RUBAH DAN LANDAK
Isaiah Berlin, Pakar history of ides / sejarahnya ide, pernah menulis dalam esai terkenalnya "The Hedgehog and The Fox (si Landak dan si Rubah)".Alkisah, ada seekor rubah "naksir" pada landak kecil. naksir untuk dimakan. Sepanjang hari dia mengitari sarang landak, menunggu satu kesempatan emas, saat landak lengah.
Cepat, tangkas, berkaki banyak dan kreatif-rubah kelihatannya pasti menang. Di sisi lain, landak adalah makhluk yang lebih serampangan, jalannya bergoyang-goyang, sederhana.
Berkali-kali Rubah mencoba menangkap landak, namun gagal.
Pada suatu hari, Rubah menanti dalam kesunyian liciknya. Landak, berjalan pelan dengan goyangannya yang khas dalam jalur Rubah. "Aha, kena kau sekarang",gumam Rubah. Dengan satu gerakan cergat, Rubah melompat ...
Sang Landak karena melihat ke atas, dan merasakan ada bahaya di atasnya. "Apakah Rubah kembali melakukan ini, apakah dia tak belajar selama ini",bisiknya pada diri sendiri sambil menggulung badannya menjadi bulatan kecil sempurna dengan bulu-bulu tajam mencuat ke segala arah.
Sang rubah yang berniat menerjang korbannya melihat pertahanan itu, membatalkan serangannya lagi untuk kesekian kali. Dia berlari kembali ke hutan, memikirkan strategi selanjutnya.
Landak hanya tahu satu cara mempertahankan dirinya dari aneka rupa strategi Rubah, yaitu dengan menggulung diri.
Dia seperti orang yang datang ke sebuah pelatihan, mendapatkan satu hal (ilmu) dan terus-menerus -secara konsisten-mempraktekkannya ilmu yang didapatkannya.
Sebaliknya Rubah, dia adalah orang yang rajin keluar masuk pelatihan, menyusun aneka rupa teori dan konsep... tapi pada pelaksanaannya hanya mengulangi hal/kesalahan yg sama...lagi dan lagi. Dan tak ada hasil.
Parabel kuno Yunani Rubah dan Landak di atas hanya mau bilang :"Rubah tahu banyak hal namun karenanya dia tumpul, tapi Landak mengetahui satu hal saja namun dia tajam".
Menukil filosofi kungfu "lebih baik melatih satu pukulan seribu kali, daripada melatih seribu pukulan satu kali"
----------------------
Disarikan dari Bab 5, Buku Good to Great - Jim Collins, 2014. Buku yg cukup berdaging yg saya lahap dalam 2 hari karena bagus. #InvestasiLeherKeAtas
Gambar: Deviantart














