INSPIRASI TRADER INDONESIA

VPS Hosting

Trading dengan Pola W dan M

Pada grafik, kalau kita melihat data historis harga, kita pasti akan menjumpai pola-pola harga tertentu yang berulang. Dan biasanya pola-pola harga tertentu tersebut akan memberikan kita suatu sinyal atau petunjuk kemana kemungkinan harga akan bergerak nantinya. Banyak trader telah mempelajari pola-pola harga ini untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi.
Ada beberapa pola harga yang populer di kalangan para trader seperti pola head and shoulder, pola segitiga, pola double/triple top/bottom, dan pola cangkir. Masing-masing pola ini akan memberikan petunjuk dimana posisi support dan resisten, dimana kemungkinan posisi yang bagus untuk membuka posisi beli atau jual, dan kemungkinan area target atau stop loss.
Pola-pola harga ini ada yang menunjukkan penerusan suatu tren pergerakan atau pembalikan dari tren. Ada satu pola harga yang sering terlihat pada saat pembalikan tren. Mungkin anda pernah melihat pola W atau M seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini:
Gambar 1: Pola W – bullish reversal                             
Gambar 2: Pola M – bearish reversal
Pola W atau M mempunyai 2 lembah/puncak. Lembah/puncak tersebut menandakan adanya support/ resisten di sekitar area tersebut artinya ada pembeli/penjual yang masuk sehingga arah berbalik. Lembah/puncak yang pertama memberikan garis besar dimana letak support/resisten berada sedangkan lembah/puncak yang kedua kurang lebih posisi harganya dekat dengan area support/resisten yang terbentuk pada lembah/puncak yang pertama. Bila kita memakai bantuan indikator MACD terlihat bahwa histogram untuk lembah/puncak yang kedua lebih rendah dibandingkan dengan histogram untuk lembah/puncak yang pertama. Ini berarti bahwa momentum tren sebelumnya mulai berkurang dan ada sinyal reversal.
Dari informasi support dan resisten yang kita dapat, dari pola W atau M ini, kita dapat membuat strategi trading. Mari kita perhatikan ilustrasi di bawah ini:
Pada pola W terlihat ada 2 lembah yang membentuk level support sementara garis merah merupakan garis resisten kunci, yang bila harga menembus resisten ini, harga dapat terus naik ke atas. Demikian sebaliknya dengan pola M. Kita meletakan posisi beli/jual saat harga menembus level resisten yang ditandai dengan garis merah tersebut dan meletakan area stop loss di bawah/atas level support/resisten. Sementara target profit dapat kita letakan sebesar jarak antara lembah/puncak kedua dengan garis merah.
Yang perlu diingat bahwa dalam setiap strategi trading yang kita buat, kita harus memperhatikan resiko yang dapat kita terima. Setiap strategi trading selalu memiliki kemungkinan resiko. Oleh karena itu kita harus siap menerima hal yang terburuk.
Happy trading ….

................................................................
DISCOUNT BUKU mts

sudah banyak yang merasakan manfaat buku "menjadi trader
sakti", ayo.....!!!! yang belum memiliki buku MTS ini silahkan
order sebelum kehabisan.....
untuk pemesanan buku silahkan klik http://www.tradersakti.com/#page-top

Jika anda ingin mendalami ilmu mensiasati trading forex dengan SMARTSOP, anda bisa bergabung bersama kami, anda bisa lihat informasi lengkapnya disini :
http://cafetrader.blogspot.com/p/blog-page_27.html
Share:

1 comment:

  1. Banyak trader menyepelekan aspek psikologi dalam trading. Padahal emosi yang tidak terjaga bisa menghancurkan kinerja trading. Emosi keserakahan dan ketakutan sangat mempengaruhi kinerja trading. Banyak kasus trading yang semula mulus, akhirnya berakhir berantakan karena faktor emosi.

    ReplyDelete

Silahkan Tulis Komentar disini:

CARA ORDER BUKU NINJAA TRADER

ORDER BUKU MTS

bERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

POSTING TERBARU

Blog Archive

TESTIMONI BUKU MTS

testimoni buku MTS

BUAT AKUN FXCLEARING



BUAT AKUN HOT FOREX

https://www.grouphf.com/?refid=164413

Berlangganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Blog Archive