INSPIRASI TRADER INDONESIA

VPS Hosting

COMMON MISTAKES

Introduction

Psychology – how you feel about and respond to your trading – is a major part of the trading process, and yet it is a factor that is often overlooked. All traders watch the same prices, read the same news, and analyse the same charts – so what goes on in the mind that makes some traders profitable and others not?
Emotions

A wide range of emotions can affect your trading, in both a positive and negative way. Emotional trading can take many forms, but is almost always a bad idea.

Fear – some people find it hard to make the transition from using a ‘demo’ account with ‘play money’ to a real live trading account. When their own money is on the table, they can suffer anxiety that cripples their trading. If you find yourself afflicted, remember the lessons you learned in the demo environment – they will stand you in good stead.

Greed – when your trades are going well, it’s only natural to be excited about the potential for even greater gains. At these moments, it’s vital to stick to the rules of your trading plan: if the signs indicate it’s time to close your trade and take your profit, don’t keep holding on in the hope of making even more money.

Stress – it makes sense for you to avoid trading at stressful times. Divorce or illness, or even moving house or changing job, can distract you and cloud your judgment.

Joy – particularly happy times can also affect your trading (and rapidly ruin your mood if all doesn’t go well). You might feel overly optimistic and more inclined to take risks that would usually be outside your comfort zone. Be aware of how your feelings are affecting your decisions.

Anger – you should especially avoid knee-jerk reactions. So, for example, you should never try and ‘get back at the market’ after a losing trade. Sometimes you may feel angry with yourself for making a wrong decision – put it down to experience, as nobody can get it right all of the time and we all learn from our mistakes.
Sentimental trading

You should try and avoid bringing sentimentality into your decision making. For example, some traders might go back to particular shares that have been profitable in the past, without properly considering the current situation.

Just because a particular instrument has performed well for you in the past does not mean that it will automatically be profitable in the future.
Patience

Patience is indeed a trading virtue, and one that is learned mostly through experience. After entering a trade, you should give the market time to react as you expect it to – don’t get impatient and trade out before the market has had time to move.

Similarly, chasing markets that have already moved is a sign of lack of discipline. If you miss an opportunity, let it go. You’re far better off waiting until the next clear signal comes along, rather than entering a trade once the moment has passed.
Staying calm

You’re more likely to make informed and prudent decisions when you are calm and thinking clearly. Here are two ways that you can reduce your stress levels:

1. Create a defined trading plan and stick to it. A trading plan is a way of making your decisions away from the emotional moment – all you have to do is implement it, without any sentiment at all. You can find out how to do it in our developing a trading plan module.

2. Trade in sensible sizes. Smaller trading sizes mean you don’t worry about every little tick – no single trade should cause you a significant amount of stress. If you’re glued to your screen in fear of every movement, the market is telling you to scale down your trades to a more comfortable size.

Some people are calmer than others just by their nature, but the world of financial trading can be hectic for even the most level-headed people. When the fast pace of the financial markets becomes a bit too much, we all need to find strategies to keep our minds clear and our nerves steady.
Being decisive

The other side of the ‘staying calm’ coin, however, is the importance of being decisive. You need to be willing and ready to act, because your window of opportunity may be small, especially when things are moving as fast as the financial markets can.

Don’t be afraid of making the occasional little mistake. If you follow your trading plan and manage your risk sensibly, you’ll soon learn the techniques needed to improve your chances of profitability. Our managing risk module explains how you can protect yourself against excessive losses.


 Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan...klik disini
Share:

FOREX LEVERAGE DAN MARGIN


“Jika modal anda kecil, gunakan leverage terbesar misalnya 1:1000 agar walaupun modal anda kecil, anda bisa transaksi lebih banyak dan menghasilkan keuntungan dengan persentase yang besar”

 Margin dan Leverage

 Leverage adalah pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana yang dimiliki trader memiliki daya beli yang lebih besar. Leverage dituliskan dalam rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau dana anda  $100 jika menggunakan  leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan 100 kali lipatnya setara $10.000.







Karena dalam forex trading besarnya transaksi diukur dengan satuan Lot dimana 1 lot senilai $100.000 , maka ketika anda mau bertansaksi sebanyak 1 lot , anda tidak perlu menyediakan uang sebanya $100.000 , tapi hanya berapa persennya saja sesuai dengan leverage yang digunakan.
Margin adalah uang jaminan yang ditahan sementara oleh broker sewaktu anda melakukan trade , dan akan segera dikembalikan ke account anda setelah anda menutup/liquid posisi yang anda buka.
Misalnya  account anda menggunakan leverage 1:100 , maka ketika anda hendak transaksi sejumlah $1000 , anda cukup menyediakan 1%  nya saja yaitu sejumlah $10 untuk diserahkan kepada broker dan dijadikan jaminan . Dengan menyerahkan jaminan itu , kini anda berhak menggunkan uang broker dan melakukan transaksi sebesar $1000 .
Contoh lain : Anda memiliki modal $500 dan broker anda memiliki leverage 1:100 , maka bila anda ingin buy sebesar 1 lot mini ($10.000) , modal pada account anda akan diambil oleh broker sebesar $100 (1% x 10.000) dan sisanya sebesar $400 tetap pada account anda digunakan untuk menahan loss .Dan bila suatu saat anda telah melikuidasi posisi buy tersebut maka margin yang $100 tadi akan dikembalikan ke account anda .



Keuntungan dengan adanya leverage adalah bahwa dengan modal lebih kecil anda dapat mentransaksikan uang dalam jumlah besar . Sehingga potensi keuntungan dari mentraksaksikan uang dalam jumlah besar ini besar pula .
Berikut ini adalah perbandingan jika anda mengunakan leverage dan tanpa keverage :

 Dengan mengetahui tentang leverage dan margin ini diharapkan anda bisa melihat bahwa dalam bisnis forex , dengan modal minimal anda bisa mentransaksikan uang dalam jumlah besar , sehingga anda juga berpeluang menghasilkan profit dalam jumlah besar yang  melebihi keuntungan jika uang anda digunakan untuk bisnis konvensional.



sumber : siembah.com




Share:

JENIS TRADER DAN ENTRY POINT

Anda mau tahu tentang Jenis Trader dan Entry Point ? Pada belajar forex kali ini akan dibahas tentang Jenis Trader dan Entry Point nya .

Ada beberapa jenis trader dilihat dari entry pointnya yaitu :

1. Bottom Buyer Top Seller
Strategy ini bisa dibilang scalper,cocok untuk kondisi market yang bergerak mendatar.
Indikator yang diperlukan adalah jenis Oscillator yang dapat mendeteksi kejenuhan pasar.
Aturan mainnya adalah :
BUY ketika harga berada di sekitar support,dan indikator menunjukan telah jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle /bar jenis pembalikan seperti Hammer.
SELL ketika harga berada disekitar resistance ,dan indikator menunjukan jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle pembalikan.





2. BREAKOUTER
Breakout biasanya terjadi setelah market yang bergerak sideway.Breakout menunjukan antusiasme yang tinggi dari pembeli atupun penjual.
Sebelum breakout biasanya di dahului oleh false signal ,lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya,puncak yang lebih rendah dari sebelumnya,atau ada indikator yang menunjukan jenuh beli/jual pada market yang datar.
Aturan mainnya adalah :
BUY ketika harga berhasil menembus resistance disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi.
SELL ketika harga berhasil menembus Support disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi .

3. TREND FOLLOWER
Trading dengan mengikuti trend sangat cocok untuk jangka panjang. Terbentuknya tren ditandai dengan adanya lembah yang semakin meninggi atau puncak yang semakin merendah.Trend normalnya memiliki kemiringan 45 derajat.Jika trend terlihat sangat curam,ini menunjukan akan segera dibalikkan.
Aturan mainnya adalah :
BUY sesaat setelah terbentuk lembah yang semakin tinggi dari lembah sebelumnya.Sangat lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan bahwa trend naik sedang terjadi.
SELL sesaat setelah terbentuk puncak yang semakin rendah dari puncak sebelumnya.Juga lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan sedang terjadi trend turun dan atau indikator jenis oscilator menunjukan bahwa harga baru saja keluar dari zona jenuh beli.



4. CORRECTER 
Strategy ini adalah temuan seorang trader bernama Edi Marsel ,strategy ini cocok digunakan ketika trend kuat atau jangkan panjang terjadi.
Trend yang kuat mempunyai satu arah,sehinga ketika arah grafik berbalik tanpa ada tenaga,arah grafik akan dikembalikan seperti semula mengikuti trend yang sedang terjadi.
Aturan mainnya dalah :
BUY ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar support.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh jual.
SELL ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar Ressistance.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh beli.







 Dengan mengetahui beberapa entry point ini , silahkan anda tentukan mana yang paling mudah dan cocok untuk trading anda. Jenis trader manapun bukan masalah, yang menjadi masalah jika anda tidak memiliki gaya trading. 


SUMBER  ; SIEMBAH.COM

Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan... klik disini


Share:

PEMBANTAIAN YANG DILAKUKAN BELANDA DI PEDALAMAN ACEH



Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh siang itu mendadak riuh. Tiga kapal Belanda berukuran besar merapat, membawa ratusan orang yang diangkut dari tanah seberang. Tidak kurang dari 10 orang perwira, 13 bintara, serta ahli geologi dan tenaga medis berkebangsaan Eropa turut dalam rombongan tersebut.

Itu belum termasuk 473 orang mandor, puluhan kuli paksa, penunjuk jalan, serta 208 anggota marsose alias Korps Marechaussee te Voet, satuan militer yang bernaung di bawah Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) alias Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Kendati berlabel penjajah, sebagian besar anggota marsose tersebut justru berasal dari orang lokal sendiri. Mereka adalah para pemuda yang diambil dari Jawa hingga Maluku untuk dijadikan sebagai prajurit kolonial, termasuk dalam menjalankan misi penting di tanah rencong.

Hari itu, 8 Februari 1904, Belanda memulai operasi militer untuk mengakhiri Perang Aceh yang telah berlangsung selama puluhan tahun, sekaligus menangkap Cut Nyak Dien yang masih melakukan perlawanan dengan cara bergerilya.

Yohannes Benedictus van Heutsz selaku Gubernur Jenderal Hindia Belanda kala itu memang sangat berambisi menguasai seluruh wilayah Aceh. Maklum, van Heutsz pernah terlibat langsung dalam Perang Aceh, bahkan sempat menjadi gubernur di wilayah tersebut, tetapi selalu gagal.
Misi Penaklukan Total
Dari Banda Aceh, rombongan pimpinan van Daalen bertolak ke Lhokseumawe yang merupakan tujuan akhir pelayaran mereka. Berikutnya, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang trem menuju Bireuen yang ditempuh dalam tempo sekitar 4 jam.

Ratusan orang itu harus berjalan kaki dari Bireuen. Jalur satu-satunya untuk mencapai Gayo memang hanya jalan darat dengan medan pegunungan yang sulit di pedalaman Aceh itu. Long march menuju Gayo pun dijalani dengan memakan waktu hingga 163 hari (Ibrahim Alfian, Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah, 1999:229).

Ekspedisi ke tanah Gayo dan Alas itu sendiri bermula dari laporan hasil riset Snouck Hurgronje bertajuk "Het Gajolan en Zijn Bewoners" atau “Tanah Gayo dan Penduduknya” kepada van Heutsz. Sang Gubernur Jenderal pun segera merespons dengan menunjuk Gotfried Coenraad Ernst van Daalen sebagai pemimpin operasi militer ke Aceh.

Dipilihnya van Daalen tentunya bukan tanpa alasan. Keluarga van Daalen sudah sangat berpengalaman di Aceh. Ayah Gotfried, van Daalen Sr., pernah menjabat kapten dalam Perang Aceh periode kedua (1874-1880), tapi gagal menyelesaikan misinya. Van Daalen muda pun sangat antusias menerima penunjukan itu sekaligus untuk menuntaskan tugas bapaknya.

Belakangan, Hurgronje justru muak dengan aksi van Daalen yang dinilainya melampaui batas dalam ekspedisi ke Aceh pada 1904 itu. Namun tidak demikian dengan van Heutsz. Ia bahkan menyebut van Daalen sebagai sosok yang “terkadang kasar dan keras, sangat ketat dan semena-mena dalam aksinya, tapi juga dapat melindungi dan memaafkan.”

Setelah melalui berbagai rintangan, mulai dari kondisi medan yang sulit, kian menipisnya cadangan logistik, hingga serangan-serangan mendadak yang dilancarkan oleh kaum gerilyawan, rombongan van Daalen akhirnya sampai juga di tanah Gayo. Misi penaklukan total pun dimulai.

Sesaat setelah tiba, van Daalen langsung mengirimkan surat kepada raja-raja Gayo agar mereka segera menghadap. Van Daalen menghendaki para pemimpin rakyat itu menandatangani perjanjian takluk seperti yang telah dilakukan oleh banyak pemimpin rakyat di wilayah Aceh lainnya (Dien Madjid, Catatan Pinggir Sejarah Aceh, 2014:280).

Respons para pemimpin Gayo ternyata di luar dugaan. Tidak ada satu pun dari mereka yang memenuhi undangan itu. Van Daalen yang murka kemudian menggerakkan pasukan untuk menyisir satu demi satu perkampungan di wilayah tersebut. Raja-raja dan pemuka masyarakat dipaksa datang. Jika tetap enggan, moncong senjata yang akan berbicara.
Aksi Pembantaian Massal
Rakyat Gayo bersikukuh, tidak sudi takluk dan memilih terus melawan. Orang-orang Gayo punya ciri khas dalam berperang atau mempertahankan diri. Semua penghuni desa tanpa kecuali berkumpul di benteng-benteng dari bambu dan semak berduri untuk menahan gempuran musuh.

Sebagian besar dari mereka memakai pakaian serba putih untuk menandakan bahwa inilah perang suci melawan kaum kafir. Meskipun dengan senjata seadanya ditambah munajat kepada Sang Pencipta, rakyat Gayo melawan sampai titik darah penghabisan. Mereka lebih baik mati di jalan Tuhan ketimbang menjadi tawanan.

Van Daalen sendiri tidak menerapkan taktik khusus, ia hanya memerintahkan agar seluruh musuh dibasmi tanpa ampun. Deli Courant (1940) menyebutkan, dalam suatu penaklukan di salah satu desa di Gayo, ratusan warga dibantai, korban tewas terdiri dari 313 pria, 189 wanita, dan 59 anak-anak. Itu baru korban di satu desa, belum di desa-desa Gayo lainnya.

Tak hanya di Gayo, aksi genosida ala Belanda terus berlanjut ke wilayah Suku Alas di Aceh Tenggara. Salah satu insiden paling keji terjadi pada 14 Juni 1904 di Kuto Reh. Menurut Asnawi Ali, mantan tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ada 2.922 orang tewas dalam tragedi itu, yakni 1.773 laki-laki dan 1.149 perempuan, termasuk anak-anak dan orang tua.
Fakta yang lebih mengejutkan sebelumnya justru telah diungkap oleh ajudan van Daalen, J.C.J. Kempees. Dalam laporan berjudul "De tocht van Overste van Daalen door de Gajo, Alas-en Bataklanden" (1904), Kempees menyebut bahwa ekspedisi militer Belanda di pedalaman Aceh itu setidaknya memakan korban nyawa hingga 4.000 orang.

Masih dalam laporannya itu, Kempees juga menyertakan foto-foto yang menjadi bukti bahwa telah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap orang-orang dari Suku Gayo maupun Alas. Setiap kali usai penyerbuan, van Daalen memang memerintahkan ajudannya untuk memotret tumpukan-tumpukan mayat dengan para marsose yang berpose di sekitarnya (Dien Madjid, 2014: 282).

Ekspedisi militer Belanda ke pedalaman Aceh yang berlanjut hingga ke tanah Karo di Sumatera Utara itu boleh dibilang menjadi babak akhir Perang Aceh. Dalam rangkaian aksi tersebut, Cut Nyak Dhien akhirnya tertangkap dan kemudian diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, hingga wafat.

Meskipun Cut Nyak Dien sebagai pimpinan terakhir telah ditangkap, tetapi para pejuang dan rakyat Aceh terus melakukan perlawanan terhadap Belanda kendati dalam skala yang lebih kecil. Itu berlangsung bahkan hingga Belanda menyerah kepada Jepang pada 1942.

Berbeda dengan kasus Westerling dan sejumlah luka sejarah lainnya, hingga saat ini pihak Belanda belum pernah meminta maaf secara resmi terkait pembantaian yang terjadi di pedalaman Serambi Mekkah yang berlangsung selama 3 bulan di tahun 1904 tersebut.




SUMBER : TIRTO.ID


Share:

PSIKOLOGI PERDAGANGAN



Hari ini kurs valas di pasar keuangan ditntentukan oleh keputusan ribuan trader serta investor. Psikologi perilaku orang adalah kunci bagi pemahaman situasi di pasar keuangan. Di dalam perdagangan bursa perilaku trader sangant sering dikena emosi seperti ketakutan, kerakusan, Harapan dll. Orang lemah dan terlalu percaya diri, rasuk dan lambat, semuanya akan menjadi korban pasar. Jika Anda tahu kelemahan, sifat positif maupun negative sendiri, maka hal itu akan membantu Anda menghindari kebangkrutan. Kalau menambah kemampuan menilai kondisi psikologis dari perilaku keramaian pasar secara benar, suskesnya pasti akan dicapai.
Suatu dari daya gerak yang memekasa Anda bekerja di pasar keuangan spekulatif adalah kemampuan untuk mendapatkan “uang cepat” atau dengan kata lain kerasukan. Hasil kerasukan itu adalah motivasi pelaksanan transkansi.
Ada dua tipe motivasi:

    motivasi rasional - keputusan diambil berdasarkan pada analisa tanpa emosi serta efektif;
    motivasi kurang rasional – keputusan diambil akibat semangat trader, hampir setiap trader mempunyai motivasi itu. Akan tetapi kelompok trader pertama dapat mengontrol emosi mereka, sedangkan kelompok kedua adalah budak emosi mereka dan ada kemungkinan besar bahwa kelomok kedua akan kalah.

Pratanda bahwa seorang bekerja di bawah pengaruh kerasukannya, bukan otak adalah ketidaktersediaan rencana yang diciptakan sebelum pembukaan transaksi.
Faktor berikut yang memaksa trader melakukan transaksi adalah harapan untuk mendapatkan keuntungan. Jika harapan lebih kuat daripada perhitungan, trader dapat menilai kemampuan sendiri terlalu positif pada waktu penilaian situasi. Harapan harus di bawah perhitungan sama karasukan. Justru harapan yang terlalu besar mengakibatkan kebangkrutan trader pemula. Trader yang berdagang dengan harapan saja pasti akan gagal. Justru harapan memaksa trader melakukan suatu dari kesalahan terbesar, yaitu pengubahan tingkat order stop.
Dari luar proses perdagangan terilhat sangat mudah, tetapi sebenarnya untuk kebanyakan orang proses itu adalah proses tersulit di dalam hidup mereka.

Anda tidak bisa menjadi trader berhasil hingga Anda siap baik untuk keuntungan maupun untuk kerugian. Kedua hal itu adalah bagian penting dalam proses perdagangan.
Anda menemui banyak kesulitan selama jalan untuk menjadi trader berhasil. Ketika trader berfokus pada masalah (masalahnya bisa apa saja, misalkan kurang cukup modal, sumber atau pengetahuan) dia merasa kemarahan, rasa kesalahan dan ketidakpuasan. Akan tetapi kondisi emosional itu tidak memberi kans untuk beranjak ke depan bagi dia.
Jika trader tidak dapat menerima kerugiannya dai tidak bias menutup posisi ruginya pada waktu yang tetap. Biasanya kerugian trader kian besar jika dia tidak siap kena kerugian.
Jumlah pemenang di dalam trading sangat kecil, sedangkan kebanyakan orang kalah. Trader yang kalah mau mendapatkan rahasia trader berhasil. Adakah perbedaan di antara kedua kelompok trader itu? Iya, ada: orang yang setiap minggu, bulan atau tahun menerima keuntungan menepati disiplin. Atas pertanyaan tentang sskses di pasar keuangan setiap orang pemenang itu menjawab bahwa ketinggian seperti itu dia dapat mencapai baru setelah dia menguasai emosi dan mengubah keputusan dia sesuai dengan pasar.
Disiplin diri, kontrol di atas emosi dan kemampuan untuk mengubah keputusan yang telah diambil semuanya adalah hal psikologis yang tidak berhubungan dengan dinas informasi, perusahaan konsultasi, bursa baru, sistem perdagangan teknis atau fundamental (dengan program computer atau tanpa mereka).

Jangan mengilirukan kepercayaan dengan kepercayaan diri terlalu besar.
Wawancara dengan trader membenarkan bahwa kepercayaan terlalu besar memainkan peran penting di dalam keputusan peradgangan. Jika trader mendapatakan keuntungan besar dia lebih berkecenderungan resiko yang dapat mengakibatakan konsekuensi kuang bagus. Kecenderungan untuk menjadi terlalu percaya diri setelah sukses sering dapat dipantau di antara pelaku pasar yang kurang berpengalaman.
Kepercayaan diri terlalu besar dapat menjadi sifat berbahaya, akibat orang yang terlalu percaya diri tidak memberi perhatian pada informasi yang berharga bagi keputusan perdagangan mereka.
Kepercayaan diri dan emosi negatif mempunyai korelasi yang sangat tinggi. Kepercayaan diri dan ketakutan agak mirip dari segi karakter: tetapi satu mempunyai tanda “plus” sedangkan yang lain “minus”. Jika orang merasa bahwa kepercayaan diri semakin besar, maka tempat untuk kelalaian, ketakutan serta kekhawatiran makin kecil.
Bagaimana rasa kepercayaan diri berkembang?

Rasa itu berkembang secara wajar, akibat orang terbiasa mengandalkan diri sendiri dalam semua hal yang perlu dilaksanakan. Dengan kepercayaan diri seperti itu orang tidak usah takut pasar lagi dengan pergerakannya yang kacau dantidak bias diprediksi. Akan tetapi bukan pasar yang diubah melainkan trader, kususnya dunia dalam dia. Pasarnya serta instrument.
Ada dua hal di jalan kepada trading efektif.

    Perdagangan dapat dilaksanakan berdasarkan disiplin diri
    Anda harus bisa melepas energi emosional negatif yang terdapat di dalam ingatan Anda dari pengalaman trading sebelumnya.

Berkat prinsip disiplin diri hal berikut yang akan berkembang adalah kepercayaan diri yang sangat diperlukan bagi transakasi pasar yang berhasil.
Kebanyakan trader mulai perjalanannya dari langkah awal, yakni tanpa pengarahan psikologis yang diperlukan serta tanpa prisnsip disiplin diri. Ada kemungkinan besar bahwa trader itu akan dikena trauma psikologis (kondisi psikologis yang dapat menimbulkan rasa ketakutan) dengan derajat tertentu. Anda harus belajar cara menghindarkan dari kekhawatiran. Jika berhasil ketakutan Anda pasti akan berkurang, seiring Anda mulai memperoleh pengetahuan tentang pasar baru.
Jangan lupa bahwa setiap momen adalah indikasi tingkat perkembangan Anda. Akan tetapi jika setiap kegagalan dianggap sebagai kesalahan, maka pengetahunan diri yang dibuka pada setiap momen sering diblokir. Akan tetapi orang mnghindari pengetahuan hal-hal baru di dalam diri sendiri. Kenapa? Karena sangat sering kasalahan adalah sakit jiwa bagi mereka. Ketika orang secara naluriah menghindari kesakitan, dia menghindari pengetahuan tentang diri sindiri juga, tetapi pengetahuannya sangat diperlukan untuk lain kali situasi dapat diatasi lebih baik.

Untuk menjadi trader berhasil Anda harus mengambil tunggu jawab atas semua keputusan serta tindakan Anda secara sepenuhnya.



SUMBER : IFCMARKET.CO.ID

Share:

KOREKSI PSIKOLOGI MARKET DENGAN PSIKOLOGI TRADER



Trading bisa menjadi suatu pengalaman yang sangat emosional. Dengan mengetahui tahapan-tahapan psikologi pasar berikut, Anda dapat lebih rasional memahami dan memanfaatkan fluktuasi pasar.

Optimism (Optimisme) - Bermula dengan optimisme terhadap masa depan, kita mulai membeli Excitement (Kegembiraan) - Posisi kita terbukti benar dan kita mulai membayangkan seberapa banyak keuntungan yang bisa diraup

Thrill (Kehebohan) - Kita hampir tidak percaya atas kesuksesan investasi kita dan mulai bercerita kesiapapun di dunia ini atas kehebatan kita

Euphoria (Euforia) - Inilah titik resiko tertinggi. Segala keputusan kita menjadi keuntungan secara mudah dan cepat. Kita mulai mengabaikan resiko dan percaya bahwa segala pembelian (baca: transaksi) kita akan selalu benar
Anxiety (Kekhawatiran) - Untuk pertama kali, pasar bergerak melawan kita. Karena sudah lama tidak mengalami kerugian, kita berkata ke diri kita masing-masing bahwa kita adalah investor jangka panjang dan semua ide investasi kita pasti akan berbuah nantinya

Denial (Penyangkalan) - Saat pasar masih belum rebound, kita tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Kita mulai menyangkal analisa-analisa sendiri maupun orang lain bahwa kita telah mengambil keputusan yang salah atau situasi akan menjadi semakin parah.
Fear (Ketakutan) - Pasar telah menjadi sangat membingungkan. Kita mulai berpikir posisi yang kita miliki tidak akan bergerak naik kembali.

Desperation (Putus Asa) - Tidak tahu harus berbuat apa, kita hanya berpikir bagaimana caranya untuk bisa balik modal saja

Panic (Panik) - Kehabisan akal, kerugian tidak bisa dihindari
Capitulation (Menyerah) - Kita memutuskan bahwa portfolio kita tidak akan naik lagi, kita menjual seluruh pair kita untuk menghindari kerugian yang lebih besar

Despondency (Patah Hati) - Setelah keluar dari pasar, kita berkata tidak akan mau lagi masuk ke pasar Forex. Namun, sebenarnya ini adalah titik peluang terbesar untuk masuk kembali ke pasar.

Depression (Depresi) - Merenungi kebodohan kita, kita terus mencoba memberi pengertian atas keputusan-keputusan kita.
Relief (Kelegaan) - Setelah mencoba membeli suatu Pair dan mengalami keuntungan kembali, kita mulai percaya bahwa ada masa depan lagi di pasar Forex kita.



sumber : infobonusforex.co.id
Share:

MANAJEMEN PSIKOLOGI TRADING

Manajemen Psikologi Trading, perlukah diketahui dan dipahami?
Secara harfiah, psikologi identik dengan perubahan mental seseorang. Dan dalam trading, kesiapan mental seorang trader dalam menghadapi segala situasi memang sangat diperlukan. Tak sedikit trader yang berakhir bangkrut hanya karena kurang siap-nya mental mereka hingga mempengaruhi pola tradingnya yang sebenarnya bagus. Pada live trading, perubahan psikologi yang dialami seorang trader tentu sangat berbeda berbeda dengan saat menggunakan demo acc, hal ini disebabkan karena dalam live trading bukan lagi menggunakan uang virtual, melainkan uang yang sesungguhnya. Mengelola psikologi (manajemen psikologi) trading memang bukan pekerjaan yang mudah, namun memang inilah salah satu hal penting yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang trader jika tak ingin terkubur dalam market forex yang kian berkembang.

Setiap manusia terlahir dengan berbagai karakter maupun sifat yang komplek. Rasa serakah, tamak, ragu-ragu, takut, sakit hati, ingin balas dendam dll merupakan musuh utama yang harus ditaklukkan oleh seorang trader. Dan trading forex merupakan sebuah aktivitas bisnis yang melibatkan manusia, tentu saja berikut segala macam sifat maupun karakter yang dimilikinya. Dan karena itulah manajemen psikologi sangat diperlukan disini.


Beberapa hal yang lazim terjadi dalam trading :

Tamak
Ini adalah sifat dasar manusia yang paling sulit untuk dihilangkan. Satu tujuan trader saat masuk market dan melakukan transaksi adalah mendapatkan keuntungan. Dan kecenderungan trader adalah ingin meraih keuntungan lebih besar dari apa yang sudah didapatkannya saat itu. Contoh kasus yang pernah saya alami, saat itu saya mendapatkan keuntungan sebesar USD 10 hanya beberapa menit saja dengan menggunakan volume 0.10 lot dalam 5 kali transaksi. Kemudian timbul rasa tamak dalam pikiran saya, jika tadi saya menggunakan lot 0.50 hasilnya jelas-jelas USD 50, atau... kenapa tidak 1.00 lot saja sekalian, biar profitnya semakin besar. Namun ketika saya benar-benar menggunakan 1.00 lot, ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Trend harga yang saya perkirakan ternyata meleset, hanya saja keyakinan pada analisa saya cujup besar saat itu hingga stop loss-pun saya perbesar jaraknya.

Alhasil, setelah seharian menunggu, percobaan untuk menahan harga dan berharap trend akan berbalik arah justru berakhir pahit dan memaksa saya untuk merelakan hampir 90% modal yang saya investasikan. Sakit hati? Tentu saja! Dengan sisa modal yang ada saya berusaha untuk mengembalikan uang yang sudah hilang, tapi harga tak bisa dilawan dan market tak bisa dikendalikan hingga Margin Call datang dan menutup transaksi, seluruh modal saya habis tanpa sisa.

Balas dendam pada market
Kondisi ini sangat umum dialami oleh pemula seperti saya ketika mengalami loss. Seperti yang saya contohkan diatas, balas dendam hanya akan membuat trader tidak bisa berpikir jernih dan fokus pada pola trading. Tentu saja ini menjadi malapetaka besar jika terus berlanjut.

Takut dan ragu-ragu
Masalah psikologis lainnya adalah takut ataupun ragu-ragu. Akibat dari masalah psikologis tersebut biasanya adalah terlambatnya masuk market atau bahkan berakibat hilangnya kesempatan untuk profit.

Over Confident
Over confident atau terlalu percaya diri. Seringkali terjadi ketika beberapa kali secara berturut-turut mendapatkan profit, bahkan tanpa loss sama sekali. Percaya diri itu perlu, namun terlalu percaya diri juga bisa memberikan efek yang tidak baik dalam trading.

Dari contoh kasus diatas tinggal bagaimana anda mengelola psikologi anda sendiri. Untuk medapatkan profit tidaklah harus hari ini, besok atau lusa kesempatan itu akan selalu ada untuk anda karena Forex akan terus menunggu anda. Menjadi mangsa, atau pemangsa? Semua tergantung diri anda sendiri :)






SUMBER : IDE.FX.CO.ID
  Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan...klik disini
Share:

MEMAHAMI PSIKOLOGI PASAR

 Memahami Psikologi Pasar - Psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental seseorang. Sebuah harapan, rasa takut, dan keserakahan merupakan sebagian contoh yang menandai psikologi dalam diri seseorang. Dalam trading forex, psikologi trading memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan seorang trader. Chris Perruna didalam artikel catatan trader top dunia mengatakan bahwa "95% para trader yang berkeinginan kuat gagal, karena mereka tidak dapat mengatasi emosi psikologi-nya sendiri yang diterjemahkan kedalam kebiasaan trading yang buruk". Itulah mengapa psikologi trader menjadi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seorang trader.

Dalam pasar keuangan juga dikenal istilah psikologi, yang kemudian disebut dengan istilah psikologi pasar. Psikologi pasar adalah sebuah proses atau perubahan kondisi pasar yang disebabkan oleh perilaku para trader (psikologi manusia). Faktor fundamental seperti berita-berita ekonomi dan politik juga menjadi penyebab munculnya reaksi pasar, yang tentunya hal tersebut bersumber dari psikologi para pelaku pasar itu sendiri. Untuk itu pemahaman tentang psikologi manusia menjadi penting, agar seorang trader dapat lebih cepat memahami kondisi pasar dan bertindak pada saat yang tepat. Mengetahui dan mengerti cara membaca kalender ekonomi menjadi sesuatu yang sangat berguna bagi seorang trader, agar ia dapat mengantisipasi perubahan arah harga yang dapat terjadi dengan cepat.

Berita-berita ekonomi yang berdampak tinggi terhadap perubahan nilai mata uang suatu negara, akan menciptakan sentimen pasar. Sentimen pasar akan mempengaruhi pergerakan harga, misalnya para pelaku pasar memperkirakan bahwa European Central Bank (ECB) akan menaikan suku bunga, maka perkiraan itu akan menimbulkan reaksi pasar. Ketika actual dari berita tersebut diketahui, maka pergerakan harga dapat melaju pesat naik dan turun dalam seketika. Berita tentang keadaan ekonomi suatu negara akan berdampak langsung pada psikologi para pelaku pasar dan secara otomatis akan merubah kondisi pasar.

Situasi politik dalam suatu negara juga akan berpengaruh secara langsung terhadap perubahan kondisi pasar. Jika dalam suatu negara sedang terjadi kekisruhan politik, maka situasi tersebut akan berimbas pada keadaan ekonomi negara itu. Kekisruhan politik akan mempengaruhi tingkat kepercayaan para pemilik modal dan para pelaku usaha. Berkurangnya tingkat kepercayaan tersebut akan menghambat laju perkembangan perekonomian dan akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara itu sendiri.

Untuk memahami psikologi pasar tidak cukup hanya dengan melakukan analisa fundamental atau analisa teknikal. Psikologi pasar adalah unsur yang ada dalam diri para pelaku pasar, yang mempengaruhi mereka dalam bertindak dan berdampak pada perubahan-perubahan yang terjadi di pasar, dengan begitu pengetahuan tentang psikologi manusia harus dimiliki oleh seorang trader. Semoga artikel ini bermanfaat.


SUMBER:MENDAZFX.CO.ID


Share:

PSIKOLOGI TRADER


Di dunia Forex trading, kemampuan Anda mengontrol psikologi akan menjadi penentu keberhasilan/kesuksesan trading Anda. Kontrol psikologi ini memegang peranan sekitar 80%, sedangkan 20% nya adalah teknik. Sekitar 90% trader mengalami loss dan kehilangan modal di Forex trading karena kegagalan mereka mengontrol psikologi. Bahkan jika trader yang profit dengan menggunakan teknik yang sama, trader yang memiliki kontrol psikologi lebih baik kemungkinan memiliki profit yang lebih tinggi dari trader yang satunya.

Berada dimana Anda? 90% trader yang loss atau masuk bagian dari 10% trader yang sukses?

Emosi

Loss merupakan bagian dari trading, tidak ada trader yang tidak pernah mengalami loss. Ketika Anda mengalami loss, lakukan introspeksi terkait dengan cara apa Anda melakukan open posisi? apa kesalahan yang telah Anda buat? memiliki catatan harian trading akan lebih baik. Jangan melakukan open posisi trading dalam keadaan Anda sedang emosi. Perlu diingat bahwa trader yang mengalami Loss secara psikologi bisa melemahkan kesabaran, konsentrasi Anda,dan akhirnya menimbulkan emosi. Trading semakin tidak mentaati aturan-aturan dari sistem yang digunakan, sehingga mengakibatkan loss semakin besar. Sebaiknya jika Anda mengalami loss, setelah melakukan analisa kenapa bisa loss, stop dahulu sampai pikiran menjadi tenang kembali dan sudah mengetahui kesalahan/penyebab loss sebelumnya. Diharapkan, hal ini bisa semakin membangun psikologi trading Anda menjadi lebih baik.

Tidak Sabar

Kontrol kesabaran Anda dalam melakukan transaksi, tunggu sampai pergerakan harga sesuai dengan rule atau sistem yang Anda gunakan. Tunggulah sampai menemukan momen terbaik untuk masuk pasar. Tidak sabar dan ingin secepatnya melakukan transaksi sering menjadi penyakit trader, dan biasanya trader yang tidak sabar malah akan terjebak harga yang bergerak berlawanan dengan posisi trading.

Serakah

Percaya dan disiplin pada sistem trading yang digunakan itu harus, namun Anda jangan sampai memiliki kepercayaan diri yang berlebihan ketika melakukan transaksi. Terlalu merasa yakin akan selalu mendapatkan profit dari setiap transaksi juga tidak baik. Serakah dan tidak berpegang pada Money Management sering kali berujung hilangnya profit yang sudah didapatkan. Anda sudah profit 30 pips misalkan, sudah memenuhi target harian sebaiknya tutup MT4 Anda, dan jangan melakukan trading lagi sampai keesokan harinya. Hindari over trading jauh lebih baik dan bisa meningkatkan mental sukses trading Anda.

Hindari Balas Dendam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, loss dalam trading itu adalah hal biasa, tidak akan ada trader yang tidak pernah loss, bahkan trader PRO pasti pernah mengalami fase kegagalan. Hanya saja mereka berhasil melawan hal-hal negatif diatas yang bisa semakin membawa trader ke jurang kekalahan. Biarkan saja jika Anda mengalami loss, koreksi kesalahan yang pernah dibuat, sabar menunggu momen terbaik untuk masuk ke pasar. Jangan over trade ataupun trading secara membabi buta karena ingin membalas loss yang sebelumnya terjadi.

Lakukan trading dengan perencanaan yang tepat.


SUMBER :INDONESIANTRADERSCRETS.COM


Share:

BELAJAR MEMADUKAN INDIKATOR FOREX

Belajar Forex : Dalam materi terdahulu telah dibahas dasar-dasar analisis teknikal seperti support/resistance dan trendline. Pada pelajaran sebelumnya Anda telah mempelajari macam-macam indikator teknikal. Anda juga telah mempelajari jenis-jenis pola candlestick dan price pattern. Sekarang kita akan melanjutkan petualangan dengan berbagai alat bantu analisis teknikal tersebut.

Memadukan indikator yang satu dengan yang lain bisa membantu Anda untuk menemukan perspektif yang lain pada pergerakan harga. Pemaduan ini juga bisa membuat indikator “saling melengkapi”. Hal seperti ini biasa disebut sebagai “sistem trading”. Misalnya, moving average yang pada dasarnya

Dalam chapter ini, Anda akan melihat contoh-contoh penggunaan indikator yang digunakan bersama-sama dengan indikator lain. Kita tidak akan membahas terlalu banyak, yang akan kita bahas hanya sistem yang sederhana dan populer saja, sebagai dasar untuk membangun sistem trading.

Biasanya, para trader mengkombinasikan dua hingga tiga indikator yang berbeda dalam sistem trading mereka. Keputusan untuk buy atau sell diambil ketika ketiga indikator tersebut telah “mengkonfirmasikan” sinyal yang sama.

Baiklah, tanpa perlu berpanjang-lebar, kita mulai petualangan kita.
1. Pemanfaatan pattern

Ini adalah sistem yang sangat sederhana. Anda hanya perlu  mengenali pola yang muncul untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Tentu saja, untuk bisa mengenali kemunculan pola, Anda harus memperbanyak latihan agar pengamatan Anda semakin jeli.

2. Fibonacci retracement + candlestick/price pattern

Teknik ini bisa dikatakan cukup sederhana. Yang Anda butuhkan hanyalah trend line dan sedikit bantuan dari Fibonacci retracement dan sedikit bantuan dari candlestick dan/atau price pattern.

Sistem ini berpatokan pada tren. Oleh karena itu, tentu saja pemahaman yang baik mengenai tren itu sendiri mutlak diperlukan. Sistem ini juga menggunakan strategi bounce trading yang memanfaatkan level acuan Fibonacci retracement.

Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menentukan tren. Langkah selanjutnya, tarik Fibonaci retracement berdasarkan swing terakhir yang Anda lihat di chart. Kemudian, perhatikan area acuan Fibonacci retracement tersebut, yaitu 38.2%, 50% dan 61.8%.
elanjutnya, cari bounce (pantulan) dari area acuan Fibonacci tadi. Konfirmasi yang bisa Anda pergunakan adalah pola candlestick atau pattern.

Jadi, Anda harus menunggu pullback ke area acuan Fibonacci lalu mencari apakah ada konfirmasi pattern bullish/bearish. Pattern/pola tersebut bisa candlestick (morning/evening star, engulfing, dll) atau price pattern seperti double top, double bottom, dan lain-lain.

3. Fibonacci retracement + stochastic oscillator + CCI

Masih dengan Fibonacci retracement, tapi kali ini kita akan memadukannya dengan stochastic dan CCI. Penggunaannya juga cukup mudah. Kita menunggu sampai pullback terjadi ke area acuan Fibonacci, lalu tunggu sinyal buy/sell dari stochastic dan CCI. Sinyal harus muncul dari kedua indikator tersebut untuk memperoleh konfirmasi sinyal yang kuat.

OK. Sistem trading yang dijelaskan di atas hanya beberapa contoh yang bisa Anda pergunakan. Anda bisa bereksperimen untuk memadukan beberapa indikator hingga menjadi sistem trading yang sesuai dengan style trading Anda.
adalah indikator tren dilengkapi dengan stochastic yang merupakan oscilator untuk menentukan timing buy atau sell.











SUMBER ; BELAJARFOREX.GURU

 Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan...klik disini
Share:

BELAJAR DUA HAL PENTING SELAIN OPEN POSISI PADA TRADING FOREX

Jika Anda ingin menahan posisi trading untuk waktu yang sangat lama, maka Anda perlu memahami dua hal yaitu :

  1.  Manajemen risiko
  2.  Level close posisi.

Jika Anda mempunyai account trading forex dengan dana $ 1000 atau $ 1.000.000 maka kedua hal di atas harus diketahui sebelum perdagangan dilakukan.

Mengapa dua hal ini penting?

Saya akan mencoba menggambarkan beberapa kesalahan saya ketika memulai perdagangan forex. Mungkin setelah membaca ini, Anda akan semakin memahami bagaimana pentingnya karena jika telah masuk ke dalam situasi ini maka pengalaman ini akan menjadi penting atau jika belum, Anda akan segera mengalaminya.

Ketika saya mulai transaksi dan belajar, ada saat-saat ketika saya begitu yakin bahwa perdagangan akan menghasilkan keuntungan karena kepercayaan diri yang tinggi akan mengaburkan arti risiko pada perdagangan forex.

Sekarang, dengan tanpa daya momen kerugian akan terus meningkat melebihi tingkat kenyamanan dan akhirny amembuat kerugian besar! Stop loss terkena dengan kerugian besar.

Sekarang saya berjuang untuk kembali membuat account trading forex karena baru saja mengalami kerugian besar.

Berapa risiko per trade?

Pertama tentukan berapa banyak Anda merasa nyaman untuk mengambil risiko kerugian pada setiap perdagangan yang Anda lakukan. Anda perlu tentukan, berapa banyak % (persentase) risiko per perdagangan.

Mari kita buat beberapa perhitungan, jika Anda mempunyai risiko hanya 2% dari account pada setiap perdagangan, maka setiap 50 kekalahan transaksi berturut-turut akan menghapus dana di account trading $ 10.000.

Jika mempunyai risiko 5%, maka dana di account trading akan habis dengan 20 kali kekalahan secara berturut-turut. Jika risiko 10% pada setiap perdagangan masing-masing maka Anda hanya perlu 10 kali berturut-turut mengalami perdagangan rugi.

“Dapatkah Anda melihat pola di sini? semakin Anda mempunyai risiko tinggi pada setiap per perdagangan”.

Jika Anda memiliki dana di account $ 5.000 maka dengan resiko 2% per perdagangan, ini berarti sama dengan risiko $ 100 per perdagangan. Dengan risiko 5%, Anda meresikokan $ 250 per perdagangan.
Dengan risiko 10% maka risiko per perdagangan adalah $ 500.
Secara pribadi saya berdagang dengan risiko dari mana saja antara 1% sampai 5%. Dengan meresikosikan 5% per transaksi bagi saya hal tersebut adalah bunuh diri.

Ingat, semakin Anda berisiko, semakin cepat dana account trading forex Anda akan hilang.

Berikut yang saya lakukan:

    Saya mempunyai risiko perdagangan harian antara 1% hingga 5%.
    Jika saya rugi 5% pada hari ini, maka saya akan berhenti trading.
    Ketika saya berdagang pada besok hari, saya akan bertransaksi dengan risiko perdagangan 1% atau 2% setiap hari.
    Saya akan berdagang dengan risiko kecil sampai kembali account semula.

Mengapa 2% untuk manajemen risiko? Saya telah membeli dan membaca dan buku-buku tentang manajemen risiko untuk perdagangan forex dan banyak dari buku-buku ini mengatakan bahwa kita harus mengambil risiko 2% per perdagangan.

Strategi close posisi

Sebelum Anda open posisi, Anda harus memiliki rencana bagaimana cara untuk close posisi.

Anda akan close posisi ketika :

    Stop loss kena
    Keuntungan karena target take profit kena
    Trailing stop loss kena
    Close posisi ketika kerugian sudah terlalu banyak.
    Close posisi ketika melihat sebuah entri sinyal perdagangan yang berlawanan dengan posisi terbuka.
    Beberapa trader memiliki sistem ata ustrategi close posisi

Jadi, penting bagi kita untuk mengetahui kedua hal di atas sehingga kita dapat menggunakannya pada transaksi forex sehari-hari.


SUMBER ; BELAJARFOREX.GURU

 Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan... klik disini
Share:

5 HABITS THAT HELP FOREX TRADING NEWBIES

Now that we’re into the last week of January, you’ve probably had enough time to gain momentum on your 2017 forex trading goals and resolutions. How are you doing so far? Have you made any progress? More importantly, are you tracking them?

forex-habitsIf you’re like many traders out there and the only thing you remember about your start-of-year goals list is that it’s buried deep in your desk drawer, then it’s probably time to revisit those goals, if not make new ones altogether.

Let’s take a look at some pretty easy (but necessary) trading habits that have helped many traders but might have missed your resolutions radar.

Hopefully, you will give these a better chance (if you haven’t already) over the next few weeks and someday you’ll look back and be thankful that you did!
1. Using stop losses

Losing trades are inevitable. Even the best of traders have losing days. Unfortunately, many newbie traders would rather be right than be profitable and using stops would confirm that they are wrong. This could lead to uncontrollable losses and ultimately, blown accounts.

While you can’t control market behavior, you can control how much you lose per trade. You can widen, tighten, or adjust your stop losses, but make sure that you always have them.
2. Making pre-trade preparations

If you plan to win, you don’t go into a match without a game plan, which means you also don’t start trading without some kind of strategy or play in mind. Those who don’t have any plan in mind unnecessarily expose themselves to psychological mistakes that could cost them avoidable losses.

Making pre-trade preps can be as simple as marking important economic events and chart levels, or it could be as detailed as considering different setups and contingency plans for a single event.
3. Journaling trades

Keeping a journal is a crucial task in any performance or goal-oriented endeavor. Remember that your broker logs only give you the raw data of what happened, not WHY it happened. Also, you can’t improve what you don’t measure. The key is to have some way to track and stay focused on improving your performance.

Whether it includes just your basic journal statistics or even the overlooked ones, a trading journal is a must-have for consistently profitable traders.
4. Allotting a specific time for trading

Just because forex trading is a 24-hour party doesn’t mean that you should be around the charts all day. Fact is, a lot of you are part-time traders. This means limited trading time and even less time for other trading activities.

You can still make the most of your trading time though by avoiding distractions and focusing only on trading-related activities during a specific part of the day.
5. Finding your niche

I have met a lot of newbie traders who have been trading for months but have yet to determine strategies that suit them. I always recommend specializing.

While it’s always good to try out new methods and systems, it’s also great to be able to pin down which currency pairs, time frames, and indicators generally work for you. This way you’ll at least have some place to start when you’re ready to improve your trading performance.


SUMBER ; BABYPIPS

 Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan...klik disini

Share:

5 STATEMENTS YOU USUALLY HERAR FROM FOREX TRADING NEWBIES

One of the best things about joining forex trading forums is that you get to interact with fellow
Add caption
currency trading enthusiasts. And, if you’ve been in the trading scene a while, you start to notice common questions ad concerns across different discussion threads.

Today, I’m dedicating a post to the most common trading woes that I see in trading forums. I’ve also included some of my notes in case forex newbies drop by for a lesson and trading enthusiasts are in the mood for a throwback.

Take a look at five of them and see any of them sound familiar to you!
“The market is against me.”

Losing a trade is tough especially if you’ve spent considerable time analyzing the markets, identifying a good setup, and drafting a solid trading plan and then executing it to a tee. The loss particularly stings when price action immediately moves against your trade as soon as you’ve entered a position.But there are no forex gods just waiting to troll you and your account. It’s more likely that you’ve missed a catalyst or you got caught in an environment change that invalidates your earlier biases.

Since there are tons of reasons why currency prices move, the best you can do is to prepare for as many scenarios as you can and make sure you enter a trade with the odds in your favor.

“My broker is a scammer.”

This statement doesn’t come as a surprise since there ARE hoards of shady brokers out there. However, there’s also no lack of tips and tricks from your trusted websites and forex trading forums against scammers.

Do you due diligence before giving your hard-earned moolah to a broker. Check with your regulators if the broker is legit. Ask around in forums. Open a demo account to test if the broker’s platform agrees with your trading personality. Last but not the least, READ THE FINE PRINT before you sign the dotted line.

“You can’t really live off of trading profits.”

Check your privileges. Or at least your expectations. One of the more common misconceptions about forex trading is that it can make you a gazillionnaire in 21 days or less. But, like in any high-performance endeavor, it takes a lot of time, effort, and discipline to become consistently profitable.

An athlete, for example, wouldn’t expect to win trophies just because he bought a racket and plays tennis once a week. He has to learn the ropes of the game, condition his body, and polish his skills and strategies before he can turn his passion into a living.

As traders, you need to learn the basic economic correlations and chart patterns, go through several trading systems, and execute trading plans flawlessly and consistently before you can think about upping your risk exposure (and potential gains) per trade.
“You won’t have a life outside of trading.”

This is true. Next!

I’m kidding. Evaluate your forex trading goals and determine how much you’re willing to sacrifice for it. If you’re more comfortable scalping or making day trades, then toning down your Netflix binges shouldn’t be a hardship.

If swing or long-term trading is more your style, then you might want to explore strategies and schedules that will allow you to do most of your work early on and just check on your trades once in a while throughout the week.

At the end of the day, we accept the trading lifestyle we think we deserve.
“Forex trading is too complicated.”

Two words: School of Pipsology. Okay, maybe three words.

That’s it for my list today, folks. Let me know if you think of any other trading grumbles that might have perfectly reasonable explanations behind them!a


SUMBER ; BABYPIPS
 Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order
sebelum kehabisan...klik disini
Share:

3 FACTORS THAT ARE LIMITED YOUR FOREX PROFITABILITY

So you’ve graduated from being a breakeven trader and find that you’re one of the elite few who can call themselves consistently profitable. Congratulations!

Now, you want to take your trading to the next level, but you just can’t seem to improve on your profitability. You’re making money but you know you can do better.

On today’s edition of Pipsychology, I’ll discuss three things that may be limiting your profitability:
1. Improper position sizing

Position sizing is a key element of risk management that can spell the difference between catching a big fish and snagging a small fry. It goes beyond knowing how much you stand to lose – you also have to know when to trade big and when to minimize your risk exposure.

When the market is trading in your direction and you are dealing with a high probability setup with large potential rewards, it may be a good idea to increase your risk. In Blackjack, it’s like betting big when the cards are stacked in your favor.

On the other hand, if you feel like there’s a lot of uncertainty involved (as in the case with news trades) and the potential return on risk isn’t top-notch, it may be best to reduce your risk and go with a smaller position.
2. Inability to adapt to the market environment

To maximize the moves in the markets, you have to be flexible and know how to adjust to changing market conditions.

You can’t expect to catch a big swing move when volatility is low and the market is trading within a tight range. It doesn’t work that way. You have to be reasonable with your expectations and always plan your trades with the market environment in mind.

Remember, YOU must adapt to the market and not the other way around.
3. Fear

Sure, going long only after a pair has already risen and shorting only when it has already fallen may help you avoid fakeouts and help you catch strong moves. But it has its drawbacks, too.

For one, you won’t get the best price. You could miss out on pips that could tip the reward-to-risk ratio more heavily in your favor. Secondly, you usually end up entering at levels that make you vulnerable to pullbacks.

Don’t get me wrong. Just like Huck, I too, am a firm believer that the trend is your friend. But you should be aware that your fear of pulling the trigger may keep you from entering at optimal levels. Fear can lead you to jump in at inopportune times — when the market has already moved so much. This my friends, is what we call “chasing the market.”

Always try to be on the lookout for these things. Just because your account is in the green doesn’t mean you should stop working to be better. That is the beauty of forex trading – there’s ALWAYS room for improvement.

Hopefully, by becoming more aware of your position sizing, capacity to adapt to market environments, and fear, you can maximize your trading preparations and your potential profits!

SUMBER: BABYPIPS.COM

 Sudah banyak yang merasakan manfaat buku menjadi trader
sakti dan The Psychologian Trader, ayo yang belum memiliki buku buku ini silahkan order.
sebelum kehabisan... klik disini
Share:

CARA ORDER BUKU NINJAA TRADER

ORDER BUKU MTS

bERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

POSTING TERBARU

Blog Archive

TESTIMONI BUKU MTS

testimoni buku MTS

BUAT AKUN FXCLEARING



BUAT AKUN HOT FOREX

https://www.grouphf.com/?refid=164413

Blog Archive