasikan hal serupa dikotanya. Ada lho trader yang punya bisnis seperti yang saya sebut diatas. Gilanya modalnya kembali utuh 100% hanya dlm waktu 1 bulan dan sisanya adalah keuntungan. Dan terakhir saya dengar katanya beliau sekarang mau buat jasa bisnis online didaerahnya. Hehe

3. Menawarkan solusi.
Biasanya sektor bisnis ini ada didalam bidang jasa. Contohnya. Saat makan siang orang2 diperkantoran terbatas dan pilihan makanan disekitar kantornya membosankan maka muncul ide bahwa dalam kasus tersebut yang dibutuhkan para pekerja adalah ‘solusi’ bagaimana mereka tetap dikantor tapi makan siangnya bisa diantar. Sedangkan tdk semua rmh makan memiliki fasilitas delivery order. Maka muncul lah sektor bisnis antar jemput makanan. Jadilah sektor bisnis tersebut sebagai solusi bagi para pekerja kantoran / anak kost2an yang males untuk keluar.

4. Mencari potensi sekitar.
Biasanya setiap daerah punya ciri khasnya masing2. Dan kebanyakan dari ciri khas masing2 tersebut tidak ter-eksplorasi dengan baik. Maka kita sebagai pengguna teknologi harusnya memiliki banyak peluang untuk itu. Mungkin dikampung A pengrajin sapu lidi. Lalu sebagai orang yang mengerti teknologi kenapa kita tdk mau ikut dalam bisnis tersebut dgn mengiklankannya didunia maya dengan banyak sekali cara. Rizki orang tidak ada yang tau. Mungkin saja krn suatu hari terkenal dgn potensi sapu lidinya suatu hari kampung anda bisa menjadi kampung sapu lidi dan menjadi desa wisata sapu lidi. Dan ini banyak sekali terjadi di Indonesia.

5. Berawal dari kesulitan.
Dulu waktu awal2 saya bekerja di Jakarta dan kost didaerah Benhil, pada masa itu (tahun 1999an) bisnis loundry (setau saya) belum ada yang retail dan bersekala kecil seperti sekarang ini yang kiloan dll. Waktu itu hanya ada loundry untuk baju2 bagus dgn tarif yg mahal yang tdk mungkin kebanyakan para pekerja2 kantoran mampu membayarnya demi untuk mencuci baju. Pada saat itu saya juga bekerja dan kesulitan untuk masalah tersebut. Akhirnya saya mencoba membeli mesin cuci yang saat itu adalah barang mewah (apalagi sekelas saya yang orang kampung) kemudian mulai membuka order untuk teman2 yang mau pakai tapi sewa per-penggunaan. Akhirnya semuanya berjalan lancar sampai suatu hari sy pulang ke rumah dan minta restu orang tua mau buat jasa loundry ‘kaki lima’ tapi ditolak mentah2 dan diminta berhenti. Pasalnya bisnis loundry saat itu belum sekeren sekarang dan celakanya lagi orang tua saya tdk tau apa itu loundry. Jadi terpaksa saya jelaskan dgn bahasa yang paling sederhana yaitu ‘nyuciin baju orang’. Abah saya langsung naik pitam. Katanya jauh2 kerja dijakarta klo Cuma ‘nyuciin baju orang’ mah mending macul aja dirumah sama abah. Lebih terhormat. ‪#‎Hadeeeh‬. Hehe. tapi lihatlah bagaimana bisnis serupa sekarang sangat menjamur seiring perkembangan zaman.‬

6. Trand.
Mengikut Trand fasion. Makanan dll adalah suatu bisnis juga. Klo kita tau apa yang anak muda sekarang sedang gandrungi dan kita bisa ambil posisi dlm spot itu maka itulah bisnis. Sama halnya juga trand kuliner. Saat seblak rame di Bandung orang2 didaerah lain sibuk juga jualan seblak. Hehe.

Sebenarnya masih banyak lagi pola2 inspirasi bisnis yang bisa diaplikasikan didaerah masing2 dengan melihat potensinya masing2. Klo masalah inspirasi bisnis nonton leptop siunyil aja banyak kok inspirasi bisnis. Yang jelas bisnis itu kegiatan yang harus menghasilkan jadi klo anda trading tapi tdk menghasilkan malah terus berhutang itu ciri2 bahwa anda tdk sedang berbisnis di dunia forex tapi sedang menjadi donatur tetap. Hehe. Jadi keinginan berbisnis rill sambil trading adalah satu hal yang menurut saya sangat baik dan positif. Paling tdk kita jadi tau sulitnya mencari rupiah demi rupiah hingga efek dominonya adalah kita hati2 ketika trading karena yang sedang kita gunakaan adalah uang. Jadi tdk ada kata “tidak mampu” tapi kitanya aja yang “tidak mau”. Apalagi seperti sekarang ini dimana informasi apapun bisa kita dapat dari depan komputer. Mau buat ini tinggal googling di yahoo. Mau bikin ‘nganu’ tinggal cari di google dll. Kita aja yang terlalu banyak alasan untuk bisa maju padahal pintunya sekrang ini terbuka lebar. Terlebih seperti yang saya singgung kemarin tentang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Sebentar lagi orang Indonesia dengan mudahnya menjadi guru di Thailand. Dan orang Brunai menjadi guru di Indonesia. Karena semua negara Asean sudah sepakat dari jauh2 hari, berpuluh2 tahun lalu tentang MEA ini. Tinggal kita sendiri yang harus memilih. Akankah jadi penonton hore2 yang baik atau memilih berperan aktif dan mengambil bagian dalam kesempatan yang sangat terbuka tersebut. ‪#‎SalamSemfrul‬. He he he he‬

Itu saja: bisnis yang paling bagus sekarang, monggo dicermati artikel diatas...
............................................................
Jika berminat dengan buku : Menjadi Trader Sakti, silahkan segera di order (mumpung ada discount di bulan ini..!)
Share:

BERAPA PERSEN TARGET PROFIT SEBULAN?

By Tatang Sunarta

Pertanyaan yang sering diberikan kepada saya adalah BERAPA PERSEN TARGET PROFIT OM SEBULAN? DAN BERAPA PERSEN TARGET YANG SEHAT DALAM SEBULAN?
PERTAMA?

Saya gak pernah menghitung target profit dalam procentage. Saya dan istri menentukan target profit bulanan dalam 3 level berbeda. Pertama: pendapatan TERENDAH. Kedua: pendapatan MENENGAH. Ketiga: pendapatan TERTINGGI. Lalu apa bedanya dengan hitungan “persen”?

Sekilas memang ga ada bedanya tapi perbedaan sudut pandang/mind set terhadap gool yang kita tuju itu menentukan cara bermain kita. Paling tidak dengan membagi kategori pendapatan menjadi 3 bagian tersebut saya trading tetap dalam keadaan “waras” dan logis serta objektif melihat peluang.
KEDUA.

Target yang sehat dalam sebulan itu harus mengadaptasi dua hal. Pertama: berapa modal kita. Kedua: seberapa kemampuan kita.

1. Kalau modal 50USD dalam sebulan sudah profit 1000% (dalam hitungan procentage) pun biasanya masih aja kurang. Tapi klo modal 50.000USD dengan profit 30% sebulan akan dirasa cukup. Pertanyaan selanjutnya “trus gimana bagusnya?”. Baiknya target ada dibawah modal jadi saat kegiatan trading berlangsung kita jadi orang yang berpikir logis dan bisa memandang klo ini sebuah bisnis. tinggal ulangi saja terus kemampuan mencapai targetnya nanti kan modalnya jadi besar juga.

2. Target yang menyesuaikan kemampuan adalah bahwa mungkin (bahkan saya lihat banyak terjadi) modal kita 50USD tapi dalam satu minggu kemampuan kita bisa menjadikan itu 500USD maka sesuaikan saja target BULANAN dengan kemampuan yang kita miliki. Yang jelas harus ada managment keuangan yang baik dalam point ini.

?#?MumpungNganggur?
?#?SalamSepur?
Share:

CARA ORDER BUKU NINJAA TRADER

ORDER BUKU MTS

bERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

POSTING TERBARU

Blog Archive

TESTIMONI BUKU MTS

testimoni buku MTS

BUAT AKUN FXCLEARING



BUAT AKUN HOT FOREX

https://www.grouphf.com/?refid=164413

Blog Archive