INSPIRASI TRADER INDONESIA

VPS Hosting

Jadilah: "The Psychologian Trader"

The Psychologian Trader

How to be The Psychologian Trader



Kesuksesan di bisnis forex, disamping karena seorang  trader memiliki  strategi perdagangan yang efektif dan teknik manajemen uang sehat, dia juga  memiliki pengetahuan untuk menangani  tantangan mental dan emosional. Kita tahu bahwa  seorang trader   bekerja di lingkungan yang sangat volatile.

Salah satu konsep kunci yang dibahas dalam buku ini adalah menggugah kesadaran, menyempurnakan mindset trading, memotivasi  keberanian untuk “take action”,  menawarkan solusi untuk mengurangi stres dan mengembangkan perspektif, meningkatkan kualitas yang berguna bagi para trader untuk mencari keuntungan dan melepaskan “jeratan-jeratan” gangguan emosional , agar berhasil  meningkatkan level tertinggi sebagai trader forex yang berhasil.  Trading mempengaruhi psikologi sebanyak psikologi mempengaruhi perdagangan.  Ini benar-benar faktor pendorong di belakang saya untuk menulis buku ini.


Saya menulis berdasarkan atas pengalaman pribadi, pengalaman kawan-kawan trader, dan para praktisi perdagangan forex  yang saya kenal. Mengupas persoalan-persoalan  klasik  hingga kekinian yang (persoalan) itu  “berulang-ulang” dialami para trader. Saya ingin  sharing banyak hal; sharing pengalaman, membimbing dan memandu Anda,  khususnya berkenaan tindakan khusus yang berada di bawah kendali seorang trader. Di dalam banyak tulisan,  sesekali  saya “menjitak” pembaca agar dapat “out of kemplu”. Diharapkan dengan “panduan”  dan sesekali “jitakan” ini, diharapkan pembaca   mampu membentuk strategi yang solid berdasarkan kombinasi dari gagasan dan praktik-praktik yang diperlukan, yang mengarah ke tingkat yang lebih tinggi dari kinerja perdagangan, sehingga seorang trader mampu konsisten profit dalam perdagangan forex.

Buku ini adalah kumpulan artikel  terbaik  yang pernah saya tulis “diatas meja saya”, tentang  beberapa pencerahan  bernuansa perdagangan  mata uang  yang mengandung  fakta-fakta penting, yang sering dilupakan bahkan diabaikan boleh beberapa trader dan mungkin termasuk diri Anda.

Inti dari buku ini adalah bagaimana meraih perdagangan sukses dengan melatih psikologi sebagai  sumber daya yang unik,  yang didalamnya berisi teknik-teknik  psikologis sederhana untuk keterampilan perdagangan, memungkinkan pembaca untuk meningkatkan pandangan mental mereka, memaksimalkan potensi strategi perdagangan mereka dan untuk terwujudnya konsisten profit.  Sementara sisi teknis buku ini adalah sebagai bahan belajar dan latihan, sekaligus contoh dan menyoroti konsep  paling penting yang akan membawa Anda lebih fokus terhadap tujuan konsisten profit tersebut.

Dunia forex memang unik, semua trader setuju jika mental psikologi trader lebih berperan dalam kesuksesan trading , bahkan diatas 60 % dibanding lainnya (strategi maupun money management). Kebanyakan trader juga setuju bahwa masalah tersulit yang dihadapi trader adalah masalah mental psikologi.  Namun  sedikit trader pemula, yang berburu ilmu psikologi trading;  “Mereka yang dari barat juga nggak ada tuh mengembara sampai ke timur untuk berguru ilmu psikologi trading. Mereka yang dari timur juga nggak ada yang sampai ke barat untuk privat menempa diri mental trading… Apalagi jika disuruh membayar…! “ Maka buku  ini dapat sebagai solusi, karena ia yang datang kepada Anda (jika Anda membeli) dan dapat dinikmati sambil minum kopi, tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Saya jadi teringat belum lama ini ada seseorang datang, diketahui dia pernah belajar kepada saya awal mula pertama menjadi  trader… Saat itu dia juga membeli buku  yang saya tulis “Menjadi Trader Sakti”. Kemarin dia menceritakan perjalanannya selama ini, “Pada awal membaca buku  ‘Menjadi Trader Sakti’, karena pada waktu itu  baru mengenal  trading, tidak berarti apa-apa bagi saya… Bahkan saya nggak percaya terhadap banyak hal yang ditulis disana. Setelah setahun ini berjalan menjadi trader dan saya belum berhasil juga, saya mencoba kembali membuka buku itu, membaca  dan mencoba memahami isinya. Ternyata perjalanan trading saya setahun ini, sudah di bahas di dalam buku itu... Saya menemukan bahwa di dalam buku itu, itulah saya…  Seorang trader yang sedang mencari jati diri dan ‘babak belur’ karenanya…  Membaca kembali buku itu, menambah rasa ‘Seperti digebukin orang satu kampung….!’” Saya jawab ( bercanda),  “Nanti membaca buku saya selanjutnya, ‘The Psychologian Trader’, Bapak akan merasa digebukin lagi, bukan cuma oleh orang satu kampung, tetapi oleh orang se-kecamatan.” Dia cuma tertawa, “Hahahah….. Siap menerima ilmu…!”

Buku ini mengacu pada pengalaman kawan-kawan trader, bagaimana mereka mengalami banyak masalah berkenaan dengan mental, mindset dan psikologi trading, yang berimbas kepada kegagalan sebagai seorang trader yang sukses. Sementara mereka “kurang perhatian” terhadapnya (kalimat extrimnya, mereka “menyepelekan”). Maka buku ini dapat disebut sebagai  pengingat “alarm” untuk pelaksanaan trading Anda. Melalui  pengajaran dengan  pendekatan berbeda  (serius tapi santai),  pembaca diharapkan lebih fokus, lebih santai, lebih percaya diri, dan dalam perspektif yang lebih positif  membuat keberhasilan.

Di dalam buku ini pula, Anda akan seperti bercermin:   Melihat diri Anda mungkin dengan kelucuan diri, keanehan diri, bahkan “kegilaan” diri.  Sementara Anda hanya melihat sedikit potensi, karena traumatic trading selama ini, lalu melalui buku ini, saya memberi “alat kejut” untuk Anda, seperti  alat defibrilator yang  digunakan dokter untuk me"reset" kelistrikan jantung sehingga diharapkan sehabis itu detak jantung kembali normal.  Sehingga masa-masa kritis Anda berhasil dilewati… Yeah, buku ini adalah “alat kejut” untuk psikologi trading Anda yang melemah…

Diharapkan, setelah ini Anda dapat lebih fokus pada konsep-konsep kunci yang mengarah ke praktik , aktivitas perdagangan tertentu, dan meningkatkan kesadaran untuk  fokus. Insya Allah dapat  membantu  trader dengan tantangan emosional  yang datang dengan ketidakpastian dan risiko. Memberikan strategi terbaik untuk mencapai keterampilan mental yang benar.  Memberikan wawasan tentang bagaimana hubungan kita dengan pasar. Mengubah pola pikir dan menyumbangkan ide-ide perdagangan yang segar .

Buku ini sangat cocok untuk Anda yang merasa belum stabil mental dan psikologi tradingnya. Jika akun Anda masih sering “sakit-sakitan”, buku ini juga akan membantu Anda sebagai obat  untuk menyembuhkan perdagangan Anda yang   sakit. Cocok pula untuk  Anda  yang masih mengalami trauma atas kegagalan masa lalu, dan ingin belajar bagaimana untuk memulai lagi.  Sementara bagi trader  yang sudah lama berkecimpung di dunia trading maupun para profesional ,  dapat mencari keunggulan tambahan dari pengetahuan batin ekstra, karena dapat mengenang kembali  (flasback) bagaimana dia berproses menjadi trader yang bertahan dan berkembang. Selain itu, buku ini juga layak  menjadi “bacaan wajib”  bagi siapa saja yang berniat untuk mendapatkan penghidupan melalui perdagangan forex.

Disamping itu, mereka yang  sudah lama berkecimpung di pasar forex pasti menyadari bahwa ada ladang “ranjau informasi”  yang tersedia di web maupun media sosial. Meski di satu sisi ada banyak kebenaran, tetapi di sisi lain juga beredar banyak kebohongan beredar di internet yang berkaitan dengan forex,  sehingga tidak selalu mudah untuk memastikan bahwa informasi yang Anda baca adalah benar. Bagi  trader pemula, ini dapat menghambat keberhasilan  belajar dan dapat menyebabkan mereka  mengambil lebih banyak risiko dari yang diperlukan. Dengan alasan ini pula diterbitkan buku ini untuk memberikan  informasi seputar trading forex secara jujur  dan apa adanya dari kaca mata seorang praktisi trader.

Saya tulis dengan gaya penulisan yang keluar dari bahasa baku, agar lebih mudah dipahami, membuat analogi-analogi,  lebih enjoy untuk dibaca dan sengaja saya buat sedikit menghibur  (tapi tak lepas dari kaidah pembelajaran). Buku ini memberikan pembelajaran yang  efektif dan memberikan pula energi positif  untuk mengatasi batu sandungan yang sering dihadapi trader, dengan perspektif berbeda. Saya berharap, buku ini dapat diterima oleh masyarakat trader Indonesia. Disamping itu buku “The Psychologian Trader”  ini dapat juga dijadikan “Buku Pendamping” pada saat Anda trading , dan dapat sebagai obat manakala Anda baru menghadapi  “LOSS” bahkan “MC…”

Singkat kalimat, dengan buku ini... Saya berharap Anda menjadi "The Psychologian Trader ...!!!!"

Setelah Anda membacanya, dan memperoleh manfaat darinya, merupakan hal yang mulia jika Anda  merekomendasikan kepada semua teman-teman Anda.

Itu saja sih…. Cheers…..!

Ninjaa Trader

Jika Anda ingin order...buku "The Psychologian Trader",  Silahkan kontak saya di WA 

082199976000 
Share:

BELAJAR DARI BISNIS McD

Produk bermutu. Pemasaran bagus. Penjualan sesuai target. Tapi kok rugi terus ya?

Jangan-jangan usaha Anda kurang satu lagi: Pengelolaan keuangan yang baik.

Aduuh.., itu kan rumit!

Enggak kok. Mengelola keuangan itu hanya mengatur tiga hal: investasi, modal, dan arus kas. Titik.

Oiya, sebelum lanjut. Pengelolaan keuangan keuangan itu beda dengan akuntansi ya. Akuntansi itu hanya soal pencatatan. Lalu, dari hasil pencatatan itu yang digunakan sebagai dasar dari mengelola keuangan.

Ada contoh menarik dari pengelolaan keuangan dan efeknya terhadap laba perusahaan.

Saat itu adalah awal berdirinya restoran cepat saji McDonald’s. Saat outlet McD baru berjumlah puluhan, Roy Kroc sang pemilik kebingungan: McD merugi. Padahal sepertinya tidak ada yang salah. Makanan laku keras. Permintaan kerja sama membuka gerai datang dari mana-mana.

Untuk menutup kerugian, Roy Kroc mengajukan hutang di bank. Malangnya, dia ditolak.

Sepulangnya dari bank, Kroc bertemu dengan seorang konsultan keuangan.
Konsultan ini menawarkan diri ingin membantu McD keluar dari masalah.
Walau pesimis, Kroc mengijinkan.

Setelah mereka mempelajari struktur keuangan dari McD, ketahuan letak salahnya.
Saat itu, jika ada investor yang ingin investasi membuka outlet baru, McD akan mencari sebuah lahan yang strategis, disewa, dan dibangun outlet.
Modal dari investor digunakan untuk menyewa lahan di tahun pertama, juga untuk membangun outlet.
Setelah outlet beroperasi, semua biaya operasional dan sewa lahan dibebankan ke revenue outlet.

Tiap outlet McD memiliki daya tarik yang luar biasa terhadap perkembangan wilayah sekitarnya. Muncul bisnis lain di sekeliling outlet McD. Akibatnya, harga pasaran lahan naik. Tentunya berujung ke meningkatkan biaya sewa lahan McD.
Hal ini terus menggerus laba McD: keberatan biaya sewa lahan.
Pendapatan sudah sulit untuk ditingkatkan. Kapasitas produksi sudah maksimal.

Lalu, apa solusinya?
Apakah McD harus pindah tempat untuk mendapat sewa lahan yang murah? Tidak bisa.
Itu artinya outlet harus membuka pasar baru. Mulai dari nol.
Investor tidak mau menambah investasi lagi.
Lagi pula, kalau ini dilakukan, McD akan semakin bergeser ke pinggir kota. Terus dan terus.

Mengetahui fakta ini, konsultan keuangan menyarankan McD untuk mengubah struktur investasi, modal, dan arus kas.
Modal yang tadinya hanya berasal dari investor outlet, kini ditambah lagi: bank. Sementara, investasi (pembelanjaan) dari modal tersebut juga diubah.

Begini skemanya. Setelah McD mendapat investor outlet dan sudah mendapat lahan, McD menemui bank dan berhutang untuk MEMBELI lahan tersebut.
McD MEMILIKI lahan, walau dengan cara dicicil.

Lahan itu kemudian dibangun outlet. Modalnya berasal dari investor.
Nah, outlet itu MENYEWA lahan kepada McD Corporate.

Uang sewa lahan itu digunakan oleh McD Corporate untuk mencicil hutang pembelian lahan di bank. Setelah sekian tahun, hutang lunas dan lahan itu seratus persen menjadi milik McD.
Tetapi, jangan lupa; outlet tetap membayar sewa lahan ke McD Corporate.

McD mendapat multiple revenue streams: sewa lahan dan keuntungan penjualan burger. Juga.., ya! Kenaikan harga lahan tiap tahunnya.

Dengan suksesnya skema ini, sampai-sampai mantan CFO dari McD -Harry J Sonneborn- bilang: kami sesungguhnya tidak bergerak di bidang bisnis makanan, melainkan di bisnis real estate. Properti.
Satu-satunya sebab kami menjual burger adalah: itu sumber pendapatan yang bagus dari para penyewa (tenants), agar mereka dapat membayar SEWA PROPERTI kepada kami.

Ya, ini hanyalah salah satu contoh bisnis didalam bisnis. Banyak sekali hal serupa dilakukan para pengusaha diberbagai lavel nya. Bahkan ada yang melakukannya dalam 3 dan 4 lavel diwaktu bersamaan.

Benar kata bang Roma Irama "Yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin". Kenapa demikian? Karena mereka yang kaya itu tau persis bagaimana seharusnya memperlakukan uang. #SelamatJumatMalam

SELAMAT  BELAJAR DARI BISNIS McD
Share:

TEORI KLASIK ILMU EKONOMI

Ilmu ekonomi dari guru senior om Tatang Sunarta

Teori klasik dalam membangun ekonomi rumah tangga adalah menambah cash flow atau uang masuk. Kalau suami bekerja misalnya, lalu di bantu istri berbisnis warung, itu membuat 1 rumah tangga dengan 2 macam pendapatan.

Lalu sang suami yang pegawai tersebut setiap weekend berjualan atau mengajar beladiri silat sehingga menambah pendapatan suami menjadi 2 sumber income. Kemudian dana terkumpul di belikan tanah untuk beternak ayam petelur. Dimana anak-anak bisa membantu setiap hari merawat dan beternak. 2 pendapatan suami, 1 dari istri satu lagi dari usaha ayam petelur, dan asset tanah buat kandang ayam yang bisa naik terus pendapatannya.

Ini adalah sebuah rumah tangga dengan 5 macam pendapatan atau multiple streaming of income. Dalam bahasa sederhana lain yg sering sy gunakan inilah leveling business. Pola ini bisa diaplikasikan dalam banyak dimensi: Keluarga, bisnis, bahkan negara.

Kalau di tambah dengan membeli reksa dana saham, di tambah rumah yang di tinggali ada kamar lebih di pakai juga buat penginapan di pasarkan melalui Air B&B maka keluarga ini benar-benar memanfaatkan setiap jengkal lahannya, setiap centi asetnya dan setiap sumber daya untuk bermanfaat at the fullest, mereka menjadi pemilik kemakmuran yang sustain.

Ketika uang mereka bertambah, mereka membeli lahan dan membangun kos-kosan. Bulanannya dan asset tanahnya membuat 2 pendapatan dari 1 aset.

Keluarga ini dalam keadaan ekonomi boom, mereka bisa terus invest dan menggulung terus kemakmurannya.

Dalam banyak kasus, Kalau hanya suami yang bekerja, istri ibu rumah tangga, hutang di warung banyak, rumah ngontrak, maka keluarga itu punya masalah atau di sebut “economic bust”.

Lalu keluarga yang rumah ngredit belum lunas, hutang banyak, dan pendapatanhanya bergantung pada pegawai kantoran tadi, nekat kredit mobil (padahal belum butuh2 bgt), nekat kredit motor mahal (demi gaya), klo belanja gesek credit card, dlsb.. Bisa jadi jebol sebentar lagi keluarga tersebut. Bakal terbukti kata pepatah “jatuh cinta pakai perasaan, mempertahankannya pakai penghasilan”. Be productive!! #SalamSefur
Share:

HOW TO SELL


Apa benar bahwa menjual produk lebih murah itu pasti efektif? Belum tentu!

Ada 5 Riset Psikologi Marketing untuk sebuah usaha bisa keluar dari kerumunan kompetitor, terutama soal harga produk.

1. Memasang Tabel Perbandingan Harga Tak Selalu Optimal

Survei membuktikan bahwa orang tak selalu membeli barang dengan harga termurah. Saat orang datang ke apotek ingin membeli obat penurun panas, yang dia lakukan bukan membeli obat yang paling murah, walaupun kandungan parasetamol misalnya dari obat A, obat B, dan obat C itu sama atau nyaris sama.

Menurut pakar psikologi marketing Itamar Simonson, pembeli justru menghindari produk yang paling murah, karena khawatir yang murah kualitasnya tak sebagus yang mahal.

“Harga tak pernah bohong.” Ya, kebanyakan orang sudah termakan pepatah ini.

Jadi, kalau kita berjualan dan memasang tulisan promosi: “Barang kami 30 persen lebih murah dari yang lain,” belum tentu ini akan membuat pembeli berbondong-bondong datang.

Simonson pernah melakukan riset dengan membuat program jualan CD album Pink Floyd berjudul “The Wall” di situs lelang eBay.
a. Satu CD dilelang mulai dari harga $ 0,9
b. Satu CD dilelang mulai dari harga $ 6,9

Hasilnya, mana yang menghasilkan penjualan lebih tinggi? Ya, buka yang harga $ 0,9 tapi $ 6,9.

Kadang menjual harga murah sering identik dengan murahan. Akibatnya, justru pembeli malas datang. Berilah value pada produk anda lalu pantaskanlah harganya.

2. Menjual “Waktu” Lebih Efektif Ketimbang “Uang”

Pernah dengar iklan seperti “Ini waktunya minum Coca Cola” atau “Ini waktunya ngopi”?

Benar, menjual “waktu” lebih menarik bagi pembeli ketimbang “harga murah dari produknya”

Jennifer Aaker, Professor Marketing di Stanford Graduate School of Business pernah melakukan riset yang terkenal dengan nama Lemonade Effect. Mereka menjual limun di dekat sekolah, dengan penjualnya 3 anak SD usia 6 tahun. Masing-masing meja jualan diberi tulisan yang berbeda:

a. Meja bertama ada tulisan, “Spend a little time and enjoy C&D’s lemonade” (luangkan sedikit waktu dan nikmati limun C&D)
b. Meja kedua ditulisi, “Spend a little money and enjoy C&D’s lemonade” (Hanya dengan sedikit uang dan nikmati limun C&D)
c. Meja ketiga ditulisi, “Enjoy C&D’s lemonade” (tulisan yang netral, nikmati limu C&D)

Yang pertama, fokus ke TIME
Yang kedua, fokus ke MONEY
Yang ketiga, mengaburkan keduanya, jadi orang hanya akan fokus ke produk

Ternyata yang paling laku adalah meja pertama.

3. The Power of Number 9

Tahukah anda bahwa ada angka-angka “keberuntungan”. Penulis buku Priceless, William Poundstone telah melakukan penelitian bahwa penjualan produk bisa naik 24 persen dibanding produk yang sama hanya karena penetapan harga yang tepat.

Ketika sebuah pakaian yang sama dijual dengan harga
a. $34
b. $39
c. $44

Mana yang paling laku? Riset yang diadakan oleh MIT dan University of Chicago menunjukkan bahwa yang paling laku adalah yang memakai angka 9. Sulit dijelaskan, tapi secara psikologi pembeli suka dengan angka 9

4. Konteks Marketing.
Robert Cialdini dalam bukunya Influence menulis bahwa konsumen sering dipengaruhi hal lain ketika memutuskan untuk membeli.

Misalnya ada yang berjualan apartemen harga Rp 1 miliar. Harga ini relative mahal ketimbang rata-rata apartemen yang dijual Rp 600-700 juta.

Namun, saat apartemen seharga Rp 1 miliar ini dijual bersandingan dengan apartemen suite yang seharga Rp 3 miliar, apartemen Rp 1 miliar itu terasa murah dan penjualannya terbukti naik.

5. Strategi Decoy Effect
Point ini kemarin sudah pernah saya tulis.

Intinya adalah memasang "harga umpan" untuk menaikkan produk dengan "harga target"

Sebuah usaha biasanya sulit untuk maju bila kapasitas owner nya jalan ditempat. Maka memperbesar kapasitas wawasan, pengetahuan, jaringan, dan pengalaman owner adalah salah satu cara bagaimana menjadikan sebuah usaha memiliki daya jelajah lebih. #SelamatHariSenin
Share:

DALAM BISNIS KECEPATAN ADALAH SEGALANYA


Dulu bisnis besar itu serupa tidak terkalahkan dan ditakuti, maka muncul anggapan bahwa bisnis besar pasti memakan dan mematikan yang kecil. Namun belakangan banyak bisnis dengan skala kecil yang justru perlahan mematikan yang besar.

Menurut saya, titik berat persaingan usaha saat ini (dibidang apapun) bukan lagi pada SIZE tapi lebih kepada SPEED. Yang bisa beradaptasi dan bergerak cepat maka bisa menjadi juara.

Jadi ini bertolak belakang dengan marketing nya Mak Erot, bahwa Size / ukuran adalah segalanya. Sekarang speed / kecepatan adalah segalanya.

Maka usaha juga seperti kehidupan. Untuk tetap seimbang kita harus terus bergerak maju. #SelamatAkhirPekan
Share:

KETIDAKPASTIAN MENUJU KEPASTIAN

KETIDAKPASTIAN MENUJU KEPASTIAN

by Tatang Sunarta

Padahal tak sampai sepuluh menit lalu dia menasehati saya, berhentilah merokok. Merokok bikin umur pendek. Saya cuma tersenyum, menuju lift, turun dan menyeberang ke kios rokok di seberang hotel.
"Tak lama bumi terasa berguncang hebat, kios rokok di depan saya runtuh diiringi bunyi gelegar luar biasa, hotel tujuh lantai di belakang saya juga runtuh. Dengan teman yang tadi menasehati saya masih ada (terkubur) di dalamnya", kata A, seorang "survivor" runtuhnya hotel Roa Roa di Jl Pattimura Palu pada wartawan.

Hidup memang hanya serangkaian proses ketidakpastian menuju sebuah kepastian. Sehat, sakit, celaka itu semua ketidakpastian belaka. Sedangkan kematian adalah kepastian.

Mendengar kisah A, saya teringat petuah Rasheed Olanguru, seorang Life Coach dari Inggris :

"Legacy is not what's left tommorow when you're gone. It's what you give, create, impact and contribute today while you're here that then happens to live on"

Terjemahan bebasnya kira-kira : Warisan bukanlah apa yang tersisa besok saat anda meninggal. Warisan adalah apa yang anda berikan, ciptakan, dampaknya dan kontribusikan hari ini saat anda masih hidup yang kemudian AKAN TERUS HIDUP.

Kita sibuk dalam mengejar ketidakpastian, kadang lupa bahwa kita sedang menuju kepastian. Dan saat kepastian itu tiba, kita lupa ...

Lupa bahwa kita meninggalkan generasi penerus yang juga hidup dalam ketidakpastian. Maka meninggalkan warisan nilai jauh lebih penting daripada sekedar meninggalkan warisan harta yang biasanya cuma dibuat berebut. #PrayForPalu

gambar: nasional.tempo.co
Share:

CARA ORDER BUKU NINJAA TRADER

ORDER BUKU MTS

bERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

POSTING TERBARU

Blog Archive

TESTIMONI BUKU MTS

testimoni buku MTS

BUAT AKUN FXCLEARING



BUAT AKUN HOT FOREX

https://www.grouphf.com/?refid=164413

Blog Archive